Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW Ketika Bergaul dengan Kaum Miskin, Para Pembantu dan Juga Mantan Budak

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW – Rasulullah SAW merupakan makhluk yang memiliki kasih sayang yang begitu tinggi terhadap umatnya. Dan kasih sayang itu pun tidak luput untuk kaum miskin, para pembantu dan juga mantan budak. Ketika Nabi SAW bergaul dengan mereka, Beliau selalu menunjukan sikap perhatian, kasih sayang dan juga penghormatan yang penuh. Sehingga membuat mereka begitu nyaman bersama Rasulullah SAW.

Banyak kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang dapat anda ambil hikmah darinya. Akhlak agung yang dapat anda teladani dalam kehidupan sehari-hari. Dan berikut kisah-kisah teladan Nabi Muhammad SAW ketika bergaul dengan kaum miskin, para pembantu dan mantan budak.

Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW Ketika Bersama Uqbah bin Amir dan Seekor Keledai

Kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang sedang menuntun keledai yang dikendarai uqbah

plusk.com

Pembantu yang bertugas untuk mengurusi keledai Nabi SAW yaitu Uqbah bin Amir pernah bercerita, ketika dalam sebuah perjalanan, ia sedang menuntun keledai yang sedang dinaiki Nabi SAW. Mendadak Nabi SAW menyuruhnya berhenti. Setelah itu Beliau turun dari keledainya. Kemudian Nabi SAW menyuruh Uqbah untuk menaiki keledainya tanpa alasan yang jelas, sedangkan Beliau menggantikan Uqbah untuk menuntun keledai tersebut.

Kisah Teladan Rasulullah SAW Ketika Bersama Anas bin Malik di Sebuah Pasar

Kisah teladan Nabi muhammad, tersenyum melihat anas bin malik

bhq.web.id

Pernah suatu saat Nabi SAW menyuruh Anas bin Malik untuk suatu keperluan. Tapi, sesampainya Anas di pasar, ia malah ikut bermain dengan remaja lainnya. Anas bin Malik pun berkata “ Tiba-tiba Rasulullah SAW memegang bajuku dari belakang, maka aku melihat kepadanya. Beliau tertawa dan memerintahkanku untuk pergi ke tempat di mana aku disuruhnya.”

Kisah Teladan Nabi Muhammad Bersama Seorang Nenek Pemberi Hadiah Limau

Kisah teladan Nabi Muhammad SAW, Seorang nenek memberikan hadiah kepada Nabi

kumpulankonsultasi.com

Datang seorang nenek membawa hadiah buah limau untuk Rasulullah SAW. Ketika itu Nabi SAW melihat penampilan dari nenek tersebut dari kalangan tidak mampu. Nabi SAW pun menyambut hadiah dari nenek tersebut dengan penuh kebahagiaan, dan langsung menyantap beberapa buah limau yang diberikan kepadanya. Si nenek pun terlihat sangat senang karena hadiah yang dibawanya itu sedang dimakan oleh orang yang dicintainya.

Tapi lain hal dengan sahabat Nabi SAW yang berada didekatnya merasa aneh dari sikap Beliau SAW kali ini. Karena biasanya Beliau SAW selalu membagikan hadiah yang didapat kepada para sahabat yang didekatnya. Setelah nenek itu pergi, para sahabat pun langsung menanyakan hal itu. Nabi SAW menjelaskan ” Limau yang diberikan ibu tadi itu rasanya masam. Aku tak ingin membuatnya sedih, maka kumakan beberapa buah. Dan aku tak memberikannya kepada kalian, karena aku khawatir kalian akan mengejek hingga membuatnya malu atau menyesal.“

Kisah Nabi Muhammad SAW Mengangkat Kedudukan Para Mantan Budak

Bilal diperintahkan Nabi SAW untuk mengumandangkan adzan di atas kabah

akhmadguntar.com

Nabi SAW pun mengangkat kedudukan para mantan budak seperti Bilal bin Rabah yang pernah dilecehkan , Rasulullah SAW memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan dari atas Kakbah. Padahal ketika saat itu memegang dan tawaf di Kakbah pun merupakan sesuatu hal yang sakral. Dan Zaid bin Haritsah dipilih menjadi panglima perang Mu’tah, sementara para anak buahnya adalah sahabat-sahabat yang ternama.

Akhlak yang Nabi Muhammad SAW contohkan ini bertujuan untuk diteladani oleh umatnya. Dengan harapan tidak saling merendahkan terhadap saudaranya, malah sebaliknya, Nabi SAW ingin umatnya saling peduli. Rasulullah SAW pun bersabda “ Orang yang mengurus janda dan miskin sama seperti mujahid di jalan Allah atau seperti orang yang shalat malam dan puasa di siang hari.” (Hr. Al-Bukhari, no. 5353, Muslim, no. 2982, ini adalah redaksi Al-Bukhari)

Sekian kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang menunjukan betapa agungnya akhlak Rasulullah SAW. Semoga kita bisa menirunya dan menjadikan Nabi SAW sebagai teladan sekaligus menjadikannya panutan. Semoga kita termasuk golongan umatnya. Aamiin.

Leave a Reply