11 Akhlak Rasulullah SAW yang Agung dan Indah Lengkap dengan Kisahnya

Akhlak Rasulullah SAW – Saat ini banyak sekali sosok idola yang bermunculan. Mulai dari pemain sepak bola, penyanyi maupun artis. Tidaklah salah kamu memilih sendiri sosok yang akan diidolakan. Tapi, kamu haruslah pintar-pintar memilih dan memilah sosok yang akan kamu jadikan idola.

Jangan sampai ketika kamu mengidolakan dirinya membuat perilaku dan sikapmu menjadi lebih buruk. Maka pilihlah panutan yang ketika kamu mengikutinya, dirimu bisa menjadi makhluk yang lebih baik. Dimana ketika kamu mengikuti kebiasaannya, dirimu menjadi lebih dekat kepada sang khalik.

COPY CODE SNIPPET

Sesungguhnya Allah SWT telah mengirimkan sosok yang mempunyai akhlak mulia. Figur yang mencontohkan perilaku yang baik dan penuh kasih sayang. Dialah Muhammad ﷺ. Bahkan Allah SWT memuji sosok figur tersebut dalam firman-Nya .

“ Sesungguhnya engkau memiliki akhlak yang mulia”
( QS. Qaaf : 4 )
“ Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu “
( QS. Al-Ahzab : 21 )

Kawan maupun lawan telah mengakui kemuliaan akhlak Nabi ﷺ. Beliau pun pernah berkata “ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

Beliau ﷺ adalah sosok yang pantas kamu idolakan. Seseorang yang akan menjadikan dirimu manusia yang lebih baik lagi, karena setiap gerak-gerik Dirinya ﷺ penuh dengan kebaikan dan kemuliaan. Berikut kisah-kisah Nabi Muhammad ﷺ yang akan membuat kamu yakin, bahwa Nabi ﷺ adalah sosok idola sesungguhnya.

Nabi ﷺ Adalah Rahmat dan Membawa Ajaran yang Rahmat

Nabi SAW Adalah Rahmat dan Membawa Ajaran yang Rahmat

kisahrosululloh2.wordpress.com

Ketika Nabi Muhammad ﷺ mendapat luka yang cukup parah saat Perang Uhud. Beberapa sahabat meminta Nabi ﷺ untuk berdoa agar melaknat mereka yang berbuat hal tersebut terhadap dirinya. Tetapi apa yang dikatakan Beliau ﷺ ? “ Aku diutus bukan untuk melaknat tapi diutus sebagai rahmat. Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengerti. “

Seorang saudagar dan penguasa Yamamah yang memeluk islam memerintahkan kepada penduduk Yamamah untuk tidak mengirim gandum ke Mekkah lagi. Akhirnya penduduk Mekkah kesulitan pangan karena suplai gandum dari Yamamah dihentikan. Suku Quraisy mengutus utusan dengan surat untuk menyampaikan penderitaan yang mereka alami.

Suku Quraisy yang pernah memboikot Bani Hasyim selama hampir tiga tahun hingga suku Bani Hasyim mengalami penderitaan, memohon agar diberi gandum. Dengan tidak memiliki rasa dendam terhadap suku Quraisy yang saat itu telah membuat Nabi ﷺ dan sukunya menderita memerintahkan Tsumamah agar mengirim kembali gandum ke Mekah.

Sebagian orang pasti akan membalas perbuatan buruk yang dilakukan orang lain terhadapnya. Tapi tidak dengan Nabi ﷺ , luka yang didapat olehnya, tidaklah membuat Dirinya ﷺ marah dan membalasnya dengan kebencian. Melainkan dibalasnya dengan kelembutan. Bagaimana dengan idolamu ?

Nabi ﷺ Memilik Sifat Pemaaf  yang Luar Biasa

Nabi Muhammad SAW Memilik Sifat Pemaaf yang Luar Biasa

islamografi.blogspot.com

Saat Nabi Muhammad ﷺ melakukan tawaf. Fudhalah membuntuti Nabi ﷺ dengan membawa pisau yang telah disembunyikannya dibalik baju. Ia berniat untuk membunuh Nabi ﷺ, padahal saat itu Fudhalah telah bersyahadat, tapi dendam yang ada pada dirinya belum hilang sebelum Nabi ﷺ tewas.

Tapi sayangnya niat jahat Fudhalah sudah diketahui oleh Nabi ﷺ. Dengan tenang Nabi ﷺ mendatanginya dan bertanya “ Hai Fudhalah, apa yang terlintas dihatimu saat ini ?. Fudhalah yang terkejut saat itu karena Nabi ﷺ menanyakan hal tersebut pada dirinya menjawab “ Aku tidak memikirkan apa pun, aku bertawaf. “

Nabi ﷺ pun melanjutkan tawafnya. Tapi, Fudhalah pun masih mengikuti Nabi ﷺ untuk mencari kesempatan agar bisa membunuhnya. Nabi ﷺ mengetahuinya dan berhenti kembali dan bertanya hal yang sama pada Fudhalah. Jawaban yang sama pun diterima Nabi ﷺ dari Fudhalah.

