3+ Contoh Cerita Fabel Beserta Strukturnya Lengkap dengan Gambar

Cerita Fabel Beserta Strukturnya – Teks cerita fabel merupakan salah satu materi yang dipelajari pada mata pelajaran bahasa indonesia. Kali ini kita akan membahas sedikit mengenai materi teks cerita fabel yang meliputi pengertian, struktur teks, kaidah bahasaan dan juga contoh teks cerita fabel beserta strukturnya.

Pengertian Teks Cerita Fabel

pengertian teks cerita fabel

pixabay.com

Cerita fabel adalah sebuah cerita yang menceritakan kehidupan binatang yang memiliki perilaku seperti manusia. Fabel termasuk salah satu jenis cerita fiksi dan bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel pun sering disebut dengan cerita moral karena di dalamnya terkandung pesan moral.

Tokoh yang berperan pada sebuah cerita fabel itu pada umumnya adalah binatang. Cerita fabel pun tidak hanya menceritakan kehidupan manusia, melainkan menceritakan kehidupan manusia dan berbagai karakternya juga.

Jadi binatang yang menjadi tokoh dalam cerita fabel tersebut memiliki karakter atau sifat seperti manusia. Sifat mereka ada yang baik dan ada pula yang tidak baik. Mereka memiliki sifat senang bersahabat, pintar, sopan, jujut dan juga melakukan perbuatan yang terpuji. Mereka pun ada yang memiliki sifat suka menipu, sombong, culas, licik dan ingin menang sendiri.

Cerita fabel menjadi salah satu wadah atau sarana yang potensial dalam menanamkan nilai moral. Kamu pun bisa mencontoh atau memberikan pengajaran kepada orang lain mengenai contoh karakter-karakter yang terpuji dari binatang tersebut agar dapat memiliki sifat yang baik.

Struktur Teks Cerita Fabel

contoh struktur cerita fabel

pixabay.com

Struktur merupakan sesuatu yang digunakan untuk membangun suatu teks. Struktur teks yang dimiliki teks cerita fabel meliputi koda, resolusi, komplikasi, dan orientasi. Dan untuk lebih lengkapnya tentang struktur teks bisa lihat di bawah ini.

  1. Koda, adalah bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi amanat dan pesan yang ada pada cerita fabel tersebut.
  2. Resolusi, berisi pemecahan masalah yang sedang dialami tokoh dalam sebuah cerita.
  3. Komplikasi, adalah bagian klimaks dari sebuah cerita yang berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh tersebut.
  4. Orientasi, merupakan bagian awal dari suatu cerita fabel. Orientasi pada umumnya berisi waktu, latar tempat, pengenalan tokoh dan pengenalan background.

Kaidah Kebahasaan dalam Sebuah Teks Cerita Fabel

contoh-contoh kaidah pembahasan teks cerita fabel

pixabay.com

Kaidah kebahasaan atau yang pada umumnya disebut sebagai unsur kebahasaan adalah ciri dari bahasa yang dipakai dalam sebuah teks misalnya cerita fabel. Adapun sedikit pembahasan mengenai kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan dari teks cerita fabel sebagai berikut.

1. Kata Kerja

salah satu unsur atau kaidah kebahasaan dalam suatu teks cerita fabel yaitu adanya kata kerja. Kata kerja dalam sebuah cerita fabel dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu Kata Kerja Aktif Intransitif dan Kata Kerja Aktif Transifit.

  1. Kata Kerja Intransitif merupakan suatu kata kerja yang tidak perlu adanya objek dalam suatu kalimat, contohnya diam.
  2. Kata Kerja Transitif merupakan suatu kata kerja  yang perlu adanya objek dalam sebuah kalimat, contohnya memegang dan mengangkat.

2. Penggunaan Kata Sandang Sang dan Si

Di suatu teks cerita fabel pada umumnya terdapat penggunaan kata sandang sang dan si. Beberapa contoh penggunaan kata sandang sang dan si sebagai berikut.

  1. Si ayam sedang berkeliling hutan sambil memberikan salam kepada binatang-binatang lain yang berada di hutan.
  2. Sang gajah telah mengejek tikus yang memiliki para wajah yang buruk.
  3. Si tikus hanya terdiam saja mendengar ejekan dari gajah.

3. Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Di dalam sebuah teks cerita fabel pada umumnya memakai kata keterangan waktu dan kata keterangan tempat agar menghidupkan suasana. Dan untuk keterangan tempat pada umumnya dipakai kata depan di dan keterangan waktu pada umumnya dipakai kata depan pada atau kata yang memberikan informasi waktu.

