Kumpulan Nama-nama Presiden Indonesia dari Masa ke Masa

Nama-nama Presiden Indonesia – Sebagai negara yang berbentuk republik, Indonesia dikepalai seorang presiden. Dalam menjalankan tugasnya, presiden dibantu seorang wakil presiden. Kedua sosok ini memiliki peran yang penting di dalam penyelenggaraan pemerintahan di negara ini.

Siapa sajakah presiden dan wakil presiden Indonesia? Simaklah penjelasan berikut ini.

Para Presiden Republik Indonesia

1. Dr.Ir.H. Soekarno (1945-1966)

foto presiden soekarno

satujam.com

Soekarno adalah presiden pertama sekaligus Sang Proklamator Republik Indonesia. Sebab pada tanggal 17 Agustus 1945, ia bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hari bersejarah itu mengubah Bangsa Indonesia yang dulunya terjajah menjadi negara yang berdaulat. Sehari kemudian, yaitu 18 Agustus 1945, Soekarno dan M. Hatta dilantik menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia melalui rapat PPKI. Pemerintahan yang dipimpin presiden Soekarno dikenal dengan sebutan Orde Lama.

Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Ayahnya seorang bangsawan keturunan Sultan Kediri bernama Raden Sukemi Sosrodiharjo. Sementara, ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, juga masih keturunan bangasawan Bali. Soekarno memperoleh gelar insinyur di THS (Technische Hoogeschool) Bandung. Sekarang THS menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB)

Selain sebagai Proklamator, Soekarno juga aktif dalam hubungan internasional. Salah satunya, pada 1955 ia menghimpun bangsa bangsa Asia, Afrika dan Amerika Latin dalam wadah Konferensi Asia-Afrika (KAA). Konferensi ini bertempat di Bandung dan menghasilan 10 keputusan yang dikenal dengan “Dasasila Bandung”. Selanjutnya, KAA ini berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Mulai 30 September 1965, saat terjadi insiden pemberontakan G30S/PKI, pemerintahan presiden Soekarno mulai goyah. Di tengah kondisi Bangsa Indonesia yang kacau, muncullah nama Mayotr Jenderal Soeharto yang saat itu menjabat Pangkostrad (Panglima Komando Strategi Angkatan Darat). Akhirnya, Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto pada 11 Maret 1966 lewat Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret)

Empat tahun sesudahnya, Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Dara (RSPAD) Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di desa Bendogerut, Blitar, Jawa Timur.

2. Jenderal TNI (Purn) H.M Soeharto

foto presiden soeharto

telusurindonesia.wordpress.com

Presiden kedua Republik Indonesia adalah Jenderal TNI (Purn.) H.M Soeharto. Ia Lahir di Kemusuk, Argamulya, Yogyakarta pada 8 Juni 1921. Ayahnya adalah seorang pembantu lurah bernama Kertosudiro. Sementara ibunya bernama Sukirah.

Soeharto turut berperan saat Indonesia masih dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Salah satunya, memimpin penyerbuan militer jepang di Kotabaru; Yogyakarta. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ia berhasil memimpin Serangan Umum Satu Maret untuk merebut kembali Yogyakarta yang sempat diduduki Belanda.

Saat terjadi pemberontakan G30S/PKI, nama soeharto yang saat itu menjabat Pangkostrad mulai mencuat. Selain berhasil menggagalkan kudeta tersebut. Kemudian pada 11 Maret 1966 menerima Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno. Soeharto ditetapkan sebagai presiden ke 2 RI pada 27 Maret 1968 melalui ketetapan MPRS No. XLIV/MPRS/1968.

Di antara para presiden Indone lainnya, Soeharto menjadi yang terlama menjabat. Kurang lebih 32 tahun ia menjadi pemimpin negeri ini. Ia menjabat presiden dari 1966 hingga 1998. Masa di saat Soeharto memimpin negeri ini disebut order baru. Di masa ini, pembangunan berkesinambungan menjadi titik tumpu bagi kehidupan bernegara. Untuk itu, pada masa orde ini dikenal dengan istilah REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Pembangunan yang dilakukan itu melipui berbagai sektor, diantaranya pertanian, ekonomi, budaya dan sebagainya.

Namun, pada orde baru juga memiliki banyak sisi buruk, diantaranya KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dan terjadinya berbagai pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Berbagai sisi buruk ini perlahan membuat kepercayaan rakyat semakin menurun. Puncaknya, pada 1998 terjadi demonstrasi besar-besar dari seluruh elemen masyarakat yang meminta Soeharto mundur. Melihat posisinya yang semakin tertekan, pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dan menyerakan tampuk kepemimpinan kepada wakilnya, B.J. Habibie.

