Penasaran BagaimanaCara Menulis Contoh Essay Singkat Tentang Diri Sendiri? Yuk Simak Penjelasannya!

Contoh Essay Singkat Tentang Diri Sendiri – Di dalam dunia tulisan, menulis suatu karangan tentulah bukal sesuatu hal yang asing lagi bagi kita semua. Karangan tersebut meliputi karya non fiksi dan fiksi. Dari sekian banyak karangan non fiksi, salah satunya yang tidak asing lagi bagi kalangan civitas akademika yaitu essay. Mungkin hampir semua orang, baik secara sadar ataupun tidak sadar pasti pernah membaca suatu karya tulis yang berupa essay.

Dalam pembuatan essay ada beberapa kaidah yang perlu diketahui serta diterapkan. Disamping itu, essay pun memiliki beberapa jenis, semua itu tergantung tujuan essay tersebut ditulis. Di dalam postingan kali ini, pembahasan yang akan diangkat yaitu mengenai contoh essay, khususnya essay tentang diri sendiri yang pada umumnya digunakan untuk melamar kerja.

Pengertian Essay

pengertian essay

pixabay.com

Menurut definisi KBBI, istilah essay diartikan sebagai sebuah karya tulis atau karangan yang termasuk dalam prosa yang membahas suatu permasalahan atau kajian sekilas dari sudut pandang pribadi sang penulis. Hal serupa pun dinyatakan oleh ahli, Soetomo yang memberikan definisi essay sebagai sebuah karangan pendek menurut cara pandang seseorang dalam menyikapi suatu permasalahan.

Berdasarkan dua definisi yang telah dijelaskan diatas, bisa kita simpulkan bahwa essay sangat dipengaruhi oleh sudut pandang penulis di dalam menilai suatu permasalahan, sehingga tulisan pada essay tersebut mengandung opini yang bernilai subjektif dan argumentatif.

Walaupun bersifat subjektif, tetapi argumen yang disampaikan dalam essay haruslah bersifat logis,bisa dipahami dengan baik, dan berdasarkan pada teori atau data serta fakta yang terjadi di lapangan. Dengan kata lain, essay tidak hanya menjadi sebuah tulisan fiktif atau imajinasi dari sang penulis saja.

Baca juga: Pengertian Iklan Baris dan Contohnya

Secara umum, essay mempunyai kesamaan dengan tajuk rencana yang terdapat pada surat kabar, yakni mempunyai tujuan untuk meyakinkan masyarakat terhadap sudut pandang sang penulis tentang sebuah isu atau dengan kata lain memengaruhi opini publik, tajuk rencana hanya ditulis oleh seorang kepala editor, sementara esai bisa ditulis oleh siapa saja.

Ciri-ciri Essay

Ciri-ciri Essay

pixabay.com

Sama halnya dengan seluruh karya tulis, agar dapat membedakannya dari karya tulis lainnya, essay mempunyai beberapa ciri, yaitu diantaranya:

1. Berupa Karangan Pendek

Essay adalah salah satu jenis prosa yang berupa tulisan. Jika dilihat essay memiliki jumlah kalimat yang pendek. Hal ini dikarenakan essay terdiri atas suatu kajian singkat yang padat serta jelas sehingga mudah dipahami oleh khalayak umum.

2. Mempunyai Gaya Bahasa yang Khas

Dikarenakan sangat dipengaruhi oleh sudut pandang sang penulis, tentunya gaya penulisan masing-masing penulis essay memiliki perbedaan serta membawa ciri khas mereka masing-masing.

Essay bisa ditulis oleh semua yang ingin memberikan tanggapan atas suatu permasalahan. Dan ingin mengangkat isu-isu tertentu untuk diperbincangkan dengan demikian setiap essay akan mengalami perbedaan dalam penulisannya karena setiap individu memiliki gaya penulisan yang berbeda.

Struktur Essay

Supaya essay yang ditulis nantinya mudah dipahami, pada saat menulis kita harus memerhatikan struktur pembentuk essay, sebagai berikut:

1. Pendahuluan

Pendahuluan adalah struktur awal pembangun kerangka dari sebuah essay. Pendahuluan pada umumnya akan memberikan ungkapan secara sekilas tentang topik atau tema yang akan diangkat terhadap keseluruhan essay. Pada bagian ini pula, dijabarkan latar belakang yang mendasari penulisan essay itu dan biasanya berupa data atau fakta yang terjadi di lapangan.

