Kisah Romantis Nabi Muhammad SAW Kepada Sang Istri

kisah Nabi Muhammad SAW yang harus diteladani umat muslim

http://www.sidoharind.co.id

Kisah Romantis Nabi Muhammad SAW – Pada suatu hari, ada seorang wanita tua yang menemui Nabi Muhammad SAW. “Wahai nenek, Anda ini siapa?” ujar Nabi bertanya kepada nenek tersebut. “Aku merupakan Jutsamah al-Muzaniah.” sahut sang nenek menjawab pertanyaan Rasulullah SAW.

COPY CODE SNIPPET

“Wahai nenek, aku mengenalmu. Anda merupakan wanita yang memiliki hati yang baik. Bagaimana kabar keluargamu? Bagaimana juga kondisimu sekarang setelah sekian lama kita berpisah?” tanya Rasulullah kembali kepada nenek itu.

“Alhamdulillah kondisi kami baik. Terima kasih wahai Rasul Allah.” jawab nenek tersebut.

Selang beberapa waktu, nenek itu pergi meninggal Nabi Muhammad SAW. Istri Nabi yaitu Aisyah RA melihat peristiwa tersebut langsung menemui Rasulullah. “Wahai Rasulullah, apakah seperti ini engkau memuliakan dan menyambut seorang wanita tua? Begitu istimewa sekali.” ujar Aisyah RA yang seolah memberikan isyarat cemburu.

“Iya, karena nenek tersebut selalu mengunjungi kami pada saat Khadijah masih hidup. Sebenarnya melestarikan persahabatan termasuk bagian dari iman.” jawab Rasulullah SAW.

“Tidak ada satu orang pun dari salah satu istri Nabi yang aku begitu cemburu padanya kecuali Khadijah. Walaupun aku tidak pernah melihatnya, tetapi Nabi selalu sering menyebut nama itu. Pernah disuatu hari, Beliau menyembelih kambing, setelah itu dipotongnya daging itu dan dibagikan kepada para sahabat karib Khadijah.” ujar Aisyah RA merasa cemburu.

Hal tersebut lalu disampaikan kepada Rasulullah SAW oleh Aisyah RA. Lalu Nabi pun berkata, “Wahai Aisyah, seperti itulah kenyataannya. Sesungguhnya dari dirilah aku memperoleh anak.”

Di kesempatan yang lain Aisyah RA kembali menyatakan kecemburuannya, “Diriku begitu cemburu dengan Khadijah karena seringnya Rasulullah menyebut namanya, sampai-sampai akupun berkata: Wahai Rasulullah, apa yang telah engkau perbuat dengan wanita tua yang pipinya kemerahan itu, sedangkan Allah SWT telah menggantikan wanita itu dengan wanita yang lebih baik?”

“Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih baik darinya, ia telah beriman ketika semua orang kufur, ia telah membenarkanku ketika semua orang mendustakanku, ia telah melindungiku saat semua manusia kejam menganiayaku, Allah menganugerahkan anak kepadaku darinya.” Nabi Muhammad SAW menjawab pernyataan Aisyah RA.

Akhlak Rasulullah SAW Terhadap Istri

kisah romantis Nabi Muhammad SAW yang patut diteladani oleh umat muslim khususnya kamu suami untuk bisa memuliakan istri

pixabay.com

Dari sepenggal kisah romantis Nabi Muhammad SAW di atas ditunjukan kesetiaan Rasulullah terhadap istri pertama Beliau yaitu Khadijah RA. Dan itu hanyalah satu dari sekian banyak akhlak mulia Rasulullah SAW terhadap para istrinya. Berikut ini contoh akhlak Nabi yang begitu luar biasa terhadap istrinya yang patut dicontoh dan diteladani oleh setiap suami:

  1. Nabi Muhammad SAW selalu bersikap lembut dan santun pada istrinya.
    Rasulullah SAW senantiasa memperlakukan istrinya dengan penuh keistimewaan. Walaupun Beliau merupakan pemimpin umat islam yang paling tertinggi, bahkan ketika pada saat itu Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin terbesar di muka bumi.
  2. Nabi Muhammad SAW sangat marah kepada suami yang terlihat sedang menganiaya istrinya.
    Pada suatu saat Rasulullah SAW melihat seseorang yang sedang memukul istrinya. Dan saat itu Nabi pun menegurnya, “Kenapa engkau memukul istrinya?”. “Istriku membandel sudah diberi nasihat namun ia tetap keras kepala! Sehingga aku pukul dia.” jawab orang tersebut. “Aku tidak menanyakan alasanmu, tetapi aku bertanya kenapa kamu memukul teman tidurmu sekaligus ibu dari anak-anakmu?”.
  3. Nabi Muhammad SAW tidak pernah mendesak kepada istrinya untuk selalu menyediakan makanan.
    Ketika itu Rasulullah SAW pulang di waktu pagi. Karena Nabi merasa sangat lapar, namun Nabi melihat tidak ada apapun untuk sarapan. Rasulullah SAW pun bertanya kepada Aisyah RA, “Wahai Khumaira, belum ada sarapankah?”. Aisyah RA pun menjawab, “Belum ada Wahai Rasulullah.” Nabi pun berkata, “Baiklah kalau begitu hari ini aku puasa saja.” Tidak ada raut kesal yang tergambar pada wajah Rasulullah saat itu.
  4. Nabi Muhammad SAW senantiasa memanggil istrinya dengan panggilan yang mesra.
    Khumaira merupakan panggilan mesra yang selalu Rasulullah SAW ucapkan untuk memanggil Aisyah RA yang memiliki arti pipi yang kemerah-merahan.
  5. Nabi Muhammad SAW tidak canggung untuk membantu istrinya memasak di dapur. 
    Jikalau Rasulullah SAW pulang, tapi belum ada makanan yang sudah siap dimasak untuk dimakannya. Maka Nabi akan menyingsingkan lengan bajunya sambil tersenyum untuk membantu istrinya di dapur.
  6. Nabi Muhammad SAW senantiasa bertanggung jawab mencarikan nafkah untuk keluarga.
    Untuk mencukupi keperluan keluarganya, Nabi selalu memerah sendiri susu kambing untuk selanjutnya dijual atau dikonsumsinya bersama.
  7. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyusahkan istri.
    Rasulullah SAW selalu menambal sendiri pakaiannya yang sudah koyak tanpa harus menyuruh istrinya.

Sekian kisah romantis Nabi Muhammad SAW kepada para istrinya yang ditandai dengan akhlak Nabi yang sungguh mulia terhadap para istrinya. Akhlak Rasulullah itu sudah diteladani oleh para sahabatnya. Dan seharusnya kita pun sebagai umatnya harus bisa meneladani Nabi untuk bisa memuliakan istri. Wallahu a’alam.

Baca Juga : Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW

One Response

  1. Adriana Dian

Leave a Reply