[Lengkap] Kumpulan Contoh Cerpen Singkat dan Unsur Intrinsiknya

Contoh Cerpen Singkat dan Unsur Intrinsiknya – Sebelum kita memasuki pembahasan inti. Kamu tahu tidak mengenai apa itu cerpen? Mungkin pada saat kamu duduk di bangku sekolah sering kali mendengar istilah cerpen. Cerpen atau pada umumnya disebut dengan cerita pendek ini adalah sebuah bentuk prosa naratif fiktif

Sesuai dengan sebutannya, cerpen condong lebih singkat, padat serta langsung kepada tujuannya dibanding dengan beberapa karya fiksi yang lainnya.

Nah di dalam postingan kali ini, kita akan membahas mengenai cerpen lebih rinci lagi. Di mulai dari pengertian cerpen, ciri-ciri, unsur intrinsik serta ekstrinstik cerpen. Disamping itu kita akan mencantumkan beberapa contoh cerpen singkat. Berikut ini beberapa penjelasan lebih detailnya.

Pengertian Cerpen

pengertian cerpen

pixabay.com

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang menceritakan suatu kisah atau cerita mengenai manusia beserta berbagai konflik atau permasalahannya melalui tulisan pendek ataupun singkat. Pengertian cerpen lainnya yaitu suatu karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang maupun kehidupan yang akan dikisahkan secara singkat yang berfokus kepada satu orang tokoh saja.

Cerita pendek pada umumnya mempunyai kata yang jumlahnya kurang dari dari 10 halaman atau 10.000 kata saja. Disamping itu, cerita pendek hanya memberikan suatu kesan tunggal yang demikian dan memusatkan diri kepada salah satu tokoh serta hanya dalam satu kondisi saja.

Ciri-ciri Cerpen

ciri-ciri cerpen

pixabay.com

Pada umumnya banyak yang mengira cerpen itu sama seperti novel, namun sebenarnya dari segi jumlah kata saja sudah memiliki perbedaan. Berikut ini beberapa ciri-ciri cerpen yang perlu kamu ketahui, yaitu sebagai berikut:

  1. Penokohan di dalam sebuah cerpen tidaklah mendalam, sangat sederhana serta singkat.
  2. Mempunyai alur cerita tunggal serta lurus.
  3. Pada umumnya hanya mengisahkan satu peristiwa saja.
  4. Kesan dimasukkan ke dalam cerita cerpen sangat mendalam sehingga para pembaca dapat ikut merasakan apa yang telah terjadi di dalam cerita tersebut.
  5. Penggunaan katanya mudah sekali dimengerti karena menggunakan kata-kata yang sederhana.
  6. Di dalam cerpen, sang tokoh diilustrasikan mengalami suatu konflik atau masalah hingga pada tahap penyelesaiannya.
  7. Cerita yang dikisahkan di dalam cerpen hanya menggambarkan inti sarinya saja. Sehingga tidak menceritakan semua kisah para tokohnya.
  8. Pada umumnya mengisahkan suatu kisah yang berasal dari kehidupan nyata atau sehari-hari.
  9. Cerpen mempunyai jumlah yang kurang dari 10.000 kata.
  10. Cerpen mempunyai jalan cerita yang lebih pendek dibandingkan dengan novel.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

pixabay.com

Cerita pendek atau cerpen memiliki 2 unsur, yaitu unsur ekstrinsik dan unsur intrinstik. Berikut ini pembahasan mengenai lebih lengkapnya.

Unsur Ekstrinstik Cerpen

  1. Latar Belakang Pengarang, berisi mengenai pemahaman pengarang terhadap sejarah hidupnya serta sejarah yang berhasil telah dikarang sebelumnya.
  2. Latar Belakang Masyarakat, sebuah pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat tentang mengenai terbentuknya jalan cerita.

