Yogyakarta, Kota Istimewa dengan Sejuta Kenangan [ Part 1 ]

photographytoursindonesia.com

Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan potensi wisata. Turis lokal maupun mancanegara sudah banyak berdatangan untuk berlibur ke tempat ini. Saya pun tidak terpikirkan untuk bisa berlibur ke kota yang mendapatkan julukan DIY ( Daerah Istimewa Yogyakarta ) ini.

COPY CODE SNIPPET

Karena dari segi perekonomian saya tidak bisa menyanggupinya. Namun ketika perpisahan sekolah pada masa SMK, kami dijadwalkan untuk berlibur ke Yogyakarta. Nah, dari situ saya sudah mulai menabung dikit demi sedikit untuk bisa mencukupi biaya yang telah disepakati.

Banyak kenangan yang terukir di kota tersebut. Masa-masa itu sangat indah dan masih teringat sampai sekarang. Di tempat itu kami menghabiskan waktu bersama. Sebelum kami menjajaki kehidupan baru setelah masa SMK.

Perpisahan dengan Teman Seperjuangan

ndhra.wordpress.com

3 tahun lamanya kami bersama. Yah, bersama melewati semuanya. Masa dimana masih saling cuek-cuekan karena belum kenal. Masa dimana sudah mulai ceng-cengan karena kami sudah semakin dekat. Masa dimana jika ada salah satu dari kami mendapatkan musibah, kami selalu support dia mulai dari selalu memotivasinya, bahkan sampai materi dengan cara patungan.

Yah, masa-masa itu merupakan masa yang tak terlupakan. Namun setelah kami menduduki kelas 3. Kami sudah mulai mempersiapkan diri untuk saling berpisah. Karena kami tahu, bahwa masa setelah SMK nanti akan berbeda dengan masa SMK yang biasa kami lalui.

Yogyakarta merupakan tempat kami menghabiskan waktu bersama. Tempat yang mungkin akan kami ingat selalu. Bernyanyi bersama di dalam bus, saling menawarkan makanan kepada sesama teman, bercanda dan lain sebagainya. Dan terbukti masa-masa itu masih saya ingat sampai sekarang. Mungkin teman-teman seperjungan saya juga masih mengingatnya.

Candi Borobudur Menjadi Destinasi Pertama Kami

photographytoursindonesia.com

Kami berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta itu pada pagi hari. Perjalanan menuju Yogyakarta terbilang sangat melelahkan. Karena perjalanan ini merupakan pengalaman pertama saya. Yah, sebelumnya saya belum pernah berlibur ke tempat yang jauh.

Perjalanan kurang lebih memakan waktu satu hari satu malam, cukup menguras tenaga saya saat itu. Walaupun kami sering tidur di dalam bus. Tapi tidur dalam keadaan duduk itu tidak senyaman tidur seperti biasa. Jadi kualitas tidurnya pun berbeda.

Kami datang ke lokasi Candi Borobudur itu pagi hari. Saat kami memasuki pintu masuk candi, anehnya banyak orang yang berlari menuju bus yang kami tumpangi. Saya sempat bingung, ” Ini kenapa pada lari yah? ” kata-kata itu sempat melintas dalam benak saya.

Warga Membuka Jasa Tempat Pemandian untuk Para Wisatawan

sheilafasius.blogspot.co.id

Pemandu pun mulai memberi intruksi kepada kami. ” Yang ingin mandi, silahkan mandi dulu, ” kata sang pemandu memberikan intruksi. ” Mandi dimana pak? ” tanya kami. ” Itu mandi di tempat warga, ” jawab sang pemandu.

Nah, pertanyaan dalam benak saya pun mulai mendapatkan jawaban. ” Oh, tadi yang ngejar-ngejar itu warga yah, mau nawarin jasa tempat pemandian, ” kata saya dalam hati.

Para warga di sekitar wisata Candi Borobudur memang menyediakan tempat pemandian untuk para wisatawan yang baru saja datang. Jadi mereka berlari itu untuk mendapatkan costumer agar mandi di tempat meraka.

Saya dan teman-teman pun mandi di salah satu rumah warga untuk membersihkan diri. Setelah itu kami berkumpul di mobil bus kembali untuk sarapan, karena kami mendapatkan makan pagi dari pihak tour & travel yang kami pakai jasanya.

Saat kami makan, banyak pedagang souvenir yang berdatangan, menjajakan barang yang didagangkannya.  Mulai dari baju sampai aksesoris sederhana mereka jualkan. Tapi saya saat itu tidak berminat untuk membelinya. Karena saya bermaksud untuk menghemat uang.

Memakai Kain Ungu yang Diikatkan Pada Bagian Pinggang

aransetiadi.com

Kami pun mulai berjalan menuju pintu loket tiket Candi Borobudur setelah sarapan. Di depan loket tersebut, kami dibagikan tiket masuk oleh pihak tour & travel satu per satu. Setelah itu, kami masuk secara bergantian. Di pintu masuk pun sudah ada petugas yang berjaga untuk memeriksa tiket yang kami punya.