Seperti:
1. Diceritakan pada suatu hari yang indah terdapat seekor monyet yang sedang berkeliling di hutan.
2. Kamu hanya dapat memakan makanan berada di batang pohon itu.
3. Si monyet mengangkat sebuah batang pohon dan menurunkannya di tempat yang aman.

4. Penggunaan Kata Hubung Kemudian, Lalu dan Akhirnya

Kata kemudian dan lalu mempunyai makna yang sama. Kata itu dipakai sebagai penghubung intrakalimat dan antarkalimat. Kata akhirnya pada umumnya dipakai untuk mengakhiri dan menyimpulkan informasi dalam teks atau dalam paragraf.

Misalkan:
1. Lalu, sang kucing memegang batang pohon itu.
2. Akhirnya, sang kupu-kupu berjanji untuk tidak akan lagi menghina seluruh makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hutan itu.
3. Kemudian, sang macan mengucapkan terima kasih kepada si gajah karena telah menyelamatkan nyawanya.

Contoh Teks Cerita Fabel Beserta Strukturnya

Berikut ini contoh beberapa contoh cerita fabel beserta struktuknya:

Cerita Fabel Singa dan Beruang

contoh teks cerita fabel singa dan beruang

digaleri.com

Orientasi

Suatu hari singa mengajak beruang untuk berburu bersama. Beruang setuju karena dia juga sedang lapar. Mereka segera menuju padang rumput karena di sana banyak mangsa.

Tiba di padang rumput, singa dan beruang bersembunyi di antara semak-semak. Masing-masing mengincar mangsa yang akan mereka kejar.

Komplikasi

Setelah mengamati mangsa yang ada, singa dan beruang keluar dari tempat persembunyian secara bersamaan. Mereka mulai mengejar mangsa. Tanpa disadari, mereka mengejar mangsa yang sama, seekor anak rusa.

Dengan mudah, anak rusa itu bisa tertangkap. Singa dan beruang langsung bertengkar memperebutkan anak rusa itu.

“Ini Mangsaku. Aku menangkapnya dengan gigitanku yang kuat,” kata singa.

Beruang tidak mau kalah, “Tidak, ini rusaku. Aku juga menangkapnya .”

Mereka terus memperebutkan anak rusa itu. Saat hari sudah sore, singa dan beruang akhirnya berhenti berebut. Mereka lelah dan hanya duduk tanpa bisa menggerakan badan.

Rupanya, dari tadi serigala mengamati pertengkaran mereka. Mengetahui kalau saat ini singa dan beruang sudah lelah.

“Ah, ini kesempatanku untuk merebut anak rusa itu,” pikir serigala.

Serigala segera berlari dan merebut anak rusa. “Terima kasih ya. Kalian baik sekali memberiku anak rusa yang lezat ini,” kata serigala sambil tersenyum.

Resolusi

Dengan sisa tenaga, singa dan beruang berusaha merebut kembali mangsa mereka. Namun, mereka sudah telalu lelah. Akhirnya, anak rusa itu dibawa kabur serigala.

Koda

“Semua salah kita. Kalau saja kita mau berbagi, pasti kita sama-sama kenyang sekarang,” kata mereka dengan wajah yang terlihat menyesal.

Cerita Fabel Ayam Jantan dan Serigala

contoh teks cerita fabel ayam jantan dan serigala

tabloidbintang.com

Orientasi

Suatu hari, serigala yang lapar mengincar ayam jantan. Dia mendekati ayam jantan pelan-pelan dan segera menerkamnya. Hampir saja ayam jantan meloloskan diri, tapi salah satu kakinya dipegang oleh serigala.

Komplikasi

“Kena kau!” kata serigala yang segera membawa ayam jantan ke rumahnya.

Air liur serigala keluar membayangkan daging ayam yang lezat. Dia sudah sangat lapar sehingga tidak sabar untuk melahap mangsanya itu.

Namun, saat serigala hendak melahapnya, ayam jantan berkata, “Hei, aku mohon berdoalah dulu sebelum kau makan.”

Serigala menunda keinginannya untuk melahap ayam jantan. “Bagaimana cara berdoa? Katakan padaku,” kata serigala kebingungan.

“Manusia melipat tangannya di dada saat berdoa,” kata ayam jantan. Serigala pun melipat tangan di dadanya.

“Manusia menutup matanya saat berdoa,” kata ayam jantan lagi. Lalu, serigala pun menutup matanya.

Resolusi

Saat serigala menutup mata, dengan cepat ayam jantan terbang melarikan diri.

“Hahahah, selamat tinggal serigala!” kata ayam jantan yang senang karena bisa lolos dari serigala.

Koda

Maka, selamatlah ayam jantan cengkeraman serigala. Sementara itu, serigala duduk terbengong-bengong melihat ayam jantan sudah tidak ada dihadapannya.

Cerita Fabel Tikus Rajin dan Sepupunya yang Pemalas

contoh teks cerita fabel tikus rajin dan sepupunya yang pemalas

ariellucky.wordpress.com

Orientasi

Di sebuah padang rumput yang luas, seekor tikus kecil sibuk mengumpulkan kacang tanah. Kacang tanah itu dikumpulkan di atas kulit ular.

Setelah terkumpul banyak, kulit ular berisi kacang itu dia seret ke dalam sarangnya. Kacang tanah tersebut sebagai persediaan makanan pada musim dingin.

Komplikasi

Tikus kecil mempunyai sepupu yang suka sekali bernyanyi dan menari. Namun, dia tidak mau bekerja selama musim gugur, dia tidak mau mengumpulkan makanan.

Musim dingin hampir tiba, sepupu tikus kecil tidak punya persediaan makanan sama sekali. Ia mendatangi tikus kecil dan berkata, “Sepupu, aku tidak punya kacang tanah. Musim dingin hampir tiba. Maukah engkau meminjamkan aku kulit ular untuk mengangkut kacang?”

“Mengapa engkau tidak punya kulit ular sendiri? Ke mana saja engkau saat ular berganti kulit?” tanya tikus kecil.

“Aku ada di sini,” kata sepupunya.

“Apa saja yang engkau lakukan?” tanya tikus kecil.

“Aku hanya menari dan bernyanyi,” jawab sepupunya.

Koda

“Sekarang ini, kau dapat ruginya akibat malas. Baiklah, kali ini akan aku pinjamkan kulit ulatku. Semoga saja engkau lebih rajin lain kali,” kata tikus kecil yang baik hati.
“Terima kasih sepupuku, lain kali pasti aku akan lebih rajin,” jawab sepupunya.

Cerita Fabel Perlombaan Burung Bangau dan Burung Kolibri

contoh teks cerita fabel burung bangau dan burung kolibri

blogs.nabu.de

Orientasi

Burung bangau dan burung kolibir berteman baik. Bangau  bertubuh tinggi dan kurus. Sementara kolibri bertubuh kecil dan gesit. Mereka sama-sama suka makan ikan di sebuah danau.

Komplikasi

“Aku khawatir jumlah ikan di sini tidak akan cukup untuk kita berdua. Ayo kita berlomba terbang untuk menentukan siapa yang dapat makan ikan di danau ini?” tantang kolibri kepada bangau.

Kolibri yakin bisa mengalahkan bangau dengan kecepatannya. Bangau tidak mau kalah. Ia menerima tantangan kolibri.

Resolusi

Mereka sepakat akan berlomba selama empat hari. Garis akhirnya adalah sebuah pohon tua di hulu sungai. Siapa yang berhasil mencapai pohon itu duluan, maka semua ikan di danau jadi miliknya.

Keesokan paginya, mereka memulai loma. Kolibri terbang dengan sangat cepat. Sementara, bangau terbangnya lamban.

Sepanjang perjalanan, kolibri sering teralihkan oleh bunga-bunga yang indah. Ia sering berhenti untuk mengisap sari bunga yang lezat.

Karena terlalu asyik menikmati sari bunga, kolibri segera disusul bangau. Melihat kolibri sedang mengisap sari bunga, bangau segera meninggalkannya.

Kolibri sadar dan segera menyusul bangau dengan cepat. Ia pun berhasil menyusulnya.

Saat malam tiba, kolibri kecapaian dan tertidur. Sementara itu, bangau tetap terbang.

Esoknya, kolibri bangun dan sadar dia tertinggal oleh bangau. Namun, lagi-lagi kolibri berhenti dan tertarik untuk mengisap sari bunga.

Pada malam ketiga, kolibri tidur lagi. Paginya, ia segera terbang mencapai pohon yang menjadi garis akhir lomba. Namun, ia kaget karena bangau lebih dulu sampai pohon itu.

Koda

Akhirnya, bangau yang terbang dengan tenang siang dan malam memenangkan perlombaan. Sementara, kolibri yang sering berhenti di tengah perjalanan kalah.

Sejak saat itu, bangau memakan ikan di danau. Sedangkan, kolibri memakan sari bunga.

Sekian pembahasan mengenai cerita fabel beserta strukturnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.

Cerita Fabel Beserta Strukturnya

Leave a Reply