4 Peristiwa yang Terjadi Pada Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya –  Sribuza merupakan nama sebutan untuk Sriwijaya berdasarkan sumber catatan sejarah dari Arab. Sekitar tahun 955 masehi, Al Masudi seorang sejarawan Arab klasik dan juga seorang pengelana menulis sebuah catatan tentang Sriwijaya.

Di catatan tersebut menyebutkan Sriwijaya merupakan sebuah kerajaan yang besar dan kaya raya. Sriwijaya juga memiliki banyak sekali tentara. Bahkan diibaratkan kapal yang memiliki daya laju yang cepat dalam waktu 2 tahun pun tidak sanggup untuk mengelilingi wilayah kekuasaan Sriwijaya.

COPY CODE SNIPPET

Gambir, kapulaga, kayu cendana, cengkeh, kayu gaharu dan kapur barus merupakan beberapa hasil bumi Sriwijaya.

Dalam bidang agraris, Sriwijaya mengalami kemajuan yang cukup pesat. Pendapat itu disimpulkan oleh seorang ahli dari Bangsa Persia yang bernama Abu Zaid Hasan. Keterangan tersebut didapatkannya dari Sujaimana yang merupakan seorang pedagang Arab.

Di dalam masa-masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya banyak peristiwa yang terjadi. Dan beberapa peristiwa itu kami rangkum untuk kamu yang membutuhkan informasi tentang itu.

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijjaya Diiringi Hubungan yang Baik dengan Wangsa Sailendra

masa kejayaan dan keruntuhan kerajaan sriwijaya

Wowasiknya.com

Hubungan antara Sriwijaya dengan Dinasti Sailendra dikaitkan dengan adanya nama Śailendravamśa yang terdapat pada beberapa prasasti diantaranya prasasti Nalanda di India, prasasti Ligor di selatan Thailand dan prasasti Kalasan di pulau Jawa.

Sedangkan pada prasasti Sojomerto ditemukan nama Dapunta Selendra. Bahasa yang digunakan di prasasti Sojomerto itu menggunakan bahasa Melayu Kuno. Dan pada umumnya bahasa Melayu digunakan pada prasasti-prasasti di Sumatera.

Dan diduga Wangsa Sailendra itu berasalan dari Sumatera. Walaupun penelitian tentang asal usul bahasa melayu itu masih belum selesai.

Sriwijaya dan Medang merupakan dinasti Sailendra. Keterangan itu berasal dari pendapat Majumdar. Dan keduanya itu berasal dari Kalinga yang terletak di Selatan India.

Selanjutnya Moens menambahkan datangnya Dapunta Hyang ke daerah Palembang, berakibat salah satu keluarga dalam dinasi Sailendra pindah ke jawa.

Sementara Poerbatjaraka memiliki pendapat lain yaitu dinasti Sailendra itu berasal dari Nusantara yang didasari atas Carita Parahiyangan, kemudian dikaitkan dengan beberapa prasasti yang berada di Jawa yang memiliki bahasa Melayu Kuno salah satunya yaitu prasasti Sojomerto.

Catatan sejarah mencatat dan dengan bukti arkeologi, sekitar abad ke-9 Kerajaan Sriwijaya telah mengkolonisasikan hampir semua kerajaan Asia Tenggara seperti : Filipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera dan Jawa.

Selat Sunda dan Selat Malaka saat itu didominasi oleh Kerajaan Sriwijaya. Sehingga pengendali rute perdagangan lokal dan rempah yaitu Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya pun mengenakan bea dan cukai pada setiap kapal yang melewati daerah yang dikuasai Sriwijaya.

Kekayaaan yang dikumpulkan Sriwijaya itu berasal dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar India dan Tiongkok.

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Diiringin dengan Berkuasa di Jawa

masa kejayaan kerajaan sriwijaya

erapelajar.blogspot.com

Pembinaan dan pemeliharaan persekutuan dengan trah Sriwijaya di Sumatera dilakukan oleh Wangsa Sailendra di Jawa. Kemudian Wangsa Sailendra mendirikan pemerintahan di Jawa Tengah yaitu di Kerajaan Medang Mataram.

Samaragrawi memerintah pada tahun 800-819 merupakan pewaris Dharanindra yang disebut dalam prasasti Nalanda sebagai putra dari Śailendravamsatilaka dengan gelar yang disandangnya yaitu Śrīviravairimathana (pembunuh perwira musuh). Dan sebagai ayah dari Balaputradewa.

