Kerajaan Majapahit, Sejarah, Peninggalan, Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit – Dalam sejarah Indonesia, Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Wilayah kekuasaannya sangat luas, membentang hampir di seluruh Nusantara.

Jika melihat wilayah Indonesia saat ini, wilayah negara tetangga masuk dalam wilayah kekuasaan kerajaan majapahit pada saat itu. Imperium kerajaan majapahit memberikan warisan gemilang sejarah yang cukup membanggakan dalam sejarah Indonesia.

Melihat dari kenyataan ini dapat dilihat bahwasanya Indonesia merupakan negara yang besar sebelum kolonialisme mencengkeram Indonesia. Bangsa barat yang pertama datang ke Nusantara adalah bangsa Portugis, yaitu pada tahun 1511. Itu artinya kolonialisme datang ke nusantara 33 tahun setelah keruntuhan kerajaan majapahit.

Negara kita merupakan negara yang lahir dari darah kesatria. Kita memiliki sejarah panjang yang sangat kaya raya. Kebudayaan dan tradisi yang kuat adalah diri bangsa ini. Pada masa itu, terutama pada masa kerajaan majapahit, negara kita bukan negara yang bergantung terhadap negara lain, tetapi dapat berdiri kokoh dengan kaki sendiri, bukan juga negara yang tidak memiliki tahu jati dirinya seperti sekarang ini.

Penjajahan yang sangat lama itu memaksa kita tidak mengenali diri sendiri, dan itu masih berlaku sampai sekarang, kita tidak tahu siapa kita, siapa bangsa kita ini. Menyesali dan meratapi masa lalu tidak ada gunanya, yang harus dilakukan sekarang ini yaitu bersama-sama belajar mengenali jati diri bangsa kembali, caranya dengan mempelajari sejarah bangsa kembali, seperti kata Soekarno “Jas merah (jangan lupakan sejarah)”.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas kerajaan majapahit, salah satu kerajaan di Indonesia. Bahkan hanya membahas majapahit saja, akan banyak sekali hal yang perlu dibahas, untuk itu carilah posisi yang paling nyaman sebelum Anda membaca artikel ini.   

Sejarah Kerajaan Majapahit

sejarah kerajaan majapahit
ahmadsamanto.wordpress.com

Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1293-1478, merupakan salah satu kerajaan Hindu-Budha yang ada di Nusantara. Kerajaan ini terletak di sebuah kota kecil, di persimpangan Kali Mas dan Kali Porong. Tepatnya di daerah Trik, sebelah tenggara Kota Mojokerto, di lembah sungai brantas. Majapahit berdiri setelah runtuhnya Kerajaan Singasari, didirikan oleh Raden Wijaya.

Raden Wijaya masih memiliki ikatan saudara dengan Kerajaan Singasari. Pada saat itu Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang, raja Gelang Gelang. Sebelum pasukan dari Gelang Gelang menyerang Kerajaan Singasari, Kertanegara memerintahkan kepada Raden Wijaya untuk memimpin perlawanan melawan pasukan Jayakatwang.

Pada saat itu pasukan yang dipimpin oleh Raden Wijaya terus terdesak, hingga mengakibatkan Raden Wijaya melarikan diri ke Madura bersama dengan para pengikutnya. Adipati Madura, Aria Wiraraja memberi saran kepada Raden Wijaya untuk pura-pura menyerah dari Jayakatwang, Jayakatwang percaya dengan Raden Wijaya.

Setelah mendapatkan kepercayaan dari Jayakatwang, Raden Wijaya meminta daerah Trik di dekat sungai brantas untuk dijadikan sebuah desa. Ia berdalih bahwa pembukaan desa tersebut sebagai pertahanan pertama apabila musuh datang dari sungai brantas. Ijin didapatkan, dengan bantuan Aria Wiraraja< Raden Wijaya berhasil membuka hutan di daerah Trik menjadi sebuah desa yang dinamakan Majapahit.

Nama Majapahit berasal dari pohon-pohon maja yang banyak tumbuh di daerah tersebut. Bahkan pada tahun 1292 daerah tersebut masih berupa hutan belantara, hutan yang banyak ditumbuhi pohon maja. Di desa itulah, bersama dengan para pengikut setianya Raden Wijaya diam-diam memperkuat diri dengan mengambil hati penduduk sekitar daerah tersebut, terutama penduduk yang datang dari daerah Daha dan Tumapel.

Pada tahun 1293 tentara Khubulai Khan datang ke Jawa untuk membalas dendam kepada Kertanegara, karena telah melukai Meng Qi, seorang utusan dari Mongol. Tetapi saat sampai di Jawa Kertanegara tidak ada, ia sudah dibunuh oleh Jayakatwang.

