Apa Arti Paradigma? Berikut Ini Penjelasan Lengkapnya, Yuk Disimak!

Arti Paradigma – Kata paradigma ialah kata yang berasal dari abad pertengahan di Negara Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa latin pada tahun 1483. Ketika itu paradigma memiliki arti pola atau suatu model, dalam bahasa yunani paradigma (para+deiknunai) yang mempunyai arti untuk “bersebelahan”,”membandingkan” (para)dan memperlihatkan (deik)

Cara pandang orang terhadap lingkungan dan dirinya sendiri yang akan memberikan pengaruh terhadap pikiran, sikap dan tingkah laku merupakan pengertian paradigma dalam disiplin intelektual. Paradigma pun memiliki arti seperangkat asumsi, nilai, konsep dan praktik yang digunakan untuk memandang realitas dalam suatu komunitas yang sama, terutama dalam disiplin intelektual.

Pengertian Paradigma Menurut Para Ahli

arti paradigma menurut para ahli

pixabay.com

Arti Paradigma Menurut Emzir (2008:9)

Pengertian paradigma adalah suatu asumsi psikologis mengenai pembentukan tuntutan pengetahuan atau klaim pengetahuan, prosedur umum penyelidikan atau strategi penyidikan dan analisis data dan pelaporan atau metode penelitian dan prosedur jaringan.

Arti Paradigma Menurut Manion

Paradigma adalah suatu studi filosofi pelaksanaan motif dan tujuan.

Arti Paradigma menurut Cohenn (dalam Mackenzie dan Kinpe tahun 2006)

Memberikan batasan paradigma sebagai studi fisolofi pelaksanaan tujuan atau motif.

Arti Paradigma menurut Baker (dalam Moleong, 2004:49)

Paradigma adalah suatu perangkat aturan yang menentukan atau mendefinisikan batas-batas dan sekaligus menjelaskan bagaimana sesuatu harus dijalankan dalam batas-batas tersebut untuk berhasil

Arti Paradigma Menurut Biklen

Pengertian istilah paradigma adalah suatu kumpulan longga sejumlah konsep, asumsi atau proposisi logis terkait yang memberikan arah cara penelitian dan berpikir.

Arti Paradigma Menurut Bogdan (dalam Mackenzie dan Knipe tahun 2006)

Menberikan pernyataan bahwa paradigma merupakan kumpulan longgar sejumlah konsep, asumsi atau proposisi logis terkait yang memberikan arahan cara penelitian dan berpikir.

Arti Paradigma Menurut Harmon(dalam Moleong, 2004:49)

Pengertian istilah paradigma merupakan cara mendasar untuk menilai, berpikir, memahami dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu yang khusus mengenai realitas

Arti Paradigma Menurut George Ritzer pada tahun 1980

Pandangan mendasar ilmuwan mengenai apa materi pelajaran harus dipelajari oleh cabang atau disiplin, dan apa aturan yang harus diikuti dalam menafsirkan informasi yang akan dikumpulkan dalam menanggapi suatu isu-isu ini

Arti Paradigma Menurut Patton

Paradigma merupakan suatu pandangan dunia, suatu sudut pandang umum, atau cara untuk menjelaskan kompleksitas dunia nyata.

Arti Paradigma Menurut Robert Friedrihc tahun 1970

Paradigma adalah sebuah dasar pandangan disiplin mengenai materi pelajaran yang harus dipelajari.

Paradigma Positivisme

pengertian paradigma positivisme

pixabay.com

Paradigma Positivisme berdasarkan beberapa pendapat ialah komunikasi yang merupakan suatu proses linier atau proses sebab akibat yang memberikan cerminan upaya pengirim pesan untuk mengubah pengetahuan penerima pesan yang bersifat pasif.

Teori yang termasuk ke dalam paradigma positivisme diantaranya yaitu teori kulitivasi atau cultivation theory dan Teori Agenda Setting.

1. Teori Kultivasi

Teori Kultivasi merupakan suatu teori yang melakukan penelitian efek jangka panjang dari televisi pada khalayak. Teori ini adalah salah satu teori komunikasi massa yang telah dikembangkan oleh Larry Gross dan George Gerbner dari Universiy of Pennsylvania. Teori ini berasal dari beberapa proyek penelitian dengan skala besar yang berjudul ‘Indikator Budaya’. Tujuan dari Proyek tersebut ialah untuk melakukan identifikasi efek televisi para pemirsa.

Septhen Mirirai dan Gerbner menyatakan bahwa televisi sebagai media komunikasi massa yang telah dibentuk sebagai simbolisasi lingkungan umum atas berbagai masyarakat yang diikat menjadi satu, berperilaku dan bersosialisasi.