Raja yang sebelumnya yaitu Raja Dharabibdra sering sekali berperang. Namun beda dengan Rakai Warak yang menyukai kedamaian. Dan lebih cenderung tertarik untuk menyelesaikan proyek pembangunan candi Borobudur.

Jayawarman yang berstatus gubernur Indrapura di delta Sungai Mekong di bawah kekuasaan sailendra. Keputusan ini berakibat pemberontakan Jayawarman untuk memindahkan ibukota lebih jauh ke pedalaman utara dari Tonle Sap menuju Mahendraparwata, serta memutuskan ikatan dan memproklamasikan kemerdakaan Kamboja pada tahun 802 dari Jawa.

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya Diiringi dengan Pengembalian pemerintahan Ke Palembang

masa kejayaan sriwijaya dipimpin oleh

Sikap menentang pemerintahan Pikatan dan Pramodhawardhani di Jawa dilakukan oleh Pangeran Balaputradewa. Hubungan meraka pun ditafsirkan berbeda oleh beberapa sejarawan.

Menurut teori  yang lebih tua yaitu dari Bosch dan De Casparis menyatakan bahwa Balaputra itu merupakan putra dari Samaratungga. Sekaligus adik dari Pramodhawardhani.

Sedangkan menurut sejarawan Mujana memiliki pendapat bahwa Balaputra merupakan putra dari Rakai Warak. Dan sekaligus menyatakan bahwa Balaputra adalah adik dari Samaratungga serta sebagai paman dari Pramodhawardhani.

Dan masih banyak pertanyaan tentang alasan Balaputradewa itu tersingkir dari Jawa Tengah. Beberapa alasannya yaitu karena Balaputradewa sudah memerintah di Suwarnadwipa atau biasa disebut dengan Sumatera sebelum terjadinya pecahnya perselisihan mengenai suksesi kekuasaan ini.

Atau karena telah kalah dalam sengketa suksesi melawan Pikatan. Sampai saat ini belum diketahui secara jelas alasannya.

Peperangan Melawan Jawa Merupakan Salah Satu Peristiwa yang Terjadi Pada Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

masa kejayaan kerajaan sriwijaya

satujam.com

Selama sepanjang abad ke-10, Sriwijaya menjadi penguasa dalam jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara. Namun, pada akhir abad ke-10, muncul Kerajaan Medang di Jawa Timur yang pertumbuhan kekuatan baharinya semakin kuat. Dan menjadi salah satu penantang Sriwijaya yang telah mendominasi perdagangan maritim di Asia Tenggara.

Kedua kerajaan tersebut mengirim dutanya untuk pergi ke tiongkok. Namun utusan Sriwijaya yang berangkat pada tahun 988 tertahan di Pelabuhan Kanton. Karena kerajaan diserang oleh Jawa.

Kerjaan Medang dan Kerajaan Sriwijaya salin bersaing untuk menguasai Asia Tenggara. Dan mereka pun saling menaklukan hati Tiongkok. Namun kecakapan diplomasi yang dimiliki Sriwijaya menjadikan Tiongkok menaruh hati ke Sriwijaya.

Salah satu strategi Sriwijaya adalah membangun candi budha. Dan dikatakan oleh mereka kepada kaisar Tiongkok. Bahwa candi itu dibangun untuk mendoakan agar kaisar Tiongkok panjang umur.

Melihat serangan dari Kerjaan Medang saat itu membuka mata Kerajaan Sriwjaya bahwa ancaman Jawa itu sangat serius. Sehingga Sriwjaya menyusun siasat serangan balasan untuk menghancurkan Kerajaan Medang.

Haji Wurawari dan Lwaram yang merupakan bawahan Kerajaan Sriwjaya berhasil melakukan penyerangan pada tahun 1006 atau 1016 menyebabkan terbunuhnya raja Medang terakhir yaitu Dharmawangsa Teguh.

Itulah rangkuman peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Referensi yang kami ambil ini berasal dari wikipedia. Jika teman-teman ingin melihat sejarah lengkapnya silahkan klik tautan ini : Kerajaan Sriwijaya.

Semoga artikel ini bermanfaat. Dan semoga bisa membantu teman-teman dalam mengerjakan tugas tentang peristiwa yang terjadi pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Terima kasih sudah membaca artikel ini. 🙂

Leave a Reply