Soeharto wafat di Jakarta pada 27 Januari 2008. Jenazahnya dikebumikan di Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

3. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie

foto president bj habibie

wikipedia.org

Presiden ketiga RI ini memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habbie. Ia dilahirkan di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Ayahnya yaitu mantan kepala jawatan pertanian Sulawesi Selatan. Ia menamatkan SMA di Bandung, kemudian melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, hanya setahun Habibie di ITB. Sebab, dengan kemampuannya yang di atas rata-rata, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Technische Hochehule, Achen, Jerman.

Pada 1960, Habibie lulus dengan predikat cum laude untuk jurusan konstruksi pesawat terbang. Sementara gelar Doctor Ing. diperolehnya pada 1965. Dengan predikat summa cum laude.

Di jerman, Habibie sempat menjadi Wakil Presiden dan Direktur Messerschmitt Boelkow Blohm (MBB). Sebuah industri pesawat terbang di kawasan Hamburg, Jerman. Karena keberhasilannya, Habibie dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia dan menduduki jabatan penting di negeri ini. Misalnya saja penasihat presiden, memimpin divisi Advanced Technologi Pertamina, ketua Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Menteri Negara Riset dan Teknologi (1978-1997), Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Direktur Utama PT. PAL, dan wakil presiden RI.

Habibie menjadi presiden RI pada 21 Mei 1998. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri akibat terjadinya demonstrasi besar-besara menentang kepemimpinan Presiden Soeharto. Namun, Habibie menjabat sebagai presiden tidak lama, hanya sekitar 1 tahun 6 bulan. Pada 20 Oktober 1999, ia meletakkan jabatan sebagai presiden setelah pidato pertanggungjawabannya tidak diterima dalam Sidang Umum MPR. Setelah tidak aktif di dunia politik, Habibie mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Habibie Center.

4. K.H. Abdurrahman Wahid

foto presiden Abdurrahman Wahid

wikipedia.org

Gus Dur, begitu panggilan akrab K.H. Abdurrahman Wahid, adalah presiden keempat RI sekaligus presiden terpilih setelah Indonesia mengadakan pemilu pertama di masa reformasi. I dilahirkan di Denanyar, Jombang, Jawa Timur pada 4 Agustus 1940. Kakeknya, K.H. Hasyim Asy’ari adalah pendiri NU (Nahdatul Ulama). Sementara ayahnya, K.H. Abdul Wahid Hasyim adalah mantan ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU)

Gus Dur menamatkan studinya di Universitas Al-Azhar, mesir. Sekembalinya ke tanah air, ia sempat menduduki jabatan penting sebelum akhirnya menjadi presiden RI. Beberapa jabatan itu di antaranya ketua. PBNU, Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), ketua Dewan Juri Festival Film Indonesia, dan pendiri Forum Demokrasi.

Pada 20 Oktober 1999 Gus Dur terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia mengalahkan Megawati Soekarnoputri. Pencalonannya didukung oleh koalisi Poros Tengah. Poros Tengah merupakan koalisi gabungan dari beberapa partai islam yang dipelopori Amien Rais. Sementara Megawati Soekarnoputri yang didukung partai pemenang Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), didaulat menjadi wakilnya.

Setelah dilantik, Gus Dur menjalankan tugasnya sebagai presiden RI dengan dibantu para menteri yang tergabung dalam Kabinet Persatuan Nasional. Namun Gus Dur menjabat presiden kurang dari dua tahun. Ia menolak memberikan pertanggungjawaban di depan Sidang Istimewa MPR. Pada 23 Juli 2001, kedudukannya sebagai presiden digantikan oleh wakilnya, Megawati Soekarnputri.

5. Megawati Soekarnoputri

foto Megawati Soekarnoputri

wikipedia.org

Megawati Soekarnoputri adalah presiden wanita pertama Indonesia. Ayahnya adalah sang proklamator sekaligus presiden RI pertama, Soekarno. Sedangkan ibunya bernama Fatmawati.

Megawati yang memiliki nama lengkap Dyah Permata Megawati Setywati Soekarnoputri ini lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Megawati menempuh pendidikan tingginya di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1965, namun tidak selesai. Tahun 1970, ia melanjutkan studi di Fakultas Psikolog Universitas Indonesia, namun juga tidak selesai.

Karier politik Megawati dimulai sejak mahasiswa. Saat kuliah, ia telah aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bandung.

Karier politiknya berkembang cukup pesat. Pada 27 Desember 1993, ia terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai. Namun, saat itu PDI terbelah menjadi dua, PDI kubu Mega dan PDI kubu Soerjadi.

Untuk membedakan dengan PDI kubu Soerjadi, PDI Kubu Mega berganti nama menjadi PDI Perjuangan. Pada 1999, PDI perjuangan berhasil memenangi pemilu dan memperoleh 154 kursi di DPR. Namun, dalam pencalonan presiden, Megawati kalah dari K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diusung koalisi poros tengah. Dengan perolehan suara yang ketat, yaitu 373:313. Megawati pun terpilih menjadi wakil presiden mendampingi Gus Dur.

