Yogyakarta, Kota Istimewa dengan Sejuta Kenangan [ Part 2 ]

Sebelum saya melanjutkan cerita pengalaman saya berlibur di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Ada baiknya untuk kamu yang belum melihat artikel saya sebelumnya. Silahkan baca terlebih dahulu agar cerita yang saya akan ceritakan kali ini bisa dimengerti. Karena artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya.

Baca selengkapnya di : Yogyakarta, Kota Istimewa dengan Sejuta Kenangan [ Part 1 ]

COPY CODE SNIPPET

Mengunjungi Kraton Yogyakarta

timetravelturtle.com

Setelah kami puas berbelanja dan menyusuri Jalan Malioboro. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kraton Yogyakarta. Sesampainya disana, kami berkumpul dahulu di depan loket masuk untuk menunggu intruksi selanjutnya.

Tiket masuk untuk memasuki Kraton Yogyakarta pun dibagikan kepada kami. Satu per satu kami memasuki pintu masuk Kraton Yogyakarta. Salah satu peraturan yang kami taati yaitu jangan berisik dan jaga tata krama selama dalam lingkungan kraton.

Di dalam kraton banyak sekali orang yang memakai pakaian adat Jawa. Mereka biasa menyebutnya abdi dalam. Mereka pun sering kali mengawasi kami ketika berkeliling komplek kraton. Agak risih sih. Karena kami tidak bisa bebas untuk explore tempat-tempat yang berada di Kraton Yogyakarta.

Banyak sekali peninggalan kuno yang di pamerkan di dalam kraton. Beragam angel kami pakai untuk mengabadikan momen-momen tersebut. Tak terasa waktu yang sudah ditetapkan untuk kami sudah habis. Sehingga kami harus kembali ke mobil bus untuk bersiap melanjutkan perjalanan.

Hangatnya Kekeluargaan di Tempat Peristirahatan

www.infogitar.com

Perjalanan selanjutnya bukanlah menuju tempat wisata. Melainkan tempat peristirahatan. Yah sudah 2 hari 1 malam kami belum bisa istirahat dengan kualitas terbaik baik kami. Rasanya memang lelah, namun lelah itu bisa ditutupi dengan kesenanganan bersama teman-teman.

Meskipun bisa ditutupi, tubuh ini tidak bisa dibohongi. Sesampainya kami di hotel yang telah di siapkan oleh pihak penyelenggara, kami langsung merebahkan badan di atas kasur. Yah, untuk sekedar menuangkan lelah dengan tidur sejenak.

Malamnya kami tidak tidur lebih awal karena ingin merasakan malam bersama teman-teman. Banyak kegiatan yang kami lakukan, mulai dari bermain gitar, bersenda gurau, bahkan menonton musik yang telah disajikan oleh pihak hotel. Pokoknya malam itu kami habiskan waktu bersama kami.

Keesokan harinya, kami mandi pagi. Syukurnya setiap kamar memiliki kamar mandi, sehingga mandi kali ini tidak mengantri cukup lama. Sarapan yang telah disiapkan oleh pihak hotel sudah disajikan di atas meja. Para guru-guru pun memanggil kami untuk menyegerakan sarapan karena tidak lama lagi kami harus melanjutkan perjalanan.

Setelah sarapan dan membereskan barang, kami langsung menaiki bus untuk melanjutkan perjalanan. Dan destinasi wisata selanjutnya yang kami akan kunjungi adalah Kawah Sikidang.

Melanjutkan Perjalanan Menuju Kawah Sikidang

wisatadieng.net

Sesampainya kami di tempat wisata. Hidung kami langsung tidak merasa nyaman dengan bau yang dikeluarkan oleh Kawah Sikidang. Sehingga kami berniat untuk membeli masker seperti para kebanyakan para wisatawan pakai. Tidak lama kemudian ada warga yang menjual masker. Kami pun langsung membelinya.

Setelah itu kami menaiki bukit untuk bisa mencapai Kawah Sikadang. Ternyata dalam perjalanan menuju Kawah Sikidang. Banyak sekali hewan-hewan di kanan-kiri. Hewan-hewan itu dipergunakan untuk para warga yang menjual jasa foto agar menarik perhatian para wisatawan.

Hewan yang disediakan untuk teman foto antara lain, burung hantu dan juga kuda. Dan ada beberapa teman saya pun menggunakan jasa itu untuk mengabadikan momen di Kawah Sikidang.

Setelah kami sampai puncak. Asap yang membumbung tinggi yang terlihat dari kejauhan itu ternyata dikeluarkan dari Kawah Sikidang. Saya mengira sekitar kawah itu panas. Setelah didekati ternyata tidak panas. Hanya mengeluarkan bau yang tidak biasa kami hirup. Namun beberapa waktu kami disana, hidung kami sudah terbiasa dengan bau itu. Jadi sesekali kami bisa membuka masker. Momen tersebut juga kami tidak lewatkan dengan berfoto.

