5 Contoh Pranata Sosial Pokok Beserta Pengertian, Jenis dan Tujuan Pranata Sosial

Contoh Pranata Sosial – Di dalam kehidupan bermasyarakat, jumlah pranata sosial itu relatif beragam. Semakin hari jumlah tersebut semakin berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Pada umumnya disetiap jenis atau tipe pranata sosial itu memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengatur masyarakat dalam memenuhi segala kebutuhan yang penting.

Secara garis besar di dalam masyarakat terdapat lima pranata sosial yang bersifat pokok, antara lain: agama, politik, ekonomi, pendidikan dan keluarga. Namun menurut para ahli antropologi, selain lima pranata sosial pokok tersebut, terdapat pranata lain, yaitu pranata rekreasi, pranata keindahan, dan juga pranata ilmiah.

Pengertian Pranata Sosial Menurut Para Ahli

Pengertian Pranata Sosial Menurut Para Ahli

Foto Koentjaraningrat ( alchetron.com )

Di kehidupa sehari-hari, pengertian sosial sering terjadi kerancuan dengan pengertian asosiasi atau kelompok sosial. Terutama menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan, organisasi sosial atau lembaga sosial. Pada postingan ini kami akan menjelaskan dan sekaligus menegaskan mengenai pengertian pranata sosial serta perbedaannya dengan asosiasi atau kelompok sosial.

Hunt dan Hortin pada tahun 1987 itu mendefinisikan pranata sosial sebagai lembaga sosial yang memiliki arti sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang dipandang oleh masyarakat itu penting.

Sedangkan pengertian pranata sosial menurut Koentjaraningrat pada tahun 1979 menyatakan pranata sosial merupakan sistem-sistem yang menjadi wadah yang memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi menurut sistem atau pola-pola hubungan dan tata kelakuan yang berpusat pada kegiatan-kegiatan untuk memenuhi elemen-elemen kebutuhan khusus dalam kehidupan bermasyarakat

Dalam setiap pembahasan tentang pranata sosial itu terdapat tiga kata kunci, antara lain: norma dan nillai sosial, prosedur umum atau pola perilaku yang dibakukan dan jaringan peran serta status yang menjadi wadah untuk melakukan perilaku sesuai dengan prosedur umum yang berlaku yang sering disebut dengan sistem hubungan.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang pranata sosial. Berikut kami sajikan mengenati perbedaan antara kelompok sosial atau asosiasi dalam bentuk sebuah tabel.

Karakteristik atau Ciri-ciri Pranata Sosial

Karakteristik atau Ciri-ciri Pranata Sosial

Foto John Lewis Gillin ( brocku.ca )

John Phillip Gillin  dan John Lewis Gillin menyatakan ciri-ciri atau karakteristik pranata sosial yang berdasarkan kutipan dari Koentjaraningrat, Soelaiman Soemardi dan Selo Soemadjan yang dirangkum sebagai berikut:

  1. Mempunyai dokumen atau tradisi tertulis maupun lisan yang berguna sebagai landasan untuk mencapai tujuan dan juga melaksanakan fungsi.
  2. Mempunyai lambang atau simbol tersendiri. Lambang suatu pranata sosial itu dapat berupa slogan, tulisan dan gambar yang dapat menggambarkan spesifikasi dari pranata sosial tersebut.
  3. Memiliki perlengkapan lunak maupun perlengkapan keras yang bertujuan untuk mencapai tujuan dari pranata sosial.
  4. Memiliki satu atau beberapa tujuan yang ingin diwujudkan atau dicapai.
  5. Mempunyai tingkat kekekalan  tertentu. karena biasanya sebuah pranata sosial itu memiliki daya tahan tertentu yang menjadikannya tidak cepat lenyap dari kehidupan bermasyarakat.
  6. Pranata sosial adalah sebuah organisasi pola perilaku dan pemikiran yang terwujud sebagai kegiatan masyarakat yang berpatokan pada suatu nilai tertentu dan diatur oleh adat istiadat, hukum, tata kelakuan dan kebiasaan.

Jenis-jenis atau Tipe-tipe Pranata Sosial

Jenis-jenis atau Tipe-Tipe Pranata Sosial

perkawinan, contoh pranata sosial yang tidak bersanksi ( hipwee.com )

Setiap pranata sosial pada garis besarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengatur masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun jika dirinci lebih lanjut, kebutuhan hidup masyarakat itu bermacam-macam. Sehingga sering dijumpai pranata sosial itu memiliki macam-macam tipologi.

John Phillip Gillin  dan John Lewis Gillin pada tahun 1954 mengemukakan tipe-tipe pranata sosial ( dikutip oleh Koentjaraningrat dan juga oleh Soerjono Soekanto ) antara lain:

  1. Ditinjau dari fungsinya dibedakan menjadi pranata sosial regulatif dan pranata sosial operatif, yaitu lembaga yang berfungsi untuk menciptakan keteraturan dalam masyarakat dan lembaga sosial yang memiliki fungsi untuk menghasilkan atau memproduksi barang atau jasa kebutuhan masyarakat, Contohnya yaitu antara lembaga ekonomi atau industri dengan lembaga kepolisian.
  2. Berdasarkan sudut komppleksitas penyebaran dibedakan menjadi lembaga sosial terbatas dan pranata sosial umum, yaitu lembaga sosial yang hanya ditermukan di kalangan masyarakat terbesit, contohnya keluarga patrilineal, dan lembaga sosial yang sering dijumpai dalam setiap masyarakat, contohnya keluarga.
  3. Dari sudut penerimaan masyarakat, dijumpai lembaga sosial tidak bersanksi dan bersanksi, yaitu lembaga sosial yang keberadaannya ditolak oleh masyarakat, contohnya kumpul kebo, dan lembaga yang keberadaannya diharapkan oleh masyarakat contohnya perkawinan.
  4. Dilihat dari orientasi lainnya, pranata sosial dibedakan menadi pranata sosial dasar dan subsider yaitu lembaga sosial yang berdasarkan nilai vital dan dasar, contohnya agama, keluarga dan sebagainya, dan lembaga sosial yang dibangun di atas dasar nilai yang tidak penting, seperti rekreasi.
  5. Dan berdasarkan perkembangannya, dibagi menjadi lembaga yang sengaja dibentuk dan pranata sosial yang tumbuh dengan sendirinya.

Tujuan dan Fungi Pranata Sosial

Tujuan dan Fungi Pranata Sosial

malesbanget.com

Dibuatnya pranata sosial pada umumnya mempunyai tujuan serta maksud yang secara umum tidak berbeda dengan norma sosial, dikarenakan sebenarnya pranata sosial itu merupakan seperangkat norma sosial. Koentjaraningrat pada tahun 1979 mengemukakan mengenai fungsi pranata sosial dalam masyarakat, yaitu:

  1. Berguna untuk memberikan pegangan atau pedoman dalam melakukan pengendalian sosial. Sanksi-sanksi atas pelanggaran norma sosial adalah sarana agar warga masyarakat dapat menyesuaikan diri terhadap norma sosial tersebur, sehingga dapat mewujudkan tertib sosial.
  2. Menjaga intergrasi sosial atau keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan. Hal ini disebabkan karena julah sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terbatas, sedangkan orang yang membutuhkannya semakin hari semakin meningkat kuantitasnya maupun kuanlitasnya, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan konflik dan persaingan.
  3. Memberikan pedoman kepada masyarakat mengenai bagaimana bersikap di dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Contoh 5 Pranata Sosial Pokok

Contoh 5 Pranata Sosial Pokok

ummi-online.com

Sebagaimana yang telah disebutkan pada awal artikel ini. Di dalam masyarakat sering dijumpai paling tidak lima pranata sosial pokok, antara lain: pendidikan, politik, ekonomi, agama dan keluarga. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai lima pranata sosial pokok tersebut.

1. Pranata Keluarga

Pranata keluarga merupakan pranata yang berfungsi untuk mengatur atau menata aktivitas warga masyarakat untuk kebutuhan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Keluarga adalah pranata sosial dasar dan bersifat universal. Keluarga merupakan pusat terpenting dari pranata lainnya. Di masyarakat mana pun di dunia, pasti akan selalu menjumpai pranata keluarga.

2. Pranata Agama

Pranata agama memiliki fungsi utama yaitu untuk mengatur aktivitas warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rohaninya atau sesuatu yang dianggap suci atau sakral.  Pranata agama memiliki hubungan dengan segenap komponen yang berkaitan dengan kehidupan beragama, antara lain: umat, ala-alat ritual, sistem ritual atau upacara keagamaan, emosi keagamaan dan sistem keyakinan.

3. Pranata Ekonomi

Asal mula pranata ekonomi lahir itu bermula dari orang-orang yang mulai mengadakan pertukaran barang secara rutin, mengakui adanya tuntutan dari seseorang terhadap orang lain dan membagi-bagi tugas, hal tersebut merupakan penyataan dari Horton dan Hunt tahun 1987.

4. Pranata Politik

Pada umumnya manusia harus hidup bersama karena manusia merupakan makhluk sosial. Maka dari itu perlu adanya aturan, tanpa adanya aturan akan bisa menjadi boomerang yang dapat memusnahkan kelangsungan hidup manusia, oleh sebab itu lahirlah pranata sosial.

Komblum mengemukakan definisi pranata politik sebagai seperangkat status dan norma yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang, termasuk kewenangan menggunakan paksaan fisik. Di dalam masyarakat manapun, jika tidak adanya pranata politik yang diberi kewenangan untuk menjalankan paksaan fisik atau hukuman, maka akan terjadi adalah anarkis dan juga negara akan hilang.

5. Pranata Pendidikan

Pranata pendidikan memiliki fungsi utama yaitu untuk menata tentang proses sosialiasi ilmu pengetahuan, seni (IPTEKS), teknologi maupun kebudayaan kepada para generasi penerus.

Itulah penjelasan mengenai pranata sosial. Semoga artikel dapat bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. 🙂

Leave a Reply