Langkah kaki kami pun mulai terhenti. Pihak petugas Candi Borobudur memberikan intruksi untuk memakai kain yang dipakai di pinggang. Kata mereka itu sudah tradisi disini. Kami diberi kain berwarna ungu dengan motif batik serupa dengan Candi Borobudur. Pada bagian pinggang kami ikatkan kain tersebut sesuai intruksi petugas.

Tidak lama kami berjalan, pandangan kami pun sudah dapat melihat Candi Borobudur tersebut. Candi yang menjadi salah satu keajaiban dunia itu ternyata tidak sebesar yang saya bayangkan. Penglihatan saya saat itu Candi Borobudur terlihat lebih kecil dibandingkan gambar-gambar yang saya lihat di buku pelajaran atau televisi.

Kami pun berkeliling Candi Borobudur dipandu oleh pemandu yang disewa oleh pihak tour & travel. Dan sesekali kami mengabadikan momen-momen tersebut dengan berfoto.

Belanja dan Berfoto Bersama

libregraphics.asia

Setelah cukup lama kami berkeliling, sang pemandu pun memberikan intruksi untuk segera berkumpul kembali di tempat yang ditentukan. Selama perjalanan kami pulang menuju tempat tersebut, di kanan-kiri kami banyak para penjual souvenir. Dan ada beberapa souvenir yang menarik hati saya, salah satunya yaitu tas laptop dengan motif batik.

Harga murah yang ditawarkan oleh penjual tas laptop itu membuat saya ingin membelinya. Tapi ternyata harganya bisa lebih murah, namun harus membeli tiga. Saya pun mencari teman yang berminat untuk membeli tas laptop itu agar bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Dan Alhamdulillah, ada beberapa teman yang tertarik dan akhirnya saya pun bisa membelinya dengan harga cincay.

Salah satu teman saya membawa kamera DSLR. Kami pun berinisitif untuk membuat foto dengan meloncat dan dipotret dengan cepat, sehingga menimbulkan kesan terbang pada gambar.

Setelah puas berfoto dan belanja, kami langsung menuju tempat berkumpul untuk mendapatkan intruksi selanjutnya. Kami diintruksikan untuk naik bus dengan segera untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya. Dan tempat selanjutnya yaitu Jalan Malioboro.

Menyusuri Jalan Malioboro dengan Berjalan Kaki

anekatempatwisata.com

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Kraton Yogyakarta. Kami terlebih dahulu berhenti untuk menikmati Jalan Malioboro. Menurut saya, tempat ini sangat cocok untuk orang yang berkantong tebal. Kenapa? Karena di Jalan Malioboro itu banyak pedagang souvenir yang dapat membuat kantongmu terkuras jika tidak bisa mengaturnya.

Dan disini juga tempatnya para penjual makanan-makanan ringan khas jogja. Salah satu teman saya pun menjajal makanan khas jogja yang sudah terkenal yaitu Gudeg. Dan menurut dia makanan ini maknyuss. Karena saya tidak mencobanya dikhawatir uang saku tidak cukup, jadi saya tidak membelinya. Hufft harus sabar.

Salah satu teman saya ingin sekali membeli baju batik. Selanjutnya kami pun memburu baju batik. Beberapa toko batik kami datangi. Dan akhirnya teman saya itu menemukan baju yang cocok dengannya.

Oleh-oleh Untuk Kedua Orang Tua

senikaligrafijepara.com

Saya pun menemukan lekar yang terlihat bagus.  Tahu lekar kan? Tempat membaca Al-Qur’an yang terbuat dari kayu dan menyerupai huruf X. Saya pun teringat dengan bapak karena beliau sangat rajin mengaji. Setelah itu saya menawar harga yang diinginkan oleh penjual. Memakan cukup waktu lama kami saling tawar menawar.

Karena menurut cerita yang ada, jika wisatawan luar yang membeli sesuatu disana itu harganya lebih mahal dibandangkan wisatawan lokal. Singkat cerita, kami pun deal dengan harga Rp. 50.000 untuk lekar tersebut.

Satu barang lagi yang saya beli untuk oleh-oleh ibu tercinta. Di sepanjang jalan banyak sekali macam-macam souvenir dan salah satunya dompet dengan motif batik. Harganya pun terbilang cukup murah. Saya pun membelinya untuk ibu tersayang.

Setelah mencapai batas waktu yang disepakati, kami berkumpul lagi di tempat bus diparkirkan. Semua anak pun sudah berkumpul. Selanjutnya kami naik bus kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju Kraton Yogyakarta.

Bersambung…

Artikel tentang pengalaman saya berlibur ke Kota Yogyakarta ini belum selesai. Berhubung artikel ini sudah terlalu panjang. Maka cerita selanjutnya akan saya buat di artikel yang berbeda. Terima kasih. 🙂

 

Leave a Reply