Sebanyak tiga kali Nabi ﷺ menanyakan hal yang sama dan Fudhalah pun menjawab dengan jawaban yang sama. Tapi, saat Nabi ﷺ mendengar jawaban ketiga dari Fudhalah, Beliau ﷺ tersenyum sambil menempelkan tangannya ke dada Fudhalah lalu mendoakannya. “ Saat ia meletakkan tangannya di dadaku, dialah manusia yang paling kubenci di dunia ini. Namun, saat ia menarik tangannya kembali dialah manusia yang paling kucintai di dunia ini. “

Lihatlah Nabi ﷺ membalas niat jahat Fudhalah dengan cinta, kasih sayang dan juga rahmat. Bagaimana dengan idolamu ?

Sikap Tawadhu Nabi ﷺ Tak Tertandingi

Sikap Tawadhu Nabi Muhammad SAW Tak Tertandingi

http://benbachir1991.deviantart.com

Ketika kaum muslimin membuat parit yang digunakan sebagai penghadang pasukan kafir yang akan menyerang kota Madinah. Nabi ﷺ tidak hanya memberikan perintah, tapi ikut terjun langsung dalam pembuatan parit tersebut. Hal ini pun terjadi ketika pembangunan Masjid Nabawi. Sehingga semangat umat islam tak pernah kendur dalam bekerja karena didampingi langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Sewaktu dalam suatu perjalanan, Nabi ﷺ memberikan perintah kepada para sahabat untuk memasak kambing. Mereka pun berbagi tugas. Dan Nabi ﷺ pun tidak ketinggalan untuk mengambil tugas sebagai pencari kayu bakar. Para sahabat melarang itu, karena mereka menginginkan Nabi ﷺ duduk saja untuk beristirahat. Tapi Beliau ﷺ menjawab “ Aku tahu, bahwa kalian sanggup untuk mengambil alih tugasku, namun aku tak mau dibedakan dari kalian.

Sungguh sifat dan sikap tawadhu Nabi ﷺ yang tak tertandingi. Bagaimana dengan idolamu ?

Nabi ﷺ Memiliki Sifat Pemalu, Tapi Tidak Malu Saat Membela Kebenaran

Nabi ﷺ Memiliki Sifat Pemalu, Tapi Tidak Malu Saat Membela Kebenaran

pinterest.com

Pada suatu saat datang seorang wanita untuk bertanya mengenai mandi karena haid. Beliau ﷺ menjawab agar mengambil kain yang diberi minyak wangi serta menggunakannya untuk bersuci. Tapi si wanita ini masih bertanya “ Bagaimana cara bersuci dengan kain itu ? “ . Nabi ﷺ yang mendengar pertanyaan itu langsung memalingkan wajah karena malu mendengarnya sambil berkata “ Subhaanallah ! Bersucilah. “

Aisyah r.a yang mendengar hal itu langsung menarik tangan wanita itu dan menjelaskan secara detail permasalahan yang ditanyakan oleh wanita itu kepada Nabi ﷺ tanpa kehadirannya.

Nabi Muhammad ﷺ memang memiliki sifat yang pemalu. Tapi, Nabi ﷺ tidak malu untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan. Beliau ﷺ hanya malu dalam masalah yang berhubungan dengan sesama. Bagaimana dengan idolamu ?

Nabi ﷺ Sangat Menghormati Tamu yang Datang

Nabi Muhammad SAW selalu menghormati tamu yang datang karena itu merupakan ajaran islam

google.co.id

Pada suatu waktu Jabir bin Abdillah Al-Bajali datang menghadiri majelis Nabi ﷺ , karena di dalam sudah penuh sesak, akhirnya ia duduk dekat pintu tanpa alas duduk. Nabi ﷺ yang melihat itu memberikan baju luarannya untuk dijadikan sebagai alas duduknya sambil berkata “ Silahkan duduk diatasnya.”

Jabir pun menerima baju itu sambil menangis dan menciumi baju tersebut, lalu mengembalikannya kepada Nabi ﷺ dan berkata “ Semoga Allah memuliakan Anda, sebagaimana Anda telah memuliakan saya. “
Sungguh akhlak yang indah ditunjukan Nabi ﷺ dalam memuliakan tamu. Bagaimana dengan idolamu ?