Unsur Intrinstik Cerpen

  1. Tema, suatu gagasan pokok yang menjadi dasar jalannya sebuah cerita dalam cerpen.
  2. Alur/Plot, jalan dari suatu cerita dalam cerpen.
  3. Setting, terkait mengenai dengan suasana, waktu, dan tempat yang terjadi dalam suatu cerpen.
  4. Tokoh, pelaku yang terlibat di dalam cerpen.
  5. Penokohan, memberikan sifat ataupun karakter pada tokoh di dalam cerita tersebut.
  6. Sudut Pandang, cara pandang si pengarang di dalam memandang sebuah peristiwa di dalam cerita.

Contoh Cerpen Singkat Kehidupan

Contoh Cerpen Singkat Kehidupan

pixabay.com

Aku memandang pada langit yang sudah kunjung menua. Bintang yang bercahaya kelap-kelip mulai menghilang diselimuti kesunyian malam. Aku berjalan langkah demi langka di lorong yang sepi nan gelap di malam hari. Indahnya cahaya bulan pada malam ini. Hari ini sungguh hari yang sangat melelahkan.

Konflik yang ku alami dengan orang tua dikarenakan tidak lulus sekolah. Sekaligus hari ulang tahun yang gagal untuk di rayakan. Hadiah motor yang ku dambakan, kini harus di kubur dalam-dalam karena aku tak lulus sekolah, belum lagi adikku sungguh menyebalkan. Semua teman-temanku merayakan kemenangan, sedangkan diriku?

Hari-hari yang keras mengisahkan cerita cinta yang teramat pedas. Angin yang berhembus seakan menebarkan senyumku walaupun sakit di dalam hari ini tetap mengiris. Sesekali aku mengusap air mataku yang jatuh tanpa permisi. Sangat sakit yang kurasakan saat putus cinta. Rasanya beberapa saat yang lalu, aku masih dapat mendengar kata-kata terakhirnya yang telah merobek otakku.

“Sudahlah sana…Kejar saja keinginanmu itu! Kamu kira aku sudah tak laku lagi, jadi hanya ini saja caramu, oke aku ikuti caramu…. Semoga kamu tak menyesal telah menghianati cinta suci ini.”

Kata-kata tersebut sempat masuk ke hpku, di ikuti telpon yang telah sengaja ku matikan dikarenakan muak ku kepada dirinya.

Aku pun termenung di pinggir jalan, sembari memegang kepalaku yang masih sakit.

“Selamat malam..?” Sorry mba sepertinya lagi sedih yah, boleh tidak aku minta uangnya..”

Seorang pemabuk yang pada saat itu memegang botol bir di tangan kirinya sembari berjalan yang tak beraturan. Ia pun mengeluarkan sebilah pisau lipat dan hendak mengancamku. Aku hanya terdiam da tak berkata apa-apa karena sedikit bingung. Akhirnya aku memberikan tas yang berada disampingku kepadanya.

“Ini ambil semua…Aku tidak memerlukan ini semua, yang ku butuh hanyalah kematian…! Aku pun segera melemparkan tas ke hadapannya yang di sambut dengan senyum picik dan ia pun menghilang dari kegelapan malam.

Aku bangkit berdiri dan berjalan seorang diri menyusuri malam, berdiri menatap air sungai yang mengalir dengan deras. Di sini di atas jembatan yang tua. Angin yang sepoi-sepoi menyerang tubuh ini. Aku berdiri menatap langit yang bertaburan bintang gemerlap.

Saat ini aku beranggapan bahwasanya tidak ada yang penting. Secara perlahan aku berjalan menaiki jembatan dan berdiri bebas. Aku pun menutup mata dan hanya beberapa senti saja aku akan jatuh. Aku perlahan mengangkat kaki sebelah kanan dan…?

Tiba-tiba datang sosok pemabuk yang tadi menodongkan pisau kepadaku, menarik baju ku serta menampar pipiku kuat dengan sangat keras.

“Ini uang serta tasmu….!! Aku tidak butuh…! Aku lebih baik mati kelaparan dari pada melihat wanita yang lemah seperti dirimu”  sosok pemabuk itu menarik ku turun serta melemparkan tasku ke tanah.

Lalu ia pergi. Aku bangkit dan mengambil tas ku. Kemudian aku turun menyusuri tangga. Sosok pria mabuk itu terlihat seperti seumuran denganku, di sekujur tubuhnya penuh dengan tato dan tubuhnya sangat kurus. Ia berdiri termenung di tangga sembari sesekali menatap langit dan mengusap air matanya.

“Boleh aku berdiri disini bersamamu? Aku menyapanya namun ia hanya terdiam membisu”. Aku pun berdiri di sampingnya menunggu hingga kapan ia akan berdiri pergi dari sini.

“Kenapa kamu menamparku…?”

“Kenapa kamu menolongku…?”

Aku sudah tak memiliki arti lagi. Pria yang ku cintai selama bertahun-tahun telah menuduhku dengan tuduhan yang tidak jelas.” aku memulai pembicaraan.

Hatiku pun mulai bergejolak sembari sesekali menghapus air mata seakan mengorek kembali luka yang telah sembuh. “Apa kamu akan terus berdiam atau aku telah mengusikmu?. Aku memandangnya dan ia pun kembali memandangku dengan tajam.

Aroma alkohol yang berasal dari mulutnya begitu jelas tercium saat ia bicara.

“Maafkan aku yang telah menamparmu. Sungguh aku meminta maaf karena menurutku kamu terlalu lemah, masalah apapun yang kamu hadapi jangan berhenti untuk bangkit, bukankah kita mengalami hal yang sama disetiap harinya?.”

Pria mabuk itu mengulurkan tangannya, sehingga terlihat jelas ditangannya tersebut hanya terdapat 2 jari yang utuh saja. Aku mulai merinding karena sedikit takut kepadanya. Sehingga aku tidak membalas uluran tangannya.

“Kaget yah mba? Jari ku yang lain itu dipotong oleh preman yang lain dikarenakan persaingan. Hidup di jalan memang seperti ini mba, suasananya sangat dingin serta penuh nyali besar, bahkan untuk tertidur pun saja itu terasa sulut. Harus rela kedinginan dan digigit nyamuk.”

Pria itu pun menceritakan segala kesulitan hidupnya. Aku sadar bahwasanya masih banyak orang yang lebih sulit dibandingkan dengan kesulitan yang diriku hadapi. Aku pun mulai bangkit dari keterpurukan ini untuk menjadikan hidupku lebih baik lagi. Tamat.

Unsur Instrinsik

  1. Tema: Kehidupan / jangan mudah putus asa
  2. Latar:
    – Waktu : di malam hari
    – Tempat: di pinggir jalan serta di atas jembatan
    – Suasana: Sunyi sepi
  3. Alur: Maju
  4. Penokohan:
    – Aku: Seorang yang selalu mengeluh, kurang bersyukur dan mudah putus asa
    – Pria Pemabuk: Kuat menghadapi segala permasalahan hidup dan pemabuk
  5. Sudut Pandang: Orang pertama sebagai pelaku utama.
  6. Nilai:
    – Nilai Kepedulian
    – Nilai Perjuangan
    – Nilai Moral
  7. Amanat:
    – Permasalahan apapun tidak boleh berhenti untuk bangkit.
    – Kegagalan merupakan awal dari keberhasila.
    – Hadapi setiap permasalahan, jangan lari dari masalah.
    – Roda kehidupan itu berputar, terkadang manusia itu berada diatas dan terkadang berada dibawah.
    – Bersyukurlah atas setiap apa yang sudah dimiliki dan diberikan oleh Allah SWT.
    – Jangan mudah putus asa dalam menghadapi setiap masalah atau kerasnya hidup.

Contoh Cerpen Seorang Istri

Contoh Cerpen Seorang Istri

pixabay.com

Wanita tersebut bernama Martini. Kini ia telah kembali untuk mengijakkan kaki di tanah air yaitu tanah air Indonesia, setelah tiga tahun ia meninggalkan kampung halamannya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari arah selatan Wonosari Gunung Kidul. Di dalam benak wanita tersebut berbaur antara rasa haru, rindu dan senang. Tinggal hitungan jam, ia akan dapat bertemu kembali dengan sang suami dan anaknya.

Ketika itu Martini meninggalkan anaknya yang masih berumur tiga tahun. Ia membayangkan anak laki-lakinya kini sudah duduk dibangku sekolah dasar mengenakan seragam putih merah serta menempati rumahnya yang baru hasil dari keringatnya bekerja di Arab Saudi.

Martini merupakan seorang tenaga kerja wanita yang tergolong berhasil dari sekian banyak cerita mengenai tenaga kerja wanita yang nasibnya tidak seberuntung Martini. Tak jarang seorang TKW pulang kembali ke tanah air dengan berbadan dua alias hamil tanpa jelas siapa ayah sang janin tersebut.

Disiksa, dianiaya dan berbagai macam penyiksaan terus dialami oleh TKW Indonesia di luar negeri. Martini merupakan TKW yang beruntung memiliki majikan yang sangat baik hari, bahkan dalam kurun waktu tiga tahun bekerja dengan majikannya. Ia sudah dua kali melaksanakan umroh dengan dibiayai oleh majikannya.

Setelah pesawat sampai di bandar, martini melihat dengan seksama disekelilingnya. Ia berharap ada suami dan anaknya yang menjemput dirinya. Rasa kecewa dan iri sempat merasuki pikirannya pada saat ia melihat rekan-rekannya dijemput serta disambut kedatangannya oleh keluarganya.

Namun ia memilih untuk berhusnudzon karena ia berpikir bahwa ia datang terlambat tiga hari dari jadwal kepulangannya. Bahkan Martini merasa bersalah karena tidak memberitahukan kedatangannya melalui telepon sebelumnya.

Akhirnya ia memutuskan naik taksi bandara menuju terminal Pulogadung. Dari terminal Pulogadung ia akan langsung berangkat ke Wonosari dengan menaiki bus maju lancar. Ia ingin segera naik bus dan langsung beristirahat karena tubuhnya saat ini sudah terlalu letih untuk perjalanan yang cukup memakan waktu dan tenaga dari Arab Saudi.

Tanpa ia sadari, ia sudah sampai di kampung halamannya yaitu di Wonosari. Namun, ia melihat ada hal yang aneh, rumahnya yang sekaligus warisan ayahnya yang telah ia huni bersama suami, anak dan ibunya masih terlihat sama. Ia berpikir dimana rumah baru yang dikirimkan fotonya oleh suaminya.

Ia pun langsung mengetuk pintu rumah, lalu ada seorang anak yang menjawab.

“Mba ingin cari siapa?” tanya anak tersebut setelah membukakan pintu rumah.

“Andra? Ini aku ibumu, sudah lupa ya. Apakah bapakmu tidak pernah menceritakan tentang diriku?” ucap martini yang balik bertanya kepada anaknya.

“Ayah? Ibu? silahkan masuk. Sebentar nanti Andra bangunkan mbah dulu,” Ucap Andra sambil berlari menuju ke arah kamar sang nenek.

Martini pun masuk ke dalam rumah sambil memerhatikan keadaan rumah yang tidak berubah sedikit pun semenjak ia pergi. Ibu Martini pun keluar dari kamarnya menyambut sang anak, lalu disusul Anda yang membawakan segelas teh hangat.

“Bagaimana keadaan simbok?”. Tanya Martini kepada ibunya.

“Oh, anakku simbok di sini keadannya baik-baik saja, kamu sendiri bagaimana keadaannya, tin?”. Tanya balik ibunya kepada Martini.

“Aku baik-baik saja mbok, oh iya mau tanya suami aku dimana yah mbik?” Tanya Martini. Mendengar hal tersebut raut ibu Martini berubah drastis.

“Tentang suamimu, nanti simbok akan ceritakan padamu, sebaiknya kamu istirahat dulu. Kamu pasti capek setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh. Inget, diminum dulu teh hangatnya”. saran ibu Martini.

Martini pun menurut saja apa yang telah disarankan oleh ibunya. Setelah meminum segelas teh hangat, ia pun tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Tetapi, tetap aja ia tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya tetap memikirkan tentang suaminya.

Karena rasa penasarannya, ia pun mencoba bangkit lalu bertemu dengan ibunya yang sedang memasak di dapur.

“Maaf mbok, suamiku dimana yah? Tini sudah rindu dan ingin bicara dengannya.” Ujar Martini memulai kembali percakapan. Ibu Martini pun terlihat berpikir sejenak, kemudian berdiri dan mengambil satu gelas air putih dari kendi.

“Minumlah air putihnya supaya kamu lebih tenang. Tini, nanti simbok akan ceritakan di mana suamimu berada, jika kamu sudah tidak sabar.”

Ia pun diceritakan oleh ibunya mengenai suaminya yang telah membuat rumah baru di desa sebelah. Namun ia tergoda oleh wanita yang tepat berada disebelah rumah baru tersebut, yaitu tetangganya sendiri. Akhirnya ia pun meninggalkan kami disini.

Wajah Martini pun terlihat sedih mendengar kabar tersebut. Ia telah bersusah payah kerja demi suami dan anaknya. Namun suaminya tersebut meninggalkannya. Pikirannya sangat kacau ketika itu. Ia pun memutuskan untuk menyambangi suami dan istri barunya. Ia berjalan dengan penuh rasa kecewa dan sekaligus sedih.

Tapi, tiba-tiba terdengar suara, “Mbak-mbak bangun sudah sampai Wonosari!”. Dan ternyata kejadian tersebut hanyalah mimpi. Setelah bangun, ia memastikan bahwasanya hal tersebut merupakan mimpi yaitu dengan melihat ke jendela.

“Alhamdulillah Ya Allah, ternyata semua itu mimpi.” ucapan syukur Martini yang bahagia karena kejadian yang membuat ia sedih merupakan mimpi.

Unsur Intrinsik

  1.  Tema: Percayalah kepada niat baikmu.
  2. Latar:
    – Tempat: Di dalam bis dan di kampung halaman (Wonosari)
    – Waktu: Tiga tahun sesudah kepergian Martini menuju Arab Saudi.
    – Suasana: Diawal cerita suasana yang tampak biasa saja, namun pada pertengahan kisah suasana yang timbul sedikit menegangkan pada saattokoh utama bermimpi
  3. Alur: Alur Maju
  4. Tokoh:
    – Martini : Wataknya bertanggung jawab terhadap keluarga, pekerja keras, lembut dan sabar.
    – Mbok: Sabar
    – Andra: Patuh terhadap orang tua
    – Mas +oko: Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga.
  5. Sudut Pandang: orang ketiga
  6. Suasana Hati/Mood: kebahagiaan, penyesalan, kecemburuan, kesabaran dan kecuriagaa.
  7. Amanat:
    – Senantiasa berbuat baik untuk menggapai ridho Allah SWT.
    – Kesabaran serta keuletan dalam bekerja akan membuahkan hasil.
    – Jangan bersikap su’udzon terhadap segala hal sebelum ada buktinya.
    – Seharusnya seorang suami haruslah bertanggung untuk mencari nafkah bukan sang istri.

Unsur Ekstrinstik

  • Nilai Moral:
    Di dalam cerpen ini memberikan pesan bahwasanya kita harus bersikap husnudzon atau berprasangka baik sebelum mempunyai bukti yang kuat, karena sikap tersebut merupakan budi pekerti yang baik.
  • Nilai Sosial Budaya:
    Di dalam masyarakat pada zaman sekarang, banyak sekali yang pergi keluar untuk bekerja adalah seorang istri dalam mencari nafkah. Padahal norma dan budaya yang ada itu mengharuskan seorang lelaki lah yang mencarikan nafkah untuk anak dan istrinya.

Contoh Cerpen Singkat Cinta

contoh cerpen singkat cinta

pixabay.com

Jarum jam terus-menerus berputar, gerimis pun menjadi hujan. Sudah hampir tiga jam serta sekarang hampir mendekati waktu maghrib, sika yang sejak pulang sekolah terlihat murung akhirnya mengurung diri di dalam kamarnya.

Sika pun kembali melirik buku catatannya seperti buku tersebut berkata kepadanya.

“Bacalah aku sika!”

Tetapi sebaliknya Sika melemparkan bukunya ke lantai karena merasa kesal.

“Adduuh susah sekali sihhhh masuk ke otak”. Kata sika yang meluapkan kekesalannya karena belajarnya tidak dapat maksimal. Sika pun memutuskan untuk menyelonjorkan kaki di kasurnya serta sambil mengambil posisi berbaring agar bisa menenangkan pikirannya.

Ia pun terbaring sambil teringat dengan mantan kekasihnya. “Hmmmm Anda saja….. AAAAHHH jadi tambah males, kenapa sihhh!” kata sika dikarenakan ingat dengan mantan kekasihnya.

Sama seperti halnya perempuan pada umumnya yang pernah merasakan jatuh cinta serta patah hati. Sika pun merasakan hal yang sama pada saat masih berpacaran dengan Andri. Di dalam hatinya sika sangat menyesal karena sudah menyianyiakan Andri.

“Ahhh bodoh sekali aku, kenapa aku dulu menyianyiakan Sndri.” kata Sika sambil menyesal. Sika pun mengambil foto Andri yang tersimpan pada laci. “Ihhh kenapa aku membuat kesalahan seperti ini”. “Kenapa aku tidak bersyukur mempunyai pacar seperti Andri”.

Walaupun Andri bukanlah laki-laki yang mempunyai sifat dewasa dan lebih cenderung memiliki sifat kekanak-kanakan, tetapi Sika tidak bisa lepas dari Andri. Pada saat Andri memberikannya satu pucuk surat kecil kepada Sika mengenai perasaannya yang ingin putus sika tak tahu lagi harus menolak atau mengiyakan pada waktu itu.

“Kenapa aku tidak berpikir lebih dewasa.. ihhh?” gumam Sika.

Semenjak putus dari Andri, Sika sering terlihat melamun seorang diri dan berkhayal andai waktu bisa diputar kembali serta ia bisa berpikir lebih dewasa ketika Andri memberikan surat putus tersebut.

Walaupun Sika hidup di dalam keluarga yang lebih terkesan “broken home” dikarenakan mempunyai seseorang yang gampang sekali memukul. Namun hal tersebut tidak menjadikan Sika sebagai perempuan yang selalu sedih dan pendam. Karena sejatinya Sika merupakan perempuan yang tegar.

Telolet…. Telolet! Bunyi bel istirahat di sekolah pun berdering dengan kencang. Tetapi Sika tetap tidak beranjak dari tempat duduknya. Dengan tatapan yang kosong serta tidak bergerak seperti orang tertidur, Sika yang sedang melamun dan bengong dibangunkan oleh temannya.

“Siikkkk! sambil memegang tangannya yang menopang kepalanya.

“Elu kok melamun aja sih, kenapa?”

“Adduuh, rin kok keliatan lesu sekali kan biasanya sering sholat dhuha. Tapi kok sekarang sudah jarang. hhihi.”

“Sikk, ini ada Andri tuh!”, kata Rini sembari menyenggol sika.  “Apaan sih! Kalau kamu uka dengan dia jangan senggol-senggol aku!” “Yeeee, yang suka aku atau kamuuu?” balas rini dengan menyindir Sika.

“Aku sudah putus rin dengan Andri”. Sahut kembali Rini dengan menahan tawa yang sebenarnya terasa sangat pahit.

Hari demi hari terus berlalu. Tetapi perasaan Sika pada Andri ternyata tidak bisa berubah. Sika tidak bisa membohongi perasaanya karena sika masih memiliki rasa sayang kepada Andri.