Disamping itu, pada bagian ini penulis pun memberikan ungkapan sedikit pendapatnya tentang tema yang akan dibahas lebih lanjut. Singkatnya, pendahuluan akan menjadi gambaran atau pengantar pembaca agar bisa memahami topik yang akan dibawakan suatu essay, sehingga pembaca akan lebih mudah dalam memahami isi essay yang akan dipaparkan pada bagian selanjutnya.

2. Pembahasan atau Isi

Pada bagian ini adalah bagian inti dari struktur pembangun essay. Di dalam bagian ini, topik atau tema yang sudah dipilih sebelumnya akan dibahas serta dijelaskan secara mendetail dan terperinci. Di pembahasan, menulis akan memaparkan opininya dan argumennya secara berurutan atau kronologis sehingga essay yang ditulis aka bersifat koheren. 

Dalam isi pun dijabarkan mengenai dasar-dasar dari penyusunan argument itu, seperti teori para ahli yang mengombinasikan dengan fakta dan data yang terjadi di lapangan. Fakta, teori dan data inilah yang akan lebih meyakinkan pembaca untuk mempercayai opini penulis yang dipaparkan di dalam essay.

3. Kesimpulan atau Penutup

Sesuai dengan namanya, bagian penutup adalah bagian terakhir dalam penyusunan suatu essay. Pada bagian berisi kesimpulan yang meliputi kalimat yang meringkas poin-poin utama yang telah dijabarkan sebelumnya di bagian pendahuluan serta pembahasan.

Kesimpulan harusnya bersifat singkat, padat serta jelas, dan tidak melebar ke topik lainnya. Beberapa essay pun menambahkan saran penulis bagi pihak ke tiga untuk memberikan sikap terhadap permasalahan yang dibahas pada bagian penutup.

Selain mengikuti struktur penulisan essay seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, berikut ini beberapa langkah yang bisa dipakai sebagai acuan dalam penulisan essay, yaitu sebagai berikut:

  • Memilih isu atau tema yang ingin diangkat
  • Membuat garis besar dari ide pokok yang akan dikembangkan dalam paragraf pembahasan.
  • Mengembangkan ide pokok pada paragraf pembahasan yang disertai pendapat penulis atas gagasan tersebut. Dalam penulisan pendapat perlu didasarkan pada teori, data-data, pendapat ahli serta fakta yang ada.
  • Memberikan kesimpulan inti atau pokok dari gagasan yang sudah disampaikan sebelumnya.

Jenis-jenis Essay

Jenis-jenis Essay

pixabay.com

Essay dibedakan menjadi beberapa jenis. Diantaranya essay dibedakan menurut tujuan penulisannya serta keragaman permasalahan yang telah diangkat.

Jenis Essay Berdasarkan Tujuan Penulisan

1. Essay Cerita

Essay cerita merupakan essay yang memiliki tujuan untuk melukiskan atau menghadirkan baik barang, seseorang ataupun sesuatu hal lainnya gar bisa dibayangkan oleh pembaca. Esai ini bertujuan agar pembaca seolah-olah mengecap rasa, mendengar suara, melihat bentuk serta mencium bau dari suatu barang atau sesuatu lainnya yang dipaparkan dalam isi essay.

Dengan kata lain, essay cerita bertujuan agar memberikan kesan utama yang ingin dijabarkan penulis terhadap suatu benda maupun seseorang ataupun sesuatu hal lainnya kepada para pembaca.

2. Essay Paparan

Essay ini memiliki tujuan untuk memberikan penjelasan serta pemaparan lebih detail suatu hal kepada pembaca. Tujuan utama dari jenis essay ini yaitu memberikan edukasi maupun informasi kepada para pembaca.

3. Essay Argumentatif

Jenis essay ini bertujuan untuk meyakinkan para pembaca untuk menerima sikap, pandangan, ide maupun kepercayaan penulis terhadap suatu permasalahan atau isu. Essay argumentatif akan berusaha untuk mengungkapkan kebenaran dari sebuah ide dengan motif agar nantinya para pembaca pada akhirnya akan berpihak kepada penulis serta akan berbuat sesuatu menurut opini yang terdapat di dalam essay tersebut.

4. Essay Lukisan

Essay lukisan adalah suatu karangan yang berisi gambaran sesuatu dengan tujuan untuk membantu para pembaca dalam memahami suatu hal yang ingin disampaikan.