Raden Wijaya memanfaatkan pasukan mongol dan mengajak mereka menyerbu Kerajaan Singasari yang dipimpin oleh Jayakatwang. Setelah Singasari ditundukkan, Raden Wijaya mengusir pasukan Mongol, karena menganggap bahwa tugas mereka sudah selesai.

Setelah itu Raden Wijaya diangkat menjadi raja Kerajaan Majapahit. Slamet Muljana dalam buku Tafsir Sejarah Nagarakertagama mencatat bahwa Kerajaan Majapahit bisa dikatakan lanjutan dari Kerajaan Singasari yang runtuh pada tahun 1292, dengan dibuktikan dari kesetiaan pendirinya terhadap para leluhur Singasari (raja-raja Singasari yang sudah meninggal).

Ketika pengangkatan Raden Wijaya sebagai raja, dalam nama abhiseka nya  ia menggunakan nama pendiri Kerajaan Singasari, yaitu rajasa. Itu membuktikan bahwasanya Kerajaan Majapahit bisa dikatakan sebagai lanjutan dari Kerajaan Singasari.

Kejayaan Majapahit

kejayaan majapahit
www.asrinesia.com

Sama dengan kerajaan-kerajaan lain, setiap kerajaan pasti memiliki puncak kejayaannya masing-masing. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, yaitu pada tahun 1350 – 1389 M.

Bahkan saking luasnya wilayah kekuasaan Majapahit, bisa dikatakan bahwa Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk berkat bantuan Patih Gajah Mada.

Bahkan Patih Gajah Mada pernah melancarkan serangan laut ke Palembang, yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Majapahit. Bukan hanya itu saja, tetapi Hayam Wuruk berhasil memperluas wilayah kekuasaannya ke berbagai daerah di Nusantara, mulai dari Sumatera, Borneo, Bali, Kepulauan Nusa tenggara, Maluku, Semenanjung Malaya, hingga ke Negara Filipina.

Patih Gajah Mada juga memiliki misi untuk mempersatukan seluruh wilayah Nusantara. bahkan ia sampai membuat sebuah sumpah, yaitu sumpah Palapa. Sumpah yang isinya, ia tidak akan mundur dari jabatannya sebelum ia berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara. Ia sangat berkomitmen ingin menyatukan seluruh Nusantara.

Bukan hanya terkait wilayah kekuasaannya saja, tetapi masa kejayaan Majapahit juga meliputi masalah ekonomi, kebudayaan, dan politik. Seluruh bidang mengalami kemajuan pada masa Kerajaan Majapahit, bidang ekonomi, kebudayaan, dan politik seluruhnya mengalami kemajuan.

Pada pembahasan selanjutnya kami akan menjelaskan kepada Anda terkait kemajuan ekonomi, budaya, dan politik pada waktu itu.

Majunya Ekonomi Kerajaan Majapahit

majunya ekonomi kerajaan majapahit
oediku.wordpress.com

Ekonomi merupakan salah satu bidang yang sangat menentukan kemajuan suatu wilayah. Sejahtera tidaknya penduduk di suatu daerah tergantung dari perekonomian mereka. Itulah mengapa perkembangan pertumbuhan ekonomi pada masa Kerajaan Majapahit dikatakan sebagai masa kejayaan kerajaan tersebut. Selain perluasan wilayah kekuasaan, faktor lainnya yaitu pertumbuhan perekonomian.

Pada masa kerajaan Majapahit, perekonomian di Nusantara terus berkembang dengan sangat baik. Rata-rata penduduk nusantara bekerja sebagai petani. Hasil pertanian membuat mereka hidup dengan sangat layak. Mereka memiliki hasil panen melimpah, sehingga tidak kekurangan persediaan makanan sama sekali.

Tidak perlu bingung mengapa pada masa itu mereka hidup dengan sangat baik meskipun hanya bertani. Ingatlah bahwa sesuatu yang dianggap tradisional sebenarnya tidak selalu buruk dan akan membuat seseorang memiliki penghasilan rendah. Tidak bisa juga dikatakan bahwa menjadi petani akan membuat Anda kaya dengan cepat.

Tetapi apabila bisa kreatif tentu saja hasil yang akan didapatkan juga bagus. Selain menjadi petani, orang masyarakat pada saat itu bekerja sebagai pedagang. Bahkan saking majunya, Nusantara menjadi pusat pertemuan antara pedagang dari banyak daerah, seperti India, Cina, dan lainnya.