Pada suatu siang ketika pelajaran matematika, seperti biasanya sika tampak melamun, membayangkan seandainya ia masih berpacaran dengan Andri alangkah indahnya hidupnya. Tetapi semua itu hanyalah lamunan. Ibu Yuli selaku guru matematika pun melihat kelakuan si Sika yang sedang melamun di jam pelajarannya.

Bu Yuli pun menegurnya, “Sikaaa kamu lagi ngapain? Bukannya belajar malah melamun!.”

“Enggak.. enggak bu.. saya nggak melamun kok.” kata Sika untuk melakukan pembelaan.

“Kalau kamu gak niat belajar, lebih baik kamu pulang aja! Daripada kamu mengganggu teman-temanmu yang lain!!” lanjut bu Yuli yang masih marah.

Akhirnya pelajaran matematikan pun selesai. Sika yang dimarahin habis-habisan oleh bu Yuli pada jam pelajaran matematika sangat malu. Tapi ternyata secara tiba-tiba datang Andri menanyakan tentang kejadian tadi siang.

“Kamu kenapa sik? Kamu harus lebih hati-hati yah, kan kamu tahu bahwa bu Yuli merupakan salah satu guru yang galak di sekolah ini.” kata Andri menasehati Sika

“Nggak apa-apa, iya aku akan lebih hati-hati.” jawab sika

Sika merasa senang sekali mendapatkan perhatian dari sosok lelaki yang ia sayangi.

Setibanya di rumah, sika dipanggil ayahnya untuk membicarakan sesuatu hal. Ternyata isi pembicaraan sika dan ayahnya yaitu mengenai lamaran. Ayahnya menceritakan bahwa nanti akan ada datang melamar dirinya.

Namun sika tidak bisa berbuat apa-apa karena sika sudah mengetahui watak ayahnya yang ringan tangan sehingga ia memilih untuk diam.

Ia pun menemui ibunya dengan keadaan menangis. Sika tidak bisa menyembunyikan kesedihannya karena tidak ingin dinikahkan. Namun sang ibu menenangkan Sika dan memberikan saran untuk mencobanya saja.

Keesokan paginya datang satu rombongan pelamar datang yang berniat untuk melamar Sika. Dengan suasana hati yang tidak karuan. Sika berusaha untuk tegar dan berani menghadapi setiap permasalahannya.

Setibanya calon pelamar di hadapan Sika. Betapa kaget dirinya melihat Andri yang datang.

“Kamu Andri?.” tanya Sika yang kaget karena melihat Andri.

“Iya aku, disini diriku datang bersama kedua orang tuaku untuk melamarmu. Maafkanku atas segala kesalahan yang pernah ku lakukan dahulu.” jawab Andri.

Akhirnya lamaran pun berjalan lancar. Dan beberapa bulan ke depan akan diselenggarakan pernikahan setelah kelulusan sekolah mereka. Tamat.

Unsur Intrinsik Cerpen

  • Tema: Percintaan dan Takdir
  • Amanat: Sebaiknya pikirkanlah matang-matang setiap keputusan atau tindakan agar tidak menyesal nantinya.
  • Alur: Alur yang dipakai yaitu alur campuran (maju dan muncur)
  • Setting:
    – Kelas ketika saat jam istirahat
    – Sekolah pada waktu jam sekolah
    – Rumah Sika
    – Kamar Sika
  • Tokoh dan Watak:
    – Bu Yuli: Galak dan tidak sabaran
    – Ibu Tari: Penyayang serta sabar
    – Bapak Tari: Egois, emosian dan keras kepala
    – Rini: Setia kawan, lucu serta perhatian
    – Andri: Perhatian, pemalu dan kekanak-kanakan
    – Sika: Taat beribadah, pelamun, kuat, tabah, tertutup dan sabar
  • Sudut pandang: sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandan orang ketiga dikarenakan pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita.

Sekian pembahasan mengenai contoh cerpen singkat dan unsur intrinsiknya. Semoga dapat bermanfaat.

Leave a Reply