2. Teori Agenda Setting

Teori ini dicetuskan oleh Donald Shaw dan Maxwell McCombs. Teori Agenda setting muncul berawal dari penelitian tentang pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 1968. Dari penelitian itu ditemukan bahwa adanya hubungan sebab dan akibat antara persepsi pemilih dan isi media. Shaw dan Mccombs pertama-tama melihat agenda media. Agenda Media dapat terlihat dari aspek apa saja yang coba ditonjolkan oleh pemberitaan media itu.

Teori agenda setting memberikan penegasan mengenai kekuatan media massa dalam mempengaruhi kehalayaknnya. Media Massa dapa membuat beberapa isu menjadi suatu hal penting dari pada yang lain. Media pun bisa memberikan pengaruh tentang apa saja yang perlu kita pikirkan. Bahkan lebih dari itu, kini media massa pun dipercaya mampu untuk memberikan pengaruh bagaimana cara kita berpikir.

Paradigma Konstruktivisme

pengertian paradigma konstruktivisme

pixabay.com

Paradigma Kontruktivisme memberikan pandangan realitas kehidupan sosial bukanlah realitas yang natural, namun terbentuk dari hasil kontruksi. Dikarenakan konsentrasi analisis pada paradigma konstruksionis ialah menemukan bagaimana suatu peristiwa atau realitas tersebut dikonstruksi, dengan melakukan cara apa kontruksi itu dibentuk.

Dalam sebuah studi komunikasi, paradigma kontruksionis ini sering dijumpai disebut sebagai paradigma pertukaran makna dan prduksi. Ia sering sekali dilawankan dengan paradigma transmisi dan paradigma positivis.

Ada beberapa teori yang termasuk dalam lingkup paradigma kontruktivisme ini, diantaranya ialah teori interaksionisme simbolik dan teori kepuasaan dan kegunaan atau use and grafications theory.

1. Teori Kepuasaan dan Kegunaan

Teori penggunaan dan pemenuhan kepuasan berawal muncul pada tahun 1940 dan kembali mengalami kemunculan dan penguatan pada tahun 1970an dan 1980an. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Elihu Katz dan Herbert Bluner pada tahun 1974. Teori ini menyatakan bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk menggunakan media tersebut dan juga untuk memilih.

Contohnya, seseorang ialah satu kelompok dengan konsumen aktif yang secara sadar menggunakan media dengan sebelumnya memilih media yang tepat untuk pemenuhan kebutuhannya dalam hal informasi ataupun hal yang lainnya, baik sosial maupun personal diubah menjadi motif-motif tertentu.

2. Teori Interaksionisme Simbolik

George Harbert Mead pada tahun 1863 sampai 1931 memperkenalkan teori interaksionisme simbolik. Sekitar abad pertengahan ke-20, teori interaksionisme simbolik sudah mulai berkembang. Teori Interaksionalisme simblik atau Symbolic Interactionism merupakan pendekatan teroritis dalam memahami suatu hubungan antara masyarakat dan manusia. Ide dasar teori ini ialah bahwa interaksi dan tindakan manusia hanya dapat dipahami melalui komunikasi yang sarat makna atau pertukaran simbol.

Sebagai contoh merupakan bagaimana proses permainan bahasa dan proses komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan antara dua orang, khususnya laki-laki dengan perempuan. Pada saat mereka melakukan komunikasi dengan menerapkan simbolisasi bahasa Anda dan saya. Jadi konsep diri yang telah dibentuk adalah “Dia ingin diri saya dalam status formal”. Ataupun contohnya simbolisasi bahasa yang digunakan adalah Gue dan Elo, maka konsep yang telah dibentuk ialah “dia ingin menganggap saya sebagai teman atau kawan semata”, serta ‘Aku dan Kamu’ juga yang lainnya.

Paradigma Kritis

pengertian paradigma kritis

pixabay.com

Paradigma Kritis lahir sebagai koreksi dari suatu pandangan kontruktivisme yang kurang efektif dalam reproduksi makna dan proses produksi yang terjadi secara institusional dan historis. Analisis teori kritis tidak berpusat terhadap kebenaran atau ketidakbenaran struktur bahasa, tata maupun proses penafsiran misalnya pada kontruktivisme. Beberapa teori yang termasuk dalam paradigma kritis meliputi teori analisis wacana dan teori feminis.

Sekian sedikit pembahasan mengenai arti paradigma menurut para ahli beserta paradigma kritis, kontruktivisme dan positivisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.

Arti Paradigma

One Response

Leave a Reply