Sebenarnya pekerjaan yang paling menyenangkan dilakukan adalah menjadi majikan untuk pekerjaan sendiri. Dengan menjadi bos pekerjaan sendiri, Anda bisa melakukan apa saja yang Anda ingin lakukan, Anda juga bisa bekerja kapan pun Anda mau.

Begitu juga menjadi petani dan pedagang, Anda adalah bos dari pekerjaan Anda sendiri, tidak ada yang menyuruh Anda melakukan ini itu, jika ada kesalahan juga tidak ada yang akan menegur Anda, bahkan tidak ada yang bisa memecat Anda dari pekerjaan tersebut.

Itulah mengapa orang pada saat itu lebih memilih bertani dan berdagang, mereka lebih suka menjadi bos atas pekerjaan mereka. Tanah di negara kita sangat mendukung untuk perkebunan dan pertanian, sehingga potensi tersebut harus kita manfaatkan dengan sangat baik. Pada saat itu pemerintahan di Kerajaan Majapahit juga mendukung pekerjaan yang dilakukan oleh rakyatnya.

Pada saat ini, seharusnya juga demikian, pemerintah seharusnya juga membantu dengan menyediakan kebijakan yang mendukung para petani. Tetapi yang sering kita dengar saat ini, petani sering mengalami kesulitan, terutama kesulitan mendapatkan pupuk untuk tanaman mereka.

Kebudayaan Majapahit

kebudayaan majapahit
kompasiana.com

Majapahit merupakan kerajaan terbesar yang bercorak Hindu-Budha. Pada saat itu kebudayaan di Nusantara berkembang dengan sangat baik. Tradisi keagamaan Hindu dan Budha bisa berjalan beriringan. Bahkan acara-acara terkait kebudayaan juga sering digelar, mulai dari tari-tarian, upacara adat, serta pemujaan terhadap dewa-dewa berjalan dengan cukup baik.

Sejak dulu setiap daerah di Nusantara memang memiliki perbedaan seperti saat ini, perbedaan suku, bahasa, budaya, adat istiadat, bahkan agama. Perbedaan ini bahkan tidak menjadikan antara daerah satu dengan lainnya saling bermusuhan, mereka semua tetap bisa berjalan berdampingan.

Jadi perbedaan di Indonesia saat ini tidak lahir dalam jangka waktu pendek, tetapi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, jauh lebih lama ketimbang Kerajaan Majapahit sendiri. Indonesia sekarang ini tidak akan bisa dibuat seragam, karena selain itu tidak mungkin, ini memang jati diri bangsa yang akan membuat bangsa kehilangan arah ketika ada yang memaksa ingin menyeragamkannya.

Perbedaan bangsa kita memang bukan untuk diseragamkan, tetapi untuk disatukan dengan menganggap perbedaan itu sebagai kekayaan yang dimiliki oleh bangsa ini. Hal itu sebagaimana semboyan bangsa kita,  yaitu “Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu)”.

Founding father bangsa Indonesia tidak memilih semboyan dengan sembarangan, mereka menggunakan yang bisa dilacak sampai pada zaman Majapahit atau bahkan lebih. Semboyan ini merupakan semboyan Nusantara yang tidak lahir begitu saja pada masa kemerdekaan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika usianya tidak semuda itu, tetapi sudah berusia ribuan tahun lamanya.

Untuk mengetahui asal usul semboyan ini Anda bisa membaca buku berjudul “Melacak Jejak Spiritualitas Bhinneka Ika & Visi Penyatuan Nusantara. Di sana Anda juga bisa menemukan literatur lain terkait narasi Bhinneka Tunggal Ika. Pada masa Kerajaan Majapahit, Patih Gajah Mada pernah memiliki misi menyatukan seluruh Nusantara, ingat bukan menyeragamkan, tetapi menyatukannya.

Bahkan saking besarnya keinginan itu ia sampai bersumpah tidak akan melepaskan jabatannya sebelum berhasil menyatukan seluruh Nusantara, melalui sumpahnya yang sangat termasyhur, sumpah Palapa.

Struktur Pemerintahan dan Wilayah Majapahit

struktur pemerintahan dan wilayah majapahit

Sistem pemerintahan pada zaman kerajaan yaitu sistem kerajaan. Sistem pemerintahan kerajaan artinya raja menjadi pemegang kekuasaan tertinggi. Sekarang juga masih ada negara yang menerapkan sistem kepemerintahan kerajaan, seperti negara inggris, perancis, dan masih banyak lagi.

Raja atau ratu di negara-negara tersebut menjadi kepala negara yang dibantu oleh perdana menteri sebagai kepala pemerintahan dan para pejabat negara lainnya. Kerajaan memiliki sistem kepemerintahan monarki, artinya hanya keturunan raja yang bisa menjadi raja selanjutnya atau bisa dikatakan turun temurun.

Hal ini karena raja dianggap sebagai keturunan dari dewa, sehingga masih memiliki darah murni dan ia yang harus memerintah. Dalam keperintahannya raja dibantu oleh para pejabat kerajaan, seperti penasehat kerajaan, patih, senopatih, dan lainnya. Ketika menurunkan perintah, biasanya raja Majapahit tidak menurunkan langsung kepada prajurit atau kepada rakyatnya, tetapi diturunkan kepada pejabat kerajaan.

Berikut pejabat-pejabat kerajaan yang biasanya mendapat perintah dari raja.

  1. Kepada Rakryan Mahamantri Katrini, jabatan yang biasanya ditempati oleh putera-putera raja.
  2. Kepada Rakryan ri Pakirakiran, jabatan yang dijabat oleh dewan menteri kerajaan.
  3. Kepada Dharmmadhyaksa, yaitu jabatan yang dijabat oleh pejabat hukum keagamaan.
  4. Kepada Dharmmaupapatti, yaitu jabatan yang dijabat oleh pejabat keagamaan.

Para pejabat-pejabat di atas biasanya memegang daerah tersendiri, daerah yang masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Melalui pejabat-pejabat inilah pesan atau perintah raja kepada prajurit atau masyarakat disalurkan. Pada jabatan Rakryan Mantri di Pakirankiran, terdapat pejabat penting kerajaan yang membantu raja Majapahit untuk menjalankan kebijakan kepemerintahannya, yaitu Rakyan Marapatih atau Patih Hamangkubumi.

Kerajaan Majapahit juga memiliki dewan pertimbangan kerajaan yang diisi oleh sanak saudara dari raja yang disebut dengan Bhatara Saptaprabu. Selain sebagai dewan pertimbangan, kerabat raja bisa juga menjadi raja-raja kecil di bawah wilayah kekuasaan Majapahit yang disebut dengan Paduka Bhatara, yang bertugas untuk membantu pertahanan Kerajaan Majapahit dan mengumpulkan upeti.

Seperti yang tercatat dalam prasasti Wingun Pitu (1447 M), tercatat bahwa wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit dibagi menjadi 14 wilayah, disetiap wilayahnya dipimpin oleh seseorang yang diberi gelar Bhre. Berikut pembagian ke-14 wilayah Kerajaan Majapahit:

  1. Keling
  2. Kahuripan
  3. Kabalan
  4. Jagaraga
  5. Daha
  6. Wengker
  7. Tumapel
  8. Tanjungpura
  9. Singhapura
  10. Pajang
  11. Matahun
  12. Kembang Jenar
  13. Kelinggapura

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

runtuhnya kerajaan majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan di Jawa, yang memiliki sejarah kejayaan membanggakan di Nusantara. Seluruh bidang kehidupan pada masa Kerajaan Majapahit berkembang dengan sangat baik, bahkan penduduk-penduduknya berhasil mengembangkan kecanggihan dalam kegiatan komersial dan artistik.

Pada masa kepemerintahan Kerajaan Majapahit bidang seni dan sastra juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bahkan penduduk sebenarnya juga sudah memiliki modal dalam dunia seni dan sastra, sehingga mereka tinggal menjaga dan mengembangkannya saja. Bukan hanya di bidang seni dan sastra, tetapi juga di bidang lainnya, seperti ekonomi, politik, teknologi, kerajinan, dan lainnya.

Bahkan pada masa Kerajaan Majapahit ini, Nusantara menjadi pusat perdagangan dari berbagai negara. Namun pada akhirnya kerajaan sebesar ini juga mengalami masa kemundurannya bahkan keruntuhannya. Majapahit runtuh karena berbagai masalah, berikut penyebab kemunduran Kerajaan Majapahit.

Kemunduran kerajaan majapahit

READ  Mau Bootloader Tapi Malas Pergi Ke Jasa Service Hp, Lakukan Cara Download Bootloader Andromax C2 Ini Di Rumah

Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran setelah Raja Hayam Wuruk meninggal, karena wilayah kekuasaannya yang sangat besar ini, terjadi perebutan kekuasaan di antara putera puteri kerajaan. Perebutan kekuasaan tersebut terutama antara Putri Kusumawardhani dan pangeran Wirabhumi.