Selanjutnya kami turun menuju bus. Namun di bawah, tepatnya tempat bus kami dipakirkan, banyak para warga yang menjual makanan khas daerah. Saya pun membeli beberapa makanan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Melihat Indahnya Telaga Warna

wanderant.com

Perjalanan selanjutnya kami menuju telaga warna. Dari nama tempat wisata tersebut, membuat saya penasaran. Kata-kata orang sih telaga itu bisa berubah warna. Saya pribadi pun masih belum mengetahui. Apakah itu benar adanya?.

Setelah sesampainya kami disana. Kami berkumpul di tempat loket pembayaran untuk menunggu tiket dibagikan oleh pihak penyelenggara. Tiket pun dibagikan kepada kami. Satu per satu kami memasuki area wisata. Tidak jauh kami melangkahkan kaki dari gerbang masuk. Kami langsung dimanjakan dengan indahnya Telaga Warna.

Warna telaga saat itu di dominasi warna hijau dan sedikit jauh dari pandangan warnanya agak kebiruan. Indah dipandang mata pokoknya. Menyejukan hati. Lagi-lagi kami tidak lewatkan dengan mengabadikan momen tersebut melalui foto.

Ternyata tidak hanya itu, ada sedikit hiburan dari bapak-bapak yang sedikit nakal. Yah bapak itu agak sedikit kurang waras. Dengan baju compang-comping, kadang-kadang beliau mengejar kami. Dan banyak teman perempuan saya sedikit risih. Kalau saya pribadi agak terhibur dengan adanya beliau. Hiburan melihat teman-teman yang perempuan teriak-teriak gak jelas karena ketakutan. Hehe…

Setelah puas melihat indahnya Telaga Warna. Kami berkumpul kembali dan menaiki bus untuk melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami akan melihat Candi Dieng.

Keindahan Lereng Dataran Tinggi Dieng

semaulina.wordpress.com

Kami melakukan perjalanan kembali untuk menuju Candi Dieng. Perjalanan kali ini terbilang cukup jauh. Sebelum sampai tempat tujuan. Kami berhenti dahulu di sebuah tempat makan untuk makan siang terlebih dahulu dan melaksanakan sholat dzuhur.

Setelah makan dan sholat, kami melakukan perjalanan kembali. Namun perjalanan kali ini, kami tidak menggunakan bus. Melainkan menggunakan mobil yang lebih kecil. Kami pun dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bisa menaikin mobil yang memiliki kapasitas tempat duduk yang relatif lebih kecil dibanding dengan bus.

Ternyata belum sampai di tempat wisata yang dituju. Kami disajikan pemandangan yang luar biasa. Saya baru kali ini memandang hal itu. Pemandangan indah yang diciptakan oleh para petani.

Coba bayangkan para petani bertani di bukit-bukit  membuat garis tanam yang jika dilihat pada kejauhan itu terlihat sangat indah. Dan lagi digabungkan dengan warna sayur yang beragam, Jadi semakin double indah pokoknya.

Pesona Candi Dieng

anekatempatwisata.com

Semakin mendekat dengan tempat wisata Candi Dieng, kami disambut hawa yang cukup dingin. Karena candi tersebut berada di dataran tinggi. Sehingga suasananya cukup dingin. Kalau saya boleh bandingkan dengan wisata puncak yang berada di Bogor. Di dataran tinggi Dieng ini lebih dingin. Pokoknya dingin gitu. Susah diceritakan. Kalau mau tau rasanya, silahkan kunjungi wisatanya. Hehhe…

Sesampainya kami di atas, kami langsung menuju tepat wisata. Lagi-lagi kami disajikan pemandangan yang indah di perjalanan menuju Candi Dieng. Karena berada di ketinggian. Pemandangannya itu wow. Masya Allah indah.

Nah, tidak hanya itu saja. Kami juga disuguhi beberapa peninggalan sejarah, bisa dibilang peninggalan sejarah kerajaan. Karena hanya berisi puing-puing kecil yang tidak beraturan sehingga tidak jelas dilihat.

Sesampainya kami di Candi Dieng, kami disuguhi badut teletabis dan juga semacam hanoman. Yah tidak lain tidak bukan badut-badut itu merupakan para warga. Mereka lakukan itu sebagai mata pencaharian mereka. Untuk bisa berfoto bersama mereka. Kamu harus mengeluarkan dana untuknya. Tapi tidak tidak mahal kok.

Akhir Perjalanan Kami

.productiveflourishing.com

Candi Dieng pun memiliki keindahan tersendiri dibandingkan dengan candi-candi yang lain. Apalagi Candi Dieng memiliki suasana yang dingin dengan pemandangan yang indah di kiri-kanannya. Pokoknya bisa buat cuci mata. Cuci mata dengan melihat keindahan alam tentunya bukan dengan melihat yang enggak-enggak.

Setelah kami puas melihat-lihat Candi Dieng, kami turun untuk menaiki mobil kembali menuju bus. Dan tempat ini menjadi tempat terakhir kami dalam perjalanan liburan kami di Yogyakarta dan sekitarnya. Perjalanan yang berkesan sekali di dalam hidup saya.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Walaupun hanya berisi cerita pengalaman saya pribadi. Semoga bisa menjadi referensi teman-teman untuk memilih destinasi liburan. 🙂

Leave a Reply