Pengalaman Pertama Merantau ke Jawa Timur

kompasiana.com

Di tempat kelahiran saya yaitu serang. Kota Jawa Timur di mata para warga merupakan tempat menuntut ilmu agama yang sangat dielu-eluhkan. Jawa Timur dikenal sebagai kotanya santri. Kita tahu bahwa banyak sekali pesantren-pesantren favorit di Jawa Timur, seperti : Pondok Pesantren Sidogiri, Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Lirboyo dan masih banyak lagi.

Maka tidak salah, para warga di tempat kelahiran saya itu berpendapat bahwa setelah belajar di Jawa Timur, maka akan memiliki ilmu yang mumpuni dalam bidang agama.

Fanspage Sintesa

Dan itu yang pernah saya alami juga. Ketika pengumuman santri yang diterima untuk belajar di Pesantren Sintesa sudah di posting melalui fanspage Sintesa. Nama saya pun tercantum sebagai salah satu santri yang diterima. Pada saat saya memberitahu keluarga tentang niatan untuk belajar di Jawa Timur.

Mereka sedikit heran, mungkin tidak percaya bahwa saya bisa diterima di salah satu pesantren di Jawa Timur. Mereka kira, tempat saya belajar nantinya adalah pesantren pada umumnya yaitu ngaji kitab-kitab dan lain sebagainya.

Dan akhirnya, saya jelaskan tentang Pesantren Sintesa. Saya jelaska Pesantren Sintesa adalah pesantren yang fokus belajar ilmu marketing dan menghafal Al-Qur’an untuk meluruskan anggapan mereka. Namun, berita saya yang ingin belajar ke Jawa Timur sudah mulai tersebar ke warga yang lain, dan mereka masih beranggapan yang sama dengan anggapan keluarga saya saat itu sebelum saya beri penjelasan.

Dan anggapan warga menjadi beban saat itu untuk saya. Mungkin warga akan beranggapan setelah saya lulus nanti akan mempunyai ilmu agama yang mumpuni. Tapi kenyataannya kan di Pesantren Sintesa hanya fokus menghafal Al-Qur’an.

Keraguan akhirnya merasuki pikiran saya. Bimbang untuk melanjutkan untuk pergi ke Jawa Timur atau tetap di Tangerang. Setelah saya pikirkan kembali, akhirnya saya memutuskan untuk pergi menuju Pesantren Sintesa.

Keinginan saya untuk bisa merubah nasib keluarga dan melihat senyuman dari bapak serta keluarga besar itu lebih kuat dibandingkan ketakutan saya untuk menjadi bahan omongan di kampung halaman nanti. Niat yang mantap itu saya tutup dengan doa kepada Allah, semoga pilihan saya ini merupakan pilihan yang terbaik untuk saya dan keluarga.

Menghubungi teman untuk pergi bersama

pixabay.com

Mantapnya hati ini untuk ingin pergi ke Jawa Timur dalam niatan untuk menuntut ilmu, dibarengi ridho orang tua. Dan menjadikan kayinan saya naik menjadi berkali lipat untuk pergi ke tanah Jawa. Setelah itu saya menghubungi admin dari Pesantren Sintesa untuk meminta kontak Syar’i yaitu salah satu santri yang diterima dan berasal dari kota yang sama.

Pada saat itu kontak person panita penerimaan santri baru adalah mas Arya dan Mas Niko. Saya hubungi salah satu yaitu mas Arya. Setelah itu langsung saya hubungi Syar’i. Dan akhirnya disepakati, kami akan bertemu sekaligus berangkat melalui Terminal Kampung Rambutan.

Mempersiapkan segala kebutuhan

pixabay.com

Hari dan tanggal keberangkatan sudah disepakati yaitu hari Sabtu, 18 Februari 2017. Hari keberangkatan itu kami sepakati 2 hari sebelum batas maksimal kedatangan para santri yang ditetapkan oleh pihak Sintesa yaitu tanggal 20 Februari 2017. Kami membuat kesepakatan itu karena perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama. Dan 1 hari untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.

Waktu yang sudah ditetapkan itu menjadi patokan saya untuk menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama satu tahun di pesantren nanti. Ada beberapa barang yang tidak saya miliki, jadi mengharuskan saya untuk membelinya. Pada saat itu saya dan bibi berangkat ke Pasar Pandeglang untuk membeli segala keperluan, antara lain :

Jubah

instagram.com ( @kyrel_algayauwi )

Pakaian yang identik dengan orang-orang berilmu membuat saya belum kepikiran untuk membelinya. Kadang merasa belum pantas untuk memakainya. Padahal guru-guru saya saat itu memakain pakaian itu, karena itu sunnah. Akhirnya saya membeli jubah berwarna coklat agar lebih kekinian. hhe

Peci songkok hitam

instagram.com ( @ahmedzamzamzm )

Salah satu peci yang harus dibawa oleh para santri adalah peci khas nusantara atau biasa disebut dengan peci songkok. Namun, selama di pesantren itu saya kurang percaya diri memakai peci songkok yang sudah dibeli saat itu. Karena peci yang saya beli itu beda dengan yang lain yaitu memiliki ketinggian diatas rata-rata. Peci songkok itu memang sering dipakai para santri di daerah Banten. Tapi, saya sedikit kurang nyaman untuk memakainya.

Sorban atau selendang

instagram.com ( @habibumar_indonesia )

Sebenarnya saya sudah pernah berniat untuk membeli sorban / selendang. Tapi karena belum sempat dan masih agak malunya memakainya jadinya belum kesampaian. Alhamdulilah akhirnya kesampaian juga membeli sorban.

Hari keberangkatan

instagram.com ( @fip_photo1 )

Setelah mempersiapkan segala keperluan untuk keberangkatan ke Jawa Timur. Hari yang dinanti pun tiba, yaitu hari keberangkatan. Sebelumnya tiket bus sudah dibelikan oleh Syar’i. Ketika itu waktu keberangkatan bus sekitar pukul setengah tiga sore. Namun saya datang bersama bapak lebih awal karena ditakutkan terlambat. Bus yang kami pakai jasanya saat itu adalah Rosalia Indah. Namun busnya datang terlambat, sekitar pukul tiga, bus baru datang. Setelah bus datang, saya pun naik ke dalam bus dan pamitan kepada bapak yang waktu itu mengantarkan saya.

Bersambung…

Leave a Reply