Nabi ﷺ Sangat Mencintai Anak-anak

Akhlak Rasulullah SAW sangat mencintai anak-anak

phhburn.files.wordpress.com

Ketika itu Nabi ﷺ membariskan putra-putra pamannya yaitu Abbas. “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan kuberi hadiah, “ Ucap Nabi ﷺ kepada mereka. Kemudian mereka berlari menghampiri Nabi ﷺ, bahkan menabrak dan duduk di dada Nabi ﷺ. Lalu, Beliau ﷺ mencium dan memeluk mereka semua.

Di lain kesempatan, Nabi ﷺ sering diminta para orang tua untuk memberikan nama anak mereka dan juga mendoakan anak-anaknya. Sebelum Beliau ﷺ memberi nama atau mendoakan, Nabi ﷺ menyempatkan untuk menggendong mereka. Tapi terkadang bayi atau anak yang digendong Nabi ﷺ kencing dipangkuannya. Para orang tua yang menyaksikan anaknya melakukan itu langsung memarahi bahkan memukul anaknya itu. Namun, Nabi ﷺ melarang mereka untuk melakukannya, “ Jangan diputus anak yang sedang kencing, biarkan dia sampai selesai”.

Setelah selesai memberi nama dan mendoakan anak mereka, Nabi ﷺ memberikan penjelasan, jangan ada perasaan bahwa dirinya tidak senang dengan kelakuan anak mereka. Kemudian Nabi ﷺ mencuci sendiri pakaiannya yang terkena kencing, setelah mereka semua pergi.

Ketika Nabi ﷺ melewati rumah putrinya yaitu Fatimah r.a, Beliau ﷺ mendengar tangisan Al-Husin yaitu cucunya langsung menghentikan langkahnya dan berkata kepada putrinya, “ Tahukah kamu, bahwa tangisan anak itu menggangguku ? “. Dengan maksud Nabi ﷺ agar Fatimah r.a melakukan sesuatu untuk anaknya agar tidak menangis.

Nabi Muhammad ﷺ sangat menyayangi anak-anak. Bagaimana dengan idolamu ?

Nabi ﷺ Lebih Mementingkan Orang Lain Dibandingkan Kepentingan Sendiri

Nabi Muhammad SAW selalu mementingkan umatnya dibandingkan dengan kepentingannya diri sendiri

haziqyahaya.blogspot.com

Jika Nabi ﷺ sedang beristirahat di rumah, Beliau ﷺ membagi waktunya menjadi 3 bagian yaitu untuk Allah dengan beribadah, untuk keluarga dan sisanya untuk dirinya sendiri atau beristirahat.

Waktu dirinya pun digunakan untuk kepentingan umat seperti mengunjungi yang sakit, menerima tamu dan lain-lain. Beliau ﷺ memilih waktunya untuk digunakan untuk umat karena jika mengambil waktu yang lain, makan akan mengurangi hak Allah dan keluarga.

Tenaga, harta bahkan waktunya pun digunakan untuk kemaslahatan umat. Umat, umat dan umat yang dipikirkan oleh Dirinya ﷺ. Bagaimana dengan idolamu ?

Kasih Sayang dan Rahmat Nabi ﷺ Tidak Sebatas untuk Manusia Saja, Bahkan Kepada Hewan

kasih sayang nabi tidak terbatas kepada manusia saja. Namun kepada hewan pun. Itulah Akhlak Nabi Muhammad SAW

kartunlucu.com

Ketika Nabi ﷺ melihat seekor himar ( keledai ) yang akan diberi tanda pada bagian mukanya dengan menggunakan besi yang sudah dipanaskan. Beliau ﷺ melarangnya dengan tegas. Kalaupun terpaksa diberi tanda, Nabi ﷺ menyarankan agar memberi tanda di bagian paha saja.

Pada lain kesempatan, Nabi ﷺ sedang makan kurma dengan menggunakan tangan kanan. Dan Beliau ﷺ melihat seekor kambing yang lapar. Kemudian, Nabi ﷺ mengambil biji kurma dan memberi makan kambing tersebut dengan menggunakan tangan kirinya.

Lihat kawan, bahkan hewan pun tak lepas dari kasih sayangnya. Bagaimana dengan idolamu ?

Nabi ﷺ Sering Bermusyawarah dengan Para Sahabatnya Sebelum Mengambil Keputusan

Rasulullah SAW mengajarkan untuk bermusyawarah dalam setiap mengambil keputusan

nyzaltour.com

Menjelang perang Badar terjadi, Beliau ﷺ memutuskan akan berhenti di dekat sebuah mata air. Ada seorang sahabat yang bertanya yaitu Hubab bin Mundzir menanyakan perihal keputusan yang diambil oleh Nabi ﷺ, apakah berdasarkan wahyu atau hanya pilihan strategi perang saja. Nabi ﷺ pun menjawab ini hanya strategi perang saja.

Setelah itu Hubab bin Mundzir menyampaikan usulan strategi perang lain. Nabi ﷺ pun mendengarkan usulannya dan selanjutnya didiskusikan dengan sahabat yang lainnya. Dan pada akhirnya Beliau ﷺ memakai usul Hubab bin Mundzir.

Saat perang uhud pun , Nabi ﷺmelakukan musyawarah terlebih dahulu dengan para sahabat. Dan hasil musyawarah itu adalah menyetujui pasukan untuk keluar dan melawan musuh. Hasil itu didapat karena sebagian besar pendapat menginginkan itu, walaupun pendapat Nabi ﷺ berbeda.
Nabi Muhammad ﷺ sering bermusyawarah terlebih dahulu untuk mengambil keputusan. Hal ini menunjukan bagaimana Nabi ﷺ tidak egois, tidak otoriter, bijaksana, tawadhu dan menghargai pendapat orang lain. Bagaimana dengan idolamu ?

Saat Nabi ﷺ Marah Tidak Mengurangi Sifat Rahmat dan Juga Keluruhan Akhlaknya

Marahnya Nabi Muhammad SAW tidak akan menghilangkan sifat rahmatnya

harunelrasyid.wordpress.com

Pada suatu hari, Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabat. Datanglah sekelompok suku Mudhor. Beliau ﷺ melihat kondisi suku tersebut sungguh memprihatinkan, pakaian compang-camping dan tidak mempunyai alas kaki.

Nabi ﷺ sungguh marah karena menyaksikan suku tersebut sampai kondisi itu, namun saudara yang lain tidak membantunya. Beliau ﷺ memerintahkan Bilal untuk adzan. Setelah melakukan shalat, Nabi ﷺ berkhotbah yang intinya menyuruh para sahabat untuk sedekah, bahkan Nabi ﷺ bersabda “ Sekalipun dengan sebutir kurma “.

Setelah mendengar khotbah dari Nabi ﷺ, para sahabat kembali ke rumah masing-masing untuk mengambil uang, makanan, kurma, pakaian sampai menumpuk di hadapan Nabi ﷺ. Beliau ﷺ yang tadinya marah, akhirnya tersenyum gembira karena melihat kepedulian dan bantuan para sahabat.

Nabi ﷺ bukanlah manusia yang tidak pernah marah. Adapun marah ﷺberbeda jauh dengan manusia biasa karena marah Nabi ﷺ sama sekali tidak mengurangi sifat sabar, rahmat dan keluruhan akhlaknya. Bagaimana dengan idolamu ?

Candaan yang Disampaikan Nabi ﷺ Hanyalah Kebenaran

Candaan Nabi Muhammad SAW tidak menggunakan kebohongan namun kebenaran

google.co.id

Ketika Nabi ﷺ pergi ke pasar, Beliau ﷺ melihat seorang sahabat yaitu Zuhair sedang berdiri. Nabi ﷺmendekat dan memeluk Zuhair dari arah belakang. Ternyata bau wangi dan kelembutan tangan dari Nabi ﷺ dikenali oleh Zuhair. Sambil terus memeluk Zuhair, Nabi ﷺ berkata “ Siapa yang mau membeli budak ? “ Zuhair menjawab sambil tertawa, bahwa dirinya tidak akan laku untuk dijual. Nabi ﷺ pun menjawab pernyataan dari Zuhair, “ Tetapi kamu laku di sisi Allah. “

Candaan yang disampaikan Nabi ﷺ tidaklah menjelekkan seseorang dan tidak bercanda yang tidak patut dengan kedudukannya. Candaan yang disampaikan Beliau ﷺ hanyalah kebenaran. Bagaimana dengan idolamu ?
Sudahkah kamu membaca kisah-kisah Nabi Muhammad ﷺ diatas ? betapa banyak akhlak mulia yang dicontohkan Nabi ﷺ agar bisa diteladani oleh para umatnya. Dan bagaimana cara kamu bisa meneladaninya ? salah satunya adalah menyingkirkan semua idolamu yang menjadikan dirimu manusia yang lebih buruk dari sebelumnya dan menjadikan Nabi Muhammad ﷺ sebagai idola utama sekaligus panutan untukmu.

Dengan menjadikan Dirinya ﷺ sebagai idola, maka kamu akan mencari tahu siapakah sebenarnya Dia ﷺ. Dan kamu akan menemukan keindahan dalam sosoknya. Sosok yang akan menyinari dirimu dalam kegelapan.
Semoga kita dapat meniru akhlak Rasulullah SAW  sekaligus menjadikannya panutan bisa menjadi wasilah agar kita semua bisa berkumpul dengannya kelak di surga FirdausNya.

Referensi :
Muhsin Al Jufri, DRS, Sejarah Yang Terpendam, Tangerang: Putera Bumi, Cet. Kedua, 2014.

Akhlak Rasulullah SAW