Tahun 2001, Megawati menjadi presiden RI melalui Sidang Istimewa MPR. Sidang istimewa MPR diadakan karena presiden Aburrahman Wahid hendak membekukan MPR/DPR. Megawati dilantik menjadi presiden pada 23 Juli dengan Hamzah Haz menjadi wakilnya hingga tahun 2004.

6. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

foto Susilo Bambang Yudhoyono

wikipedia.org

Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab dengan nama SBY ini lahir di Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur, pada 9 September 1949. SBY merupakan putraa tunggal Raden Soekotjoo dan Siti Habibah. Raden Soekotjo merupakan seorang militer yang menjabat Komandan Koramil (Danramil). Sedangkan Siti Habibah masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga besar Pondok Pesantren Tremas, Pacitan.

SBY melewati masa kecil dan remajanya di Pacitan. Riwayat pendidikannya dimulai di Sekolah Rakyat Desa Purwosari, SMP Negeri Pacitan dan SMA negeri Pacitan. Karena kemampuan dan prestasinya yang cukup menonjol, pada 1970, SBY diterima di AKABRI Magelang.

Setelah lulus dari AKABRI pada 1973, karir militer SBY meningkat pesat. Saat usia 47 tahun, ia telah diangkat menjadi Panglima Kodam Sriwijaya. Di samping itu, ia juga menyelesaikan pendidikan akademis di Management Webster University, Missouri, Amerika Serikat dengan gelar Master Of Art (MA). Sementara gelar doktornya diperoleh di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2004.

Sebelum menjadi Presiden Republik Indonesia, berbagai jabatan penting pernah diembannya. Di antaranya Menteri Pertambangan Energi (1999), Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan atau Menkopolsoskam (2000), serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan atau Menkopolkam (2001-2004)

SBY resmi menjadi Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2004. Setelah ia dan pasangan wakilnya, Muhammad Jusuf Kalla memenangi Pemilihan Presiden secara langsung oleh rakyat pada 2004. Selanjutnya, pada Pemilihan Presiden tahun 2009, SBY kembali terpilih sebagai presiden. Namun kali ini ia berpasangan dengan Prof. Dr. Boediono. SBY dan Boediono menjadi presiden dan wakil presiden hingga habis jabatannya pada tahun 2014.

7. Ir. Joko Widodo

foto Joko Widodo

wikipedia.org

Setelah resmi dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014, Ir. Joko Widodo atau lebih dikenal dengan nama Jokowi resmi menjabat sebagai Presiden ke 7 Republik Indonesia. Jokowi akan memimpin Indonesia pada 2014 2019. Sosok yang dikenal dengan pembawaan yang sederhana dan apa adanya ini lahir cl an seorang ayah bernama Notomihardjo dan ibu bernama SujiatmiNotomihardjo. Ir. Joko Widodo lahir di Surakarta, 21 Juni 1961.

Jokowi yang juga memiliki nama kecil Mulyono berasal dan keluarga yang sederhana. Semasa kecil, Jokowi setidaknya mengalami penggusuran rumah sebanyak 3 kali, Jokowi mengawali pendidikannya di SD Negerii 111 Tirtoyoso Setelah lulus SD, la melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Keinginan untuk dapat melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Surakarta tidak terwujud, Jokowi akhirnya masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta. Jokowi melanjutkan studi ditingkat perguruan tinggi, ia diterima di Jurusan Kehutananan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Pada tanggal 24 Desember 1986, Jokowi menikahi seorang gadis Solo bernama Iriana. Jokowi dikaruniai 3 orang anak, yaitu: Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Joko Widodo pernah bekerja di perusahaan milik BUMN, PT Kertas Kraft Aceh sebelum memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri di bidang mebel yang diberi nama CV Rakabu. Keinginan menerapkan kepemimpinan yang manusiawi dan mewujudkan kota Surakarta yang bersahabat mengantarkan Jokowi ke kancah politik. Pada pilkada tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipasangkan dengan F.X. Hadi Rudyatmo maju dan terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Surakarta.

Dengan prestasi dan pencapaiannya, Jokowi kembali terpilih sebagai Walikota Surakarta pada Pilkada 2010. Belum selesai masa jabatannya, pada tahun 2012 Jokowi diusung oleh partai yang sama dan dipasangkan dengan Basuki Tjahja Purnama dalam pemilihan Gubernur Jakarta dan terpiih. Akhirnya pada Pilpres tahun 2014, Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla maju sebagai capres dan cawapres dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2014-2019.

Sekian nama-nama presiden Indonesia mulai presiden pertama sampai sekarang. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply