Melalui Sintesa Akan Ku Gapai Asa

Pesantren Sintesa merupakan wadah bagi para anak muda dari berbagai daerah untuk bisa menimba ilmu internet marketing dan sekaligus bisa menghafal Al-Qur’an. Kata SINTESA sendiri adalah singkatan dari kata “ Sinergi Terpadu Santri “. Walapun fokus pembelajaran di sintesa adalah internet marketing dan menghafal Al-Qur’an. Namun, para santri dibiasakan untuk mempunyai kebiasan yang baik dengan pola kegiatan yang telah ditetapkan oleh pihak pesantren.

Pola kebiasaan itu seperti sholat tepat waktu di masjid, sholat dhuha, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya ( untuk lebih lengkapnya bisa di lihat di : sintesa.net ). Dengan pola kegiatan yang terus berulang selama satu tahun. Insya Allah akan menjadi habbit untuk para santri.

Nah, maka dari itu saya ingin sekali bisa masuk sintesa dan bisa menimba ilmu disana. Dan alhamdulillah atas izin Allah, sekarang saya bisa menjadi salah satu santri di pesantren sintesa. Berikut beberapa foto kegiatan para santri :

via instagram.com

via instagram.com

Awal Mengenal Pesantren Sintesa

via pixabay.com

Pada saat itu saya bekerja menjadi admin disalah satu toko baju online yang menjual pakaian secara grosir. Ketika itu saya sering browsing mengenai usaha sampingan yang bisa lakukan. Dan pada akhirnya saya bertemu dengan salah satu reseller buku-buku islami yang bisa dibilang cukup menggiurkan. Karena mereka memberikan diskon yang cukup besar untuk para resellernya.

Dan akhirnya saya menghubungi pihak agen buku islami tersebut. Singkat cerita saya bisa menjadi salah satu resellernya. Ketika saya menjadi reseller bisa dibilang jualannya laku. Namun, dengan seiring waktu jualan saya malah sepi. Mungkin semakin banyaknya pesaing. Setelah itu saya berpikir, bagaimana caranya buku-buku saya bisa laku terjual.

Akhirnya saya mencari informasi untuk bisa meningkatkan penjualan menggunakan mbah google. Setelah itu saya bertemu dengan Kang Dewa Eka Prayoga, bukannya secara langsung yah, tapi melalui akun facebook beliau. Dan pada akhirnya saya tertarik dengan internet marketing.

Kemudian setelah sekian lama saya sering mencari tahu tentang internet marketing. Pada akhirnya saya melihat postingan tentang pondok programmer yang tidak sengaja melintas di beranda facebook saya. Mulai lah saya stalking mengenai pondok programmer. Mulai dari santri-santri sampai para gurunya. Ketika itu ada seorang santri yang menceritakan seorang Nofi Bayu Darmawan di blognya beliau. Di dalam artikel tersebut pun bukan hanya menceritakan sosok pendiri Fanspage ID saja. Namun, beliau sempat sekilas membicarakan tentang mas Vatih.

Nah dari saat itu saya sering mencari informasi tentang beliau yaitu mas Vatih. Mulai berteman dengan beliau melalui facebook sampai membaca blognya. Singkat cerita mas Vatih membuat postingan tentang pendaftaran angkatan pertama Pesantren Sintesa. Mulai saat itu saya mengenal Sintesa.

Alasan Belum Mendaftar di Pesantren Sintesa

via pixabay.com

Pada awalnya saya lebih tertarik untuk bisa menimba ilmu di Pondok Programmer. Saya pun pernah membicarakan niat itu kepada kedua orang tua. Namun, kedua orang tua saya cenderung lebih tidak mengizinkan. Mungkin karena pada waktu itu saya masih belum punya pengalaman untuk keluar kota. Karena memang ketika itu saya baru lulus dari bangku sekolah menengah kejuruan atau biasa disebut dengan SMK. Dan akhirnya saya lebih memilih untuk bekerja untuk mengisi kekosongan kegiatan saya sehari-hari.

Beberapa bulan setelah bekerja, ujian dari Allah SWT itu datang untuk keluarga saya. Ibu saya terkena penyakit stroke ringan. Sehingga ibu saya harus sering berobat untuk bisa mengobati penyakitnya. Dan memang ini merupakan takdir Allah SWT yang mengharuskan saya bekerja untuk bisa membantu biaya pengobatan ibu saya. Jadi alasan itu lah yang membuat saya belum bisa melanjutkan untuk bisa menimba ilmu kembali. Sekaligus tidak bisa mendaftar menjadi santri di sintesa.

Selama hampir 3 tahun ibu saya menderitai stroke. Sudah banyak pengobatan yang kami datangi. Tapi belum membuahkan hasil positif. Bahkan keadaan ibu saya tambah memburuk. Sekitar tahun baru 2017, tepatnya tanggal 2 januari 2017 kemarin. Allah SWT memanggil ibu saya untuk meninggalkan dunia selama-selamanya.

Campur aduk yang saya rasakan pada saat itu. Sedih, tenang dan bisa dibilang kesepian. Sedih karena tidak bisa terwujud cita-cita saya untuk melihat senyuman ibu ketika saya sukses kelak. Tenang karena kasihan juga ibu sudah bertahun-tahun menderita penyakit stroke sehingga beliau terkadang merasakan kesakitan dan tidak bisa leluasa untuk keluar hanya sekedar menghilangkan penat. Semoga sekian lama ibu saya menderita sakit bisa menjadi wasilah agar Allah SWT menggugurkan segala dosanya. Dan kesepian karena saya adalah anak satu-satunya. Jadi saya hanya mempunyai satu orang yang dapat mengerti keadaan saya dalam suka & duka yaitu bapak saya.

Akhirnya Bisa Mendaftar & Alhamdulillah Diterima

via pixabay.com

Dalam suasana campur aduk itu sempat terpintas dalam pikiran saya untuk mendaftar di sintesa agar bisa menuntut ilmu lagi disana. Saya berpikir bahwa pendaftaran sintesa itu akan dibuka nanti sehabis lebaran. Namun, ketika saat saya buka facebook di hp. Saya melihat postingan tentang pendaftaran sintesa angkatan 5. Niat saya untuk bisa belajar di sintesa seperti langsung di jawab oleh Allah SWT.

Selama satu minggu saya menguatkan niat untuk bisa mendaftar di sintesa. Niat saya sempat goyah untuk menjadi santri di sintesa. Kenapa ? karena disatu sisi saya berat untuk meninggalkan bapak seorang diri. Tapi dilain sisi saya ingin bisa membahagiakannya. Seandainya saya tetap menjadi seorang karyawan saja. Apa bisa saya membahagiakan bapak ?. Kenapa saya tidak coba untuk daftar ? mungkin ini merupakan jawaban dari Allah atas segala keresahan yang selama ini saya alami.

Dan akhirnya saya menetapkan hati untuk mendaftar di sintesa. Kalau gak salah itu sekitar 2 minggu sebelum akhir pendaftaran yang ditetapkan oleh pihak sintesa. Setelah mendaftar, saya membicarakan niat saya untuk bisa belajar di pesantren sintesa kepada bapak saya. Mungkin saya masih merasakan keraguan atas izin yang telah diberikan kepada saya. Karena saya tahu apa yang dirasakan bapak saya saat itu. Rasa khawatir kepada anakanya. Pengalaman pergi jauh yang bisa dibilang belum kurang cukup. Karena memang saya jarang sekali pergi jauh, sekitar jabodetabek pun jarang, apalagi ke Jawa Timur. Mungkin itu yang membuat ragu bapak saya.

Selang beberapa hari, ada telepon dari pihak sintesa untuk mewawancarai dan mengetes bacaan Al-Qur’an saya. Setelah itu, saya menceritakan kepada bapak bahwa saya mendapat telepon dari pihak sintesa sekaligus menanyakan kembali izin yang diberikan bapak saya. Karena saya butuh kepercayaan penuh dari bapak saya agar bisa tenang nanti belajar disana. Tapi saya masih menemukan keraguan atas izin yang diberikan.

Beberapa hari kemudian pihak sintesa menelepon bapak saya untuk menanyakan apakah saya sudah memberitahu orang tuanya, tentang pesantren sintesa dan sekaligus apakah sudah meminta izin. Dan akhirnya saya menemukan kepercayaan dalam izin yang diberikan kepada saya pada saat itu.

Pada tanggal 10 Februari 2017, pengumuman tentang santri yang diterima pun sudah diumumkan dan dicantumkan dalam webnya sintesa. Alhamdulillah saya diterima. Setelah itu saya mempersiapkan keperluan yang harus dibawa. Dan saya berangkat dengan santri angkatan 5 yang kebetulan berasal dari kota serang juga, namanya Syar’i.

Harapan Setelah Lulus Dari Sintesa

via pixabay.com

Jika membahas tentang harapan, saya sebagai manusia biasa, banyak sekali yang saya inginkan. Tapi, prioritas harapan saya saat ini ketika lulus dari sintesa adalah pertama bisa membahagiakan dan mengangkat derajat kedua orang tua saya, baik itu Almarhumah ibu yang sudah mendahului kami dan bapak saya yang masih Allah SWT beri kesempatan untuk bisa menemani saya. Kedua dapat membahagiakan keluarga besar dari bapak dan ibu yang telah banyak membantu kami ketika sedang kesusahan. Dan yang ketiga adalah dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar dengan ilmu yang telah saya dapatkan dari sintesa.

Dan Alhamdulillah semua harapan itu selalu saya bawa disetiap doa yang saya panjatkan. Dengan harapan Allah SWT kabulkan setiap harapan-harapan tersebut menjadi kenyataan.

Semoga saya tetap bisa kuat, bersabar serta bersyukur. Insya Allah

Leave a Reply