Setelah Raja Hayam Wuruk meninggal, kerajaan dipimpin oleh Wirakramawardana, suami dari putri Kusumawardhani. Wikramawardana masih famili dengan Kerajaan Majapahit. Bersamaan dengan diangkatnya Wikramawardana sebagai raja majapahit, pangeran Wirabumi juga menyatakan tahta sebagai raja Majapahit. Di sanalah awal mula terjadinya pertempuran saudara, yang terkenal dengan perang pareggreg.

Pertempuran tersebut akhirnya dimenangkan oleh Wikramawardana, Pangeran Wirabumi berhasil ditangkap dan dipenggal kepalanya. Wikramawardana memimpin majapahit pada tahun 1405 – 1406, dan selanjutnya digantikan oleh anaknya yang bernama Putri Suhita. Putri Suhita memimpin majapahit antara tahun 1426-1447.

Faktor utama yang mengakibatkan kemunduran majapahit

Selain itu, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan Majapahit runtuh begitu saja. Berikut beberapa faktor utama yang penyebab keruntuhan Kerajaan Majapahit yang perlu Anda tahu.

  1. Banyak sekali permasalahan perebutan kekuasaan antar saudara di Kerajaan Majapahit. Salah satu yang paling terkenal yaitu perang pareggreg, antara Wikramawardana dan Wirabumi. Perebutan kekuasaan itulah yang menjadi faktor kemunduran kerajaan majapahit.
  2. Raja setelah Hayam Wuruk tidak bisa menjadi pusat pemerintahan yang memiliki kemampuan mempertahankan kekuasaan Kerajaan Majapahit, sebagaimana Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada.
  3. Mulai berkembangnya kerajaan-kerajaan islam di wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Majapahit ini mulai runtuh setelah kerajaan-kerajaan islam tersebut bersatu.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

peninggalan kerajaan majapahit

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang pernah memiliki kekuasaan hampir di seluruh wilayah Nusantara, bahkan sampai luar negeri. Jadi peninggalan kerajaannya pun juga tersebar di mana-mana. Berikut beberapa peninggalan kerajaan majapahit yang terkenal.

Candi cetho

candi cetho

Candi ini merupakan salah satu peninggalan kerajaan majapahit yang terletak di Dusun Cetho, Desa Gumen, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. Terletak di dataran tinggi, yaitu sekitar 1400 meter di atas permukaan laut. Candi cetho ini sebelumnya telah tertimbun, pada tahun 1928 dinas purbakala pemerintahan Hinda Belanda melakukan penggalian terhadap candi ini untuk pertama kalinya.

Candi ini adalah candi peninggalan dari orang yang beragama Hindu pada waktu itu. Kira-kira candi ini dibangun sekitar abad ke 15. Banyak penelitian tentang candi ini, bahkan beberapa ilmuan dari luar juga melakukan penelitian terkait candi cetho, salah satunya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Van de Vlies pada tahun 1942 dan AJ. Bernet.

Candi sukuh

candi sukuh

Merupakan salah satu candi yang juga terletak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini adalah candi bercorak hindu, karena di sekitar candi tersebut peninggalan berupa yani dan lingga, peninggalan khas agama Hindu. Pada tahun 1995 candi ini diusulkan ke UNESCO untuk dijadikan sebagai situs warisan dunia.

Candi pari

candi pari

Merupakan candi yang terletak di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada zaman dahulu, tepatnya di atas gerbang candi terdapat batu besar yang bertuliskan angka, yaitu angka 1371. Jika ditelusuri tahun 1371 merupakan masa kejayaan Kerajaan Majapahit, raja Hayam Wuruk adalah raja majapahit pada saat itu (1350 – 1389).

Apabila melihat dari arsitekturnya, candi tersebut juga memiliki arsitektur dan ukiran khas Kerajaan Majapahit. Jadi dengan melihat kedua hal tersebut, sudah bisa dipastikan bahwa candi pari merupakan peninggalan kerajaan majapahit.

Gapura waringin lawang majapahit

gapura waringin lawang majapahit

Gapura bersejarah ini terletak di Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Gapura ini dibuat dari batu bata merah dengan tinggi 15,5 m, di tanah seluas 13 x 11 m2. Bangunan ini diperkirakan dibuat sekitar abad ke -14. Apabila dilihat dari struktur bangunannya yang seperti bangunan-bangunan di Bali, diduga bahwa bangunan ini merupakan peninggalan kerajaan majapahit.

Candi jabung

candi jabung

Merupakan candi yang terletak di desa Jabung, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Candi yang terbuat dari susunan bata merah ini diduga merupakan peninggalan kerajaan majapahit. Dalam Kitab pararaton disebutkan bahwa tempat pemakaman salah satu keluarga anggota keluarga raja.

Selain itu, dalam kitab Nagara kertagama disebutkan bahwa raja Hayam Wuruk pernah mengunjungi candi ini.

Candi brahu mojokerto

candi brahu mojokerto

Candi ini terletak di desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya terletak di kantor purbakala dan sejarah Mojokerto. Ada yang mengatakan nama brahu sendiri berasal dari Warahu dan Wanaru yang tertulis pada prasasti tembaga yang terletak sekitar 45 m dari candi brahu sendiri.

Sastra Majapahit

sastra majapahit

Sastra merupakan bagian tak terpisahkan dari Kerajaan Majapahit. Pada zaman Majapahit, sastra mengalami kemajuan yang sangat pesat, banyak sekali karya sastra yang lahir pada saat itu. Mungkin Anda bertanya-tanya, jika memang banyak mengapa karya-karya pada saat itu tidak kita jumpai di masa sekarang. Itu karena ketika penjajahan kolonial Belanda, banyak sekali dokumen bangsa kita yang diangkut ke Belanda, itu artinya bukan tidak mungkin dokumen karya sastra pada masa kerajaan majapahit, juga dibawa ke sana.

READ  10 Cara Mengatasi Pemanasan Global Beserta Penyebab dan Dampaknya

Itu tentu saja menjengkelkan, karena bahkan hanya beberapa dokumen saja yang masih bisa ditemukan di Indonesia, itulah mengapa susah sekali kita mengenali bangsa sendiri, karena memang tidak ada literatur memadai. Jika Anda mau, Anda bisa menemukan dokumen-dokumen tersebut di perpustakaan beberapa kampus di Belanda. Berikut beberapa dokumen atau kitab yang mungkin sudah bisa Anda temukan di Indonesia.

Karya sastra majapahit awal

karya sastra majapahit awal

Berikut beberapa karya sastra majapahit awal yang perlu Anda ketahui.

  1. Kitab negara kertagama

Merupakan kitab yang menjelaskan terkait kerajaan majapahit, meliputi kondisi kota, wilayah kekuasaan raja Hayam Wuruk, dan lainnya. kitab ini dikarang oleh Mpu Prapanca.

  1. Kitab arjuna wijaya

Kitab ini menceritakan tentang raksasa yang ingin menjadi manusia. Kitab ini dikarang oleh Mpu Prapanca.

  1. Kitab parthayajna

Kitab yang menceritakan pandawa yang kalah ketika sedang bermain dadu. Di bagian akhir cerita pandawa melakukan pengembaraan di hutan. Sampai sekarang belum ada yang mengetahui siapa pengarang dari kitab ini.

  1. Kitab sotasoma

Kitab yang menceritakan tentang riwayat hidup sutasoma, seorang anak raja yang menjadi pendeta budha. Sutasoma merelakan seluruh hidupnya demi kepentingan seluruh umat manusia. Kitab ini dikarang oleh Mpu Tantular.

Karya Sastra Majapahit Akhir

karya sastra majapahit akhir

Apabila ada karya sastra awal majapahit, itu artinya selalu ada karya sastra majapahit akhir. Kitab-kitab majapahit akhir ditulis dengan aksara Jawa Tengah. Berikut beberapa karya sastra majapahit akhir yang perlu Anda ketahui.

  1. Kitab pararaton

Kitab ini menceritakan tentang kisah hidup raja majapahit serta hubungan dengan kerajaan singasari, peristiwa bubat, dan pemberontakan Ranggalawe dan Sora.

  1. Kitab sorandakan

Kitab yang menceritakan tentang pemberontakan Sora kepada Raja Jayanegara, kitab ini tidak ditulis dalam bentuk kidung.

  1. Kitab sudayana

Kitab yang menceritakan terkait peristiwa bubat, peristiwa yang awalnya pernikahan berubah menjadi pertempuran antara kerajaan majapahit dengan kerajaan mataram. Dalam pertempuran tersebut Kerajaan Majapahit dipimpin oleh patih Gajah Mada. Pertempuran ini menyebabkan raja Mataran dan para pembesarnya meninggal.

  1. Kitab ranggalawe

Kitab ini menceritakan tentang pemberontakan ranggalawe, yaitu pemberontakan wilayah Tuban terhadap Jayanegara. Sama seperti kitab sorandakan, kitab ranggalawe juga ditulis dalam bentuk kidung.

  1. Kitab panggelaran

Kitab ini menceritakan tentang Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang memindahkan letak gunung mahameru. Selain itu, kitab ini juga menceritakan bahwa gunung-gunung di pulau Jawa terbentuk dari reruntuhan gunung semeru.

  1. Kitab calon arang

Kitab ini menceritakan tentang seorang tukang tenun bernama Calon Arang yang memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik, namun tidak ada seorang laki-laki pun yang berani mendekatinya. Karena merasa terhina ia menyebarkan suatu penyakit ke ke seluruh negeri.

  1. Kitab panji wijayakrama

Kitab ini menceritakan tentang riwayat hidup Raden wijaya, pendiri kerajaan majapahit. Ceritanya ditulis dalam bentuk kidung, sama dengan kitab sorandakan dan ranggalawe.

  1. Kitab usana jawa

Kitab ini menceritakan tentang penaklukan Patih Gajah Mada atas pulau Bali, juga ditulis dalam bentuk kidung.

Itulah beberapa kitab yang menceritakan terkait kerajaan majapahit. Bisa dikatakan literatur terkait sejarah yang negeri kita miliki sangat sedikit dan sulit didapatkan. Apabila ingin mendalami sejarah Indonesia dengan mempelajari kitab-kitab sejarah secara langsung, Anda mungkin bisa berkunjung ke beberapa perpustakaan kampus yang ada di Belanda.

Patih Gajah Mada Majapahit

patih gajah mada majapahit

Berbicara mengenai Majapahit, ada satu nama yang tidak akan pernah tertinggal untuk disebutkan, yaitu Patih Gajah Mada. Sangat susah mencari informasi terkait Gajah Mada. Dalam sebuah referensi dikatakan bahwa Gajah Mada terlahir dari keluarga rakyat biasa, bukan keturunan kerajaan. Ia pernah menyelamatkan Raja Jayanegara dari pemberontakan yang dilakukan oleh Ra Kuti.

Setelah peristiwa itu Gajah Mada langsung diangkat menjadi Patih Kerajaan Majapahit, sebelum peristiwa itu sebenarnya ia juga sudah memiliki peningkatan karir yang sangat cepat. Setelah ia diangkat menjadi patih kerajaan, tepatnya setelah Raden Wijaya meninggal, banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan. Pemberontak terjadi karena perebutan kekuasaan oleh orang-orang bekas kerajaan lama (kerajaan singasari).

Pemberontakan demi pemberontakan berhasil ia selesaikan dengan baik, hal ini membuat karir militernya semakin hari semakin bagus. Sampai dengan masa pemerintahan Tribuwana Wijayatunggadewi, karir Gajah Mada semakin melambung tinggi. Ia bahkan diangkat menjadi Patih Kahuripan dan Patuh Doha.

Gajah Mada juga terus menambah wilayah kekuasaan kerajaan majapahit dengan menaklukkan daerah-daerah sekitar wilayah Majapahit. Puncak karirnya berada pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, bersama dengan raja Hayam Wuruk ia membawa Kerajaan Majapahit sampai pada masa kejayaannya. Wilayah kekuasannya sangat luas, mulai dari Sumatera, Bali, semenanjung malaya, borneo, dan masih banyak lagi.

Beberapa kerajaan besar lainnya berhasil mereka kuasai, seperti kerajaan-kerajaan kecil sisa-sisa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Pajang di Bali. Apabila dikontekskan dengan zaman sekarang, wilayah kekuasaan majapahit bukan hanya seluruh wilayah Indonesia saja, tetapi juga mencakup beberapa wilayah negara tetangga.

Namun bukan hanya wilayah kekuasaan yang sangat luas saja, tetapi seluruh bidang kehidupan juga mengalami perkembangan yang sangat pesat, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, budaya, politik, dan lainnya. Pada saat kepemerintahan Hayam Wuruk ini Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amangkubumi.

Ia juga memiliki misi untuk menyatukan seluruh Nusantara, bahkan saking bersemangatnya untuk menjalankan misi tersebut ia sampai bersumpah. Sumpah yang sangat terkenal, yaitu Sumpah Palapa. Isi sumpah palapa yaitu bahwasanya ia tidak akan mundur dari jabatannya sebelum berhasil menyatukan seluruh Nusantara. Sumpah ini dicetuskan sekitar tahun 1336 M.

Patih Gajah Mada merupakan patih yang tidak akan pernah ada duanya selama masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Berkat kepiawaiannya ia berhasil menaklukkan berbagai daerah dan mengembangkan berbagai bidang kehidupan.

Silsilah Kerajaan Majapahit

silsilah kerajaan majapahit

Kerajaan merupakan sistem pemerintahan dengan jenis pemerintahan monarki, artinya hanya dari keturunan raja atau keluarga raja saja yang bisa menjadi raja. Sejak berdiri sampai dengan runtuhnya, telah terjadi berkali-kali pergantian raja. Pergantian tersebut tentu bukan tanpa alasan, misal raja sebelumnya meninggal, sakit, atau hal lain yang memungkinkan raja tidak bisa memerintah kerajaan.

Raden Wijaya adalah pendiri kerajaan majapahit, ia juga sekaligus menjadi raja pertama. Sedangkan raja yang mengantarkan majapahit sampai pada puncak kejayaannya adalah Hayam Wuruk, dibantu oleh patih Gajah Mada. Berikut silsilah kerajaan majapahit yang perlu Anda tahu.

  1. Raden wijaya

Merupakan pendiri sekaligus raja pertama majapahit. Raden Wijaya diangkat menjadi raja pada tahun 1293 M. Masih memiliki hubungan keluarga dengan kerajaan singasari. Ia memiliki empat istri dan memiliki beberapa anak, yaitu Jayanegara, Pujadewi Mahrajasa, Tribuwana tunggadewi.

  1. Jayanegara

Setelah Raden Wijaya turun dari kepemimpinannya, posisinya digantikan dengan anaknya, Jayanegara. Terjadi banyak pemberontakan pada masa kepemimpinan Jayanegara, salah satu pemberontakan terbesar yaitu pemberontakan kuti pada tahun 1319. Bahkan pada saat itu, kuti berhasil menguasai ibukota dengan menjabat sebagai pemimpinnya.

Selanjutnya pemberontakan-pemberontakan ini berhasil diselesaikan oleh Gajah Mada, setelah ia diangkat menjadi Patih. Pengangkatan Gajah Mada menjadi patih ini karena jasanya yang telah menyelamatkan raja Jayanegara dari kematian, namun pada akhirnya Jayanegara tetap bisa dibunuh.

  1. Tribhuwanatunggadewi jayawisnuwardhani

Setelah Jayanegara meninggal, ia digantikan oleh adik tirinya yang bernama Bhre Kahuripan yang diberi gelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardana. Pengangkatannya sebagai raja Majapahit karena Jayanegara tidak memiliki keturunan, sehingga bersama-sama dengan suaminya Bhre Singasari dan didampingin oleh Patih Gajah Mada, ia memimpin kerajaan majapahit.

  1. Hayam wuruk

Hayam wuruk diangkat menjadi raja di umurnya yang masih sangat muda, yaitu 16 tahun, tetapi dalam pelaksanaan kepemimpinannya ia dibantu oleh Patih Gajah Mada. Pada masa kepemimpinan Hayam wuruk inilah kerajaan majapahit berhasil berada pada puncak kejayaan.

  1. Ratu kusumawardhani

Raja selanjutnya yang memimpin majapahit adalah ratu Kusumawardhani yang dibantu oleh suaminya. Pada masa pemerintahannya terjadi perang antar saudara yang sangat terkenal, yaitu perang pareggreg.

Keruntuhan Kerajaan Majapahit

keruntuhan kerajaan majapahit

Setelah mencapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk, kerajaan majapahit terus mengalami kemunduran. Kemunduran ini terjadi karena berbagai penyebab, berikut beberapa penyebab kemunduran kerajaan majapahit yang perlu Anda tahu.

  1. Setelah raja Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada meninggal, tidak ada pemimpin selanjutnya yang bisa secakap dan berwibawa seperti mereka berdua. Pemimpin selanjutnya kerajaan majapahit tidak bisa menjaga kesatuan dan keutuhan daerah kekuasaan majapahit yang sangat luas.
  2. Pada tahun 1401 hingga 1406 M terjadi perang saudara, yaitu perang Pareggreg. Perang antara Wikramawadana (suami ratu Kusumawardhani) dengan Wirabhumi yang masih keturunan dari kerajaan majapahit sendiri.
  3. Semakin menguatnya kerajaan bercorak islam yang berada di wilayah kekuasaan kerajaan majapahit, terutama kerajaan demak.

Itu dia pembahasan yang bisa kami berikan terkait kerajaan majapahit. Sebenarnya masih banyak sekali yang belum kami bahas terkait kerajaan ini, jadi Anda bisa mencari sendiri informasi lebih lanjutnya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Sekian.[]

Tinggalkan komentar