5. Essay Ajakan

Essay ajakan hampir serupa tujuannya dengan essay argumentatif, namun hanya saja essay ini memiliki tujuan lebih terperinci yakni pembaca untuk mengikuti penulis dalam melakukan sesuatu atau sebaliknya mengajak para pembaca untuk menghentikan melakukan suatu hal.

Jenis Essay Berdasarkan Penyebab Permasalahan

1. Essay Deskriptif

Essay deskriptif adalah suatu essay yang memberikan deskripsi suatu benda atau seseorang. Permasalahan atau hal yang ingin diangkat pada essay ini adalah suatu benda, misalnya seseorang, hewan, alat elektronik maupun rumah.

2. Essay Tajuk

Essay tajuk adalah suatu essay yang dimuat di dalam surat kabar sebagai tempat menyalurkan pendapat masyarakat tujuannya agar dapat menyatakan pandangannya terhadap suatu peristiwa yang sedang berkembang di lingkungan masyarakat itu. Essay tajuk ini mengangkat permasalahan yang sedang hangat yang menjadi perbincangan di masyarakat contohnya gejolak politik, keadaan perekonomian atau lain sebagainya.

Lihat juga: Jenis-jenis Lembaga Keuangan

Essay tajuk tak hanya mengangkat isu-isu berat, tetapi apa saja yang sedang menjadi tren saat ini di masyarakat pun bisa menjadi pokok bahasan dalam tajuk, contohnya model pakaian terkini atau bahkan sampai fenomena “Om Telolet, Om” yang sangat marak diperbincangkan pada saat itu.

3. Essay Cukilan Watak

Essay cukilan watak ini memberikan kemungkinan seorang penulis untuk mencukil atau menyisipkan cuplikan dari watak seseorang atas isu yang terkait kepada para pembaca. Essay ini tidak hanya memberikan jabaran secara lengkap mengenai biografi seorang tokoh, namun hanya memberikan ungkapan tentang sepenggal sifat atau watak yang dimiliki seorang tokoh yang memiliki kaitan terhadap isu atau cerita yang dimuat dalam essay tersebut.

4. Essay Pribadi

Essay pribadi ini hampir serupa dengan essay cukilan watak. Namun yang membedakan essay jenis ini dengan essay cukilan watak ialah sifat atau watak yang dihadirkan dalam suatu essay ialah sifat atau watak dari penulis itu sendiri. Di dalam essay pribadi, sang penulis secara frontal memberikan ungkapan pendapatnya terhadap isu yang dimuat dalam essay. Dan essay ini pun sering disebut juga sebagai essay tentang diri sendiri.

10. Essay Reflektif

Essay ini adalah essay yang dituliskan untuk merenungkan suatu kebijakan pemerintah, isu politik dan lainnya yang pada umumnya ditulis oleh seorang pakar atau ahlinya guna memberikan tanggapan atas isu-isu tersebut.

11. Essay Kritik

Essay kritik adalah essay memberikan penilaian buruk atau baik, kekurangan atau kelebihan suatu hal, bermanfaat atau tidaknya hal tersebut, baik berupa karya seni ataupun karya sastra. Kritik akan menilai dan membicarakan berbagai unsur yang membentuk karya itu dan dikemas dalam suatu essay.

12. Essay Artikel Penelitian

Artikel penelitian adalah suatu jenis essay yang berisi mengenai hasil yang diperoleh dari suatu penelitian. Artikel jenis ini pada umumnya akan memberikan pengetahuan baru di dalam bidangnya atau mencek ulang penelitian yang ada sebelumnya dengan kondisi rill saat ini.

Langkah-langkah Dalam Pembuatan Essay

Langkah-langkah Dalam Pembuatan Essay

pixabay.com

  1. Menentukan pembahasan atau tema yang akan diangkat.
  2. Membuat kerangka atau outline untuk mempermudah dalam mengembangkan ide-ide yang akan dibahas.
  3. Menuangkan pendapat kita sebagai penulisnya dengan menggunakan kalimat yang singkat serta mudah dipahami.
  4. Menuliskan tubuh essay, awali denan memilih nilai-nilai pentin yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema dalam pembahasan agar lebih memudahkan pembaca dalam memahami apa yang telah disampaikan oleh penulis. Lalu kembangkan subtema yang sudah dibuat.
  5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itulah yang menjadi penyebab yang harus ditulis merupakan latar belakang atau alasan kita dalam menulis essay tersebut.
  6. Menuliskan kesimpulan. Memberikan kesimpulan merupakan salah satu hal terpenting dalam pembuatan essay karena opini yang dituangkan di dalam essay perlu diberikan kesimpulan pendapat dari gagasan yang sudah dimuat.
  7. Pergunakan bahasa yang mudah dipahami supaya para pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang sudah ditulis.

Cara Mengembangkan Karangan Essay

Cara Mengembangkan Karangan Essay

pixabay.com

  1. Pada umumnya essay adalah suatu karangan argumentasi.
  2. Agar memudahkan dalam melakukan penguraian paragaraf pergunakan paragaraf-paragaraf yang dedukatif.
  3. Buatlah kalimat-kalimat majemuk dan kalimat-kalimat tunggal setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana.
  4. Sisipkan beberapa pakar atau seorang ahli lainnya yang memiliki kaitan dengan topik pembahasan.
  5. Mengembangkan karangan dengan deskripsi situasi terhadap subtema.
  6. Agar memudahkan karangan, awali dengan membuat suatu definisi.

Contoh Essay Singkat Tentang Diri Sendiri

contoh essay singkat tentang diri sendiri

pixabay.com

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Nama saya Muhammad Imron, saya lahir di bogor pada tanggal 20 April 1990. Saya adalah anak kedua dari empat bersaudara. Saat ini saya merupakan mahasiswa tingkat akhir di Universitas Indonesia. Saya mengambil jurusan akuntansi. Alasan mengapa saya memilih jurusan ini dikarenakan melihat besarnya peluang lapangan pekerjaan serta karir yang besar seiring dengan pesatnya kemajuan dari bermacam aspek di negeri kita ini.

Sejak saya kuliah di jurusan akuntansi, saya menjadi seseorang yang lebih tenang, penyabar serta teliti dalam menghadapi sesuatu yang pada umumnya saya terapkan jika bertemu dengan laporan keuangan. Apalagi jika harus menemukan hasil yang berbeda antara kredit serta debit, saya diharuskan untuk mempunyai kemampuan analisis yang baik agar bisa mengetahui dimana letak kesalahannya. Disamping itu, ilmu-ilmu yang saya peroleh pun tidak sedikit yang bisa saya terapkan kedalam kehidupan pribadi saya .

Saya sangat antusias dalam menambah pengetahuan. Agar dapat menambah ilmu akuntansi saya, saya pun pernah mengikuti berbagai pelatihan seperti perpajakan yang diisi oleh pemateri ternama. Saya mengikuti diklat keuangan di bulan Juni sampai Agustus. Disamping itu saya pun mengikuti kursus bahasa, yaitu bahasa inggris serta bahasa arab.

Artikel lain: Contoh Cerpen Singkat

Menurut saya pribadi keahlian untuk mengenal bahasa selain bahasa Indonesia itu sangatlah penting karena bahasa adalah salah satu alat berkomunikasi yang bisa mengikat antara satu dengan orang lain

Pada bulan Desember tahun lalu, saya pun pernah melakukan magang di PT Sinarmas. Saat itu saya bergabung didalam Divisi Perbendaharaan serta membantu staff Verifikasi Keuangan. Tugas saya ketika itu adalah mengecek kembali jurnal keuangan serta menginput data entry.

Pengalaman saya dalam berorganisasi dimulai ketika saya menduduki bangku SMA. Ketika itu saya terpilih menjadi ketua dari salah satu ekstrakurikuler yang berada di sekolah. Kegemaran dalam berorganisasi saya lanjutkan hingga memasuki masa perkuliahan. Selama kurang lebih dua periode saya menghabiskan waktu di dalam sebuah perhimpunan yang bernama Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi. Di periode pertama saya menjabat sebagai perbendaharaan.

Dari sekian banyak event, saya memposisikan diri saya gar bisa menjadi seseorang yang fleksibel, tidak tergantung hanya dalam satu bidang seksi saja. Saya pun pernah menjadi seksi Acara yang mengurusi rundown dan menentukan pengisi even tersebut, saya pun sering terpilih menjadi seksi Humas. Publikasi dan Dokumentasi (HPD) yang bertugas untuk mendesain poster, spanduk dan promosi di media social.

Saya pun pernah menjadi bagian dari seksi Dana dan Usaha yang berperan untuk mencari sumber dana dengan cara sponsorship. Saya pun pernah menjabat sebagai sekretaris yang bertugas untuk membuat proposal acara serta lembar pertanggung jawaban di akhir event.

Hobby saya yaitu travelling Saya pun sangat menyukai serta ingin tahu tenang suatu hal yang baru, suasana baru serta bertemu dengan orang-orang baru. Karena saya merasa membangun relasi sejak dini itu sangatlah penting. Maka dari itu banyak teman saya yang mengatakan saya itu mudah sekali bergaul.

Saat ini saya merasa mempunyai banyak waktu liang serta sering merasa bosan jika tidak melakukan kegiatan. Maka dari itu saya sangat tertarik untuk bergabung dengan perusahaan bapak/ibu yang kebetulan sedang membuka program magang. Dengan harapan magang ini bisa memberikan ilmu serta pengalaman baru untuk saya. Sekian pengenalan diri dari saya. Besar harapan saya untuk mendapatkan tanggapan dari surat essay ini. Terima kasih

Best Regards,

Muhammad Imron

Contoh Essay Ilmiah

contoh essay ilmiah

pixabay.com

Politik Taktis di Era Konvergensi Media

Hubungan media serta politik di Indonesia sudah lama terjadi relasi. Seperti penyakit yang membawa virus mengerikan serta menjalar di berbagai tubuh pemerintahan. Saat ini demokrasi Indonesia digerogoti oleh dua macam penyakit yang begitu akut.

Penyakit itu yaitu politisi korupsi serta politik taktis yang menyanggah pemerintahan. Praktek korupsi yang sudah merajalela telah menggerogoti moral para pejabat negara yang sudah matia-matian diusung bisa menjadi wakil rakyat.

Faktanya, jabatan serta uang yang melimpah sudah menyilaukan mata hati serta menghianati rakyat yang telah memilihnya. Kemudian politik taktis yang dipraktekan partai politik melalui bagi-bagi kuris kekuasaan sudah menjadi politik oportunistik yang meruntuhkan sistem meritokrasi.

Peran lembaga politik yang seharusnya mewujudkan kesejahteraan rakyat, tersandera oleh kepentingan-kepentingan terselubung para aktor politik di dalamnya.

Pada kondisi ini, media melalui pemberitaannya sangat diharapkan bisa menyadarkan masyarakat. Sehingga bisa memberikan evaluasi jalannya pemerintahan dan menuntut perubahan sesuai dengan cita-cita demokrasi yang sudah disepakati bersama sebagai satu bangsa.

Tetapi. media sebagai lembaga politik dengan perannya sebagai watchdog yang diberikan kepercayaan oleh masyarakat agar dapat membongkar praktek kekuasaan yang menyimpang, kenyataannya tidak mampu berbicara banyak.

Baca juga: Contoh Notulen Rapat Kantor

Terlebih lagi, pada saat ini globalisasi tak dapat dijauhkan dari perkembangan teknologi yang semakin canggih. Perkembangan teknologi dalam kehidupan masyarakat berkembang begitu pesat.

Berbagai informasi dari berbagai belahan dunia dapat diakses secara ringan dan cepat. Perkembangan teknologi kini tidak dapat dihindari lagi, salah satu faktanya yaitu dengan adanya konvergensi media.

Adanya konvergensi menjadi sebuah momok yang akan menjadi pemisah antara teknologi serta aplikasi komunikasi informasi menjadi runtuh. Sehingga di antara teknologi serta aplikasi informasi dan komunikasi seluruhnya menjadi satu dan tidak bisa dibedakan lagi.

Munculnya konvergensi pun disebabkan oleh dorongan berbagai kebutuhan akan beberapa fungsi teknologi, Fungsi-fungsi tersebut berawal pada media yang berbeda-beda dikarenakan adanya dorongan tersebut.

Maka dihasilkanlah perpaduan dari sebagian fungsi ini ke dalam satu saja. Di sinilah konvergensi dapat terjadi. Konvergensi media mempunyai dampak yang negatif dan juga positif. Adapun dampak positif dari adanya konveregensi media yaitu dapat memperkaya informasi secara meluas tentang seluruh dunia.

Sebab adanya akses internet, memberikan banyak pilihan kepada masyarakat agar bisa memilah informasi yang diinginkan sesuai dengan selera. Lebih mudah, efisien dan praktis timbulnya demokratisasi informasi dimana seluruh orang dapat mengakses informasi secara luas dan bebas dengan berbagai bentuk serta cara.

Dan dilihat dari aspek ekonomi, konvergensi memiliki pengaruh terhadap perusahaan dan industri teknologi komunikasi dikarenakan mengubah perilaku bisnis. Disamping itu, mudahnya akses informasi membuat perusahaan serta perusahaan semakin cepat dan mudah mengantisipasi tantangan, kebutuhan baru konsumen serta persaingan yang mengetat.

Masyarakat mendapatkan informasi lebih cepat. Disamping itu, masyarakat dapat berinteraksi terhadap informasi-informasi yang disampaikan. Media konvergensi menampakkan karakter baru yang semakin interaktif, di mana penggunannya dapat berkomunikasi secara langsung.

Adapun dilihat dari sisi negatifnya, konveregensi media pun berdampak pada perubahan media cetak yang sudah mulai kalah bersaing dengan media online, berkurangnya interaksi sosial secara langsung dapat mengakibatkan komunikasi yang tidak efektif.

Mengakibatkan kesenjangan sosial yang semakin besar disebabkan oleh perbedaan kelas sosial yang makin jelas terlihat karena dipengaruhi oleh kemampuan akses informasi seseorang. Ya, eksploitasi serta politisasi frekuensi publik oleh pemilik media dalam melindungi kepentingan serta asetnya telah lama berlangsung. Publik sudah mengetahuinya, namun negara seolah acuh.

Di zaman yang sarat akan kemajuan teknologi ini, banyak sekali terjadi kapitalisme media serta pararelisme media politik yang disokong oleh aktor-aktor politik demi kepentingan partainya

Supaya bisa mengindentifikasi sejauh mana praktek paralelisme politik media, setidaknya ada lima indikator yang dapat dicermati yaitu pertama isi media itu. Sejauh mana ideologi politik yang berbeda tercermin pula dalam orientasi politik yang berbeda dalam pemberitaan ataupun segmen hiburan media; kedua koneksi keorganisasian media itu.

Koneksi yang dimaksud yaitu tidaklah harus dengan partai politik, namun termasuk dengan perusahaan dagang, korporasi ataupun agama, yang mana dapat jadi terkait. dengan partai politik tertentu; ketiga kecenderungan personil media untuk terlibat dalam dunia politik.

Personil media yang terlibat dalam politik serta-merta akan membawa wacana yang sama antara di media dan di politik di mana dia bekerja; keempat partisipasi dari pemirsa atau pembaca media; dan kelima orientasi praktek serta peran jurnalistik media.

Hal lain yang harus dipertegas dalam hal ini yaitu bahwa sistem media dengan paralelisme politik yang sangat kuat, budaya serta gaya jurnalismenya akan sangat mirip dan gaya dalam struktur politik.

Jika disederhanakan, hipotesisnya yaitu media yang mempunyai pararelisme politik kuat, budaya serta gaya pemberitaan media itu akan sangat paralel dengan gaya serta budaya wacana yang telah terjadi di dalam struktur politik. Media menjadi salah satu instrumen untuk dinamika dalam struktur politik.

Maka dari itu, sebagai konsumen media, masyarakat haruslah cerdas dalam melakukan analisa media yang mempunyai pararelisme kuat dengan politik. Masyarakat haruslah melek media, karena saat ini media hanya menjadi alat kepentingan pemodal. Kebebasan pers sat ini yaitu reformasi, pemerintah tidak memiliki wewenang untuk melakukan intimidasi misalnya saat orba di mana kebebasan pers benar-benar dipotong.

Masyakarat sendirilah yang harusnya bisa mengontrol serta mengawasi pemberitaan-pemberitaan media serta tanyangan-tayangan yang disiarkan di dunia pertelevisian karena kebebasan media itu sendiri bukanlah miliki siapa-siapa. Bukan pun milik instansinya, pemerintah ataupun para pekerjanya, namun masyarakat itu sendiri. Masyarakatlah yang memiliki wewenang untuk mengadukan hal-hal yang telah dianggap tidak layak untuk dikonsumsi.

Sekian pembahasan mengenai contoh essay tentang diri sendiri dan sekilas tentang essay. Sebenarnya masih banyak contoh essay lainnya seperti contoh essay pendidikan, contoh essay beasiswa, contoh essay kesehatan dan lain sebagainya. Mungkin lain kali akan membagikan dalam postingan yang lain. Semoga dapat bermanfaat